Ekonomi RI Tumbuh 0 Persen! Pengamat: Ekonomi Dunia Perlu Diinstal Ulang

MuslimahNews.com, NASIONAL — Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi nol persen pada 2020. Bahkan minus 3,5% dalam skenario terburuk. Dilansir Kompas.id, tekanan ekonomi saat ini juga diperparah oleh anjloknya harga komoditas global dan harga minyak mentah.

Prediksi Bank Dunia ini jauh di bawah estimasi pemerintah Indonesia yang kukuh ekonomi tetap tumbuh setidaknya di angka 2,3% di akhir 2020 ini.

Menurut dosen dan peneliti ekonomi syariah, Hj. Nida Sa’adah SE., Ak., M.E.I., sejak awal badai pandemi mendera, rezim Indonesia memang terkesan terlalu optimis dalam menyusun proyeksi pertumbuhan ekonomi. Sementara faktanya, tidak ada penjelasan bagaimana proses yang akan dilakukan untuk mencapainya.

“Sebelum pandemi saja, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah di stagnan di angka 5%. Bergantung pada tingkat konsumsi harian masyarakat,” ujar Ustazah Nida.

Ustazah Nida pun mempertanyakan, bagaimana mungkin menyusun proyeksi pertumbuhan ekonomi di saatu terjadi penurunan supply and demand secara global? Sementara pemenuhan kebutuhan banyak tergantung pada produk impor. Untuk sektor pangan yang menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi pun tidak di-support pemerintah Indonesia.

Di saat permintaan konsumen melorot drastis, lanjutnya, satu-satunya sektor yang masih tetap stabil permintaannya adalah sektor produksi pangan.

“Namun pemerintah Indonesia hanya menjanjikan batuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp300 ribu dan penurunan suku bunga kredit untuk petani miskin. Ironis bukan?” kata Ustazah.

Akibatnya, permintaan pangan diselesaikan dengan banjirnya impor pangan. Dari sini dipertanyakan dari mana akan terjadi angka pertumbuhan.

Mencermati hal ini, sebagai pakar ekonomi Islam, Ustazah Nida memaparkan bahwa hanya sistem Islam solusi dari mandeknya ekonomi global saat ini. Kondisi ekonomi dunia yang terus mengalami krisis keuangan tak lain adalah akibat praktik ekonomi ribawi [yang dilarang dalam Islam]. Kondisi sektor riil yang mandek secara global pun tidak bisa diatasi dengan kebijakan fiskal dan moneter sekuler.

“Ekonomi dunia perlu diinstal ulang. Menata sistem moneter dunia dengan Dinar-Dirham –mata uang emas dan perak–. Yang tidak bisa dihegemoni negara mana pun,” papar Ustazah.

Sistem Islam juga menata sistem fiskal, yakni tidak bertumpu pada pajak yang berakibat turunnya daya beli masyarakat, menata sistem keuangan negara dengan baitulmal, serta meninggalkan APBN sekuler yang hanya menjadi alat negara besar untuk menjarah sumber daya alam negeri-negeri kaum muslimin.

“Dunia membutuhkan sistem ekonomi baru. Sistem syariat kafah yang diterapkan dalam Negara Khilafah Islamiyah,” pungkasnya. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

6 tanggapan untuk “Ekonomi RI Tumbuh 0 Persen! Pengamat: Ekonomi Dunia Perlu Diinstal Ulang

  • 10 Juni 2020 pada 10:01
    Permalink

    Bkan hanya Indonesia, saat ini perekonomian negara-negara di seluruh dunia mmng mengalami tekanan akibat pandemi virus corona (Covid-19). Tapi Indonesia tdk begitu “terpuruk”.
    Daftar realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 beberapa negara di dunia:
    1. Indonesia 2,97 persen
    2. Malaysia 0,7 persen
    3. Thailand -1,8 persen
    4. China -6,8 persen
    5. Jepang -2,2 persen
    6. Jerman -2,2 persen
    7. Inggris -2 persen
    8. Singapura -0,7 persen
    Sumber: kompas

    Balas
  • 6 Juni 2020 pada 21:45
    Permalink

    Shutdown kapitalusme install ulang dg ISLAM.
    ALLAHU AKBAR

    Balas
  • 6 Juni 2020 pada 20:38
    Permalink

    Dlm Al Quran jelas bahwa sistem islam mengajarkan agar harta tidak beredar dikalangan orang orang kaya saja sehingga tercipta kesejahteraan yg merata

    Balas
  • 6 Juni 2020 pada 20:27
    Permalink

    Islam jalan keluar dari semua masalah

    Balas
  • 6 Juni 2020 pada 07:27
    Permalink

    Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi nol persen pada 2020. Bahkan minus 3,5% dalam skenario terburuk…bukti jika tergantung kepada ekonomi kapitalis, justru terpuruk dalam kubangan kehancuran.

    Balas
  • 6 Juni 2020 pada 00:45
    Permalink

    MasyaAllah…. Udah ganti pakai sistem ekonomi islam aja kuy

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *