Doa Lailatulkadar

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman (Khadim Ma’had Wakaf Syaraful Haramain)

MuslimahNews.com, TSAQAFAH — Dalam riwayat At-Tirmidzi, kitab ad-Da’awat, hadis no 3513, an-Nasa’i, hadis no. 7712, Ibn Majah, kitab Abwab ad-Du’a, Bab ad-Du’a bi al-‘Afwi wa al-‘Afiyah, hadis no. 3850, dan Ahmad dalam Musnad, Juz XXXXII/236, hadis no. 25384, Nabi ﷺ mengajarkan doa Lailatul qadar:

(اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي)

“Ya Allah, Engkau Zat Maha Pengampun lagi Mulia, Engkau mencintai Kemahapengampunan-Mu, ampunilah kami.”

Mengapa Nabi menggunakan lafaz “Afuwwun” bukan lafaz “Ghafurun“? Apa bedanya?

Afuwwun” makna asalnya “Mahwu” (menghapus), “Thamsu” (menghapus). Diambil dari ungkapan:

عفت الرياح الآثار إذا أخفتها ومسحتها

“Angin itu menghapus jejak, ketika angin itu menyembunyikan dan menghapusnya.” (Ibn Mandzur, Lisan al-‘Arab, Juz IV/3019).

Lafaz ini bentuk Mubalaghah (makna hiper atau klimaks), mengikuti wazan, “Fa’ul“. “Afuwwun” adalah salah satu Asma’ al-Husna. Menunjukkan betapa luasnya ampunan Allah terhadap dosa-dosa hamba-Nya. Betapapun besarnya, selama mau bertobat dan kembali kepada-Nya.

Nabi mengajarkan doa ini, bukan doa yang lain pada malam ini, malam lailatulkadar yang penuh berkah, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis Aisyah yang menunjukkan betapa pentingnya doa ini.

Lalu di mana pentingnya? Pentingnya, karena doa ini mengajarkan permintaan kepada Allah, agar membebaskan dosa dan azab karena dosa itu.

Kata al-Quthubi:

(العفو، عفو اللَّه عز وجل عن خلقه، وقد يكون بعد العقوبة وقبلها، بخلاف الغفران، فإنه لا يكون معه عقوبة البتة)

“Afuwwu adalah ampunan Allah Azza wa Jalla kepada makhluk-Nya. Kadang setelah atau sebelum azab. Beda dengan “Ghufran” (ampunan) yang diberikan tanpa disiksa sama sekali.” (Tafsir al-Qurrhubi, Juz I/797).

Sedangkan “Karim” adalah kebaikan yang banyak.

“Tuhibbu al-‘Afwa” (Engkau mencintai keMahaampunan-Mu), artinya Allah mencintai nama dan sifat-Nya. Dia mencintai hamba-Nya untuk menyembah-Nya dengan asma itu. Mengerjakan amal sesuai dengan tuntutannya, dan kandungannya.

Allah juga suka jika hamba-Nya saling memaafkan, sebagaimana Allah mencintai ampunan-Nya. Permohonan ini begitu luar biasa pentingnya.

Karena ketika dosa tidak diazab, berarti pelakunya akan selamat dari ditimpa kesulitan dan hal-hal yang tidak menyenangkan.

Karena dosa dan maksiat adalah sebab terbesar diturunkannya musibah, dihilangkannya nikmat di dunia. Adapun di akhirat, ampunan itu membawa konsekuensi balasan yang baik, yaitu masuk surga yang dipenuhi kenikmatan.

Digunakannya dua nama “Afuwwun” dan “Karim” untuk Allah sebelum berdoa, karena begitu pentingnya apa yang diminta, (yakni) ampunan dari-Nya. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

3 tanggapan untuk “Doa Lailatulkadar

  • 20 Mei 2020 pada 08:19
    Permalink

    Ya Allah ampuni dosa2 kami

    Balas
  • 20 Mei 2020 pada 03:08
    Permalink

    Semoga kita mendapat keberkahan di malam lailatulqodar itu aamiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *