Wabah Covid-19, Pesan Penting bagi Indonesia dan Dunia (Sistem Kesehatan Kapitalisme vs. Islam)

Oleh: Dr. Rini Syafri (Doktor Biomedik dan Pengamat Kebijakan Publik)

MuslimahNews.com, FOKUS – Wabah covid-19 telah menelanjangi aib negara sekularisme-kapitalisme mana pun, atas ketidakmampuan mereka melindungi kesehatan dan keselamatan nyawa rakyatnya. Tidak hanya negara seperti Indonesia, tetapi juga negara-negara terkategori negara maju.

Dimuat pada laman John Hopkins University and Medicine, Coronavirus Resources Center, bahwa saat ini Covid-19 telah menyebar ke 184 negara dan sejak akhir Desember 2019 hingga Rabu 8 April 2020, total penderita positif Covid-19 terkonfirmasi 1.452.378 kasus, dengan total kematian 83.615 kasus.

Sementara itu, Amerika Serikat (401.166 kasus), Spanyol (146.690 kasus), Itali (135.586 kasus), Prancis (110.070 kasus), Jerman (109.329), dan Cina (82.809) adalah enam negara penyumbang pengidap positif Covid-19 terbesar di dunia.[1]

Ironisnya, itu terjadi di tengah mereka memberikan perhatian yang begitu besar terhadap urusan militer dan kemajuan teknologi persenjataan.

Dimuat msn.com, bahwa pada 2020, Global Firepower menetapkan Amerika Serikat, Rusia, Cina, India, dan Jepang pada lima urutan teratas kekuatan militernya berdasarkan para meter seperti lokasi geografis, kemampuan logistik dan keuangan, ketersediaan sumber daya alam, dan kekuatan militer.[2]

Rapuhnya Sistem Kesehatan Kapitalis

Sistem kesehatan mereka benar-benar rapuh, baik yang berbasis pembiayaan asuransi wajib maupun bukan. Amerika Serikat misalnya, meski dinilai memiliki sistem kesehatan yang baik[3], namun juga tidak mampu menyembunyikan kelemahannya.

Dinyatakan dalam laman washingtonpost.com, “Wabah virus corona yang sedang merebak di Amerika Serikat sedang menelanjangi kesenjangan yang serius pada kemampuan sistem kesehatan untuk merespons epidemi, kemampuan rumah sakit dan dokter untuk melakukan apa adanya perencanaan gawat darurat harian, bahkan mereka tetap ragu-ragu tentang bagaimana mengatasi krisis tempat tidur.”[4]

Sementara itu Itali, sistem kesehatan berbasis asuransi kesehatan wajib (Universal Health Coverage) yang dinilai terbaik, kondisinya juga sama buruknya.

Dinyatakan dalam laman nytimes.com, “Seorang Wali kota di Itali mengeluhkan bahwa para dokter memutuskan tidak merawat pasien yang sangat tua, dan membiarkan mereka mati. Sementara itu, di kota lain pasien penderita Covid-19 dipulangkan. Di tempat lain, seorang perawat pingsan dalam kondisi masih menggunakan masker, sebagai simbol beban berat yang ditanggung para staf medis.[5]

Di Indonesia, kondisinya tidak jauh berbeda. Bahkan, dalam banyak hal kondisinya jauh lebih buruk, tampak dari tingkat kematian penderita positif Covid-19 yang melebihi rata-rata dunia.

Diberitakan pada laman kompas.com, hingga Rabu (8/42020), total terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.956 kasus, dengan penambahan kasus baru dalam 24 jam terakhir, 218 kasus. Total yang dirawat 2.494, dan 240 di antaranya meninggal. Di mana persentase pasien Covid-19 meninggal 8,12 persen, ini jauh di atas rata-rata dunia yakni 5,67 persen[6].

Di samping dari angka-angka, buruknya pelayanan kesehatan dipertegas sejumlah berita pilu berikut.

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 sedang hamil 24 minggu. Sebelum wafat ia mengeluhkan buruknya pelayanan rumah sakit melalui “live” di Facebook.[7] Sementara itu, seorang pasien positif Covid-19 tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang begitu dibutuhkan. Sebelum ajalnya datang[8].

Kondisi mengenaskan juga dialami sejumlah pasien di salah satu rumah sakit sebagaimana diberitakan pada laman banten.suara.com, “’Ada yang dari kemarin belum makan dan infus sama sekali tidak berfungsi. Dari kemarin kami di sini belum ada tindakan medis sama sekali,’ kata salah satu pasien”[9].

Ini dari sisi penderitaan pasien, dari sisi para dokter beserta staf medis yang tak ubahnya pasukan elite dalam peperangan, tak kalah sengsara. Mereka paling berisiko tertular, namun Alat Pelindung Diri (APD) tidak tersedia secara memadai.

Beban fisik dan mental juga datang karena kesenjangan jumlah pasien dengan jumlah dokter dan staf medis, di samping keterbatasan fasilitas kesehatan, peralatan kedokteran, bahan farmasi dan obat-obatan. Akibatnya, tekanan bahkan kematian puluhan staf medis.

Dimuat pada laman cnn.com pada Sabtu (28/3/2020), Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma mengatakan tak sedikit rumah sakit di daerah yang tidak memiliki cukup ruang isolasi dan peralatan medis lainnya untuk memeriksa pasien dalam pemantauan (PDP) hingga pasien positif Covid-19.

“Keluhannya tidak hanya di satu daerah, (tapi) di berbagai daerah terjangkit, ya seperti kurangnya APD (Alat Pelindung Diri), kurang ruang isolasi, hingga tenaga medis. Menangani pasien corona itu semuanya serba khusus mulai dari ruangan, suster, hingga dokter. Dokter yang sudah menangani pasien Covid-19 tidak bisa tangani pasien penyakit lain karena berisiko menularkan corona,” ujar Lia pada CNN Indonesia.

Sekularisme-Kapitalisme Biang Masalah

Bila ditelaah secara mendalam dan menyeluruh, ini adalah buah yang pasti dari sistem kehidupan sekuler. Khususnya sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme sebagai unsur utama pembentuk sistem kesehatannya.

Baik dari aspek konsep tentang fungsi negara sebagai regulator bagi kepentingan korporasi, pengadaan sumber daya manusia kesehatan dengan sistem pendidikan sekularisme, model pembiayaan berbasis asuransi, politik riset dan industri kapitalisme, serta pengadaan infrastruktur kesehatan liberalistis.

Semua konsep kapitalisme ini benar-benar mendukung paradigma batil mereka tentang kesehatan. Di mana kesehatan dan nyawa manusia hanyalah objek untuk diindustrialisasi atau dibisniskan.

Demikian juga, semua aspek batil tersebut mendukung sepenuhnya konsep kapitalisme dalam pencegahan penanggulangan wabah, yang justru memfasilitasi wabah meluas dengan cepat. Utamanya ketika konsep sahih penguncian wabah di areal asalnya (lockdown) tidak dianggap.

Tampak dari tidak termaktubnya konsep ini dalam Peraturan Kesehatan Internasional 2005 (International Health Regulation 2005- IHR 2005[10], yang saat ini menjadi pedoman dunia dalam penanggulangan wabah Covid-19 di bawah pimpinan WHO (World Health Organization).

Penting dicatat, aib dan cacat bawaan sistem kesehatan kapitalisme berlangsung pada kondisi tidak ada wabah sekalipun. Hanya saja, pada kondisi wabah ia menjadi kasat mata. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju.

Hal ini, memberikan pesan penting kepada negeri ini dan dunia, bahwa negara sekuler kapitalis mana pun begitu lemah di hadapan makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berukuran sangat kecil.

Tidak hanya itu, wabah ini juga menegaskan bahwa peradaban yang dibangun di atas fondasi sekularisme, yang menyingkirkan eksistensi Allah Subhanahu Wa Ta’ala justru berbahaya bagi kesehatan dan nyawa umat manusia, sehingga sudah saatnya untuk diakhiri.

Sistem Kesehatan Islam Penyelamat Kehidupan

Sistem kesehatan Islam sebagaimana sistem kehidupan Islam secara keseluruhan dipersiapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai penyelamat kehidupan umat manusia dalam kondisi apa pun, saat terjadi wabah maupun tidak.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya pada Alquran Surah Al-Anbiya’ [21]: 107, yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam;” Alquran Surah As-Saba[34]: 28, yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.”

Sistem kesehatan Islam adalah syariat Islam itu sendiri. Ia dibangun di atas konsep dan paradigma sahih, di samping didukung oleh keseluruhan sistem kehidupan Islam berupa pelaksanaan syariat Islam secara kafah dalam bingkai khilafah.

Hal ini menjadi kunci rahasia kekukuhannya sebagai pelindung kesehatan dan nyawa manusia dalam kondisi apa pun, saat ada wabah maupun tidak.

Sistem politik Islam dan sistem ekonomi Islam merupakan unsur utama pembentuk sistem kesehatan Islam. Baik dari aspek konsep tentang fungsi negara sebagai raa’in (pemelihara urusan masyarakat) dan junnah (pelindung dari segala kerusakan), maupun dari aspek pengadaan sumber daya manusia kesehatan dengan konsep sistem pendidikan Islam. Serta aspek model pembiayaan kesehatan yang bersifat mutlak dengan berbasis baitulmal, politik riset, industri, serta pengadaan infrastruktur kesehatan.

Semua konsep sahih Islam ini benar-benar mendukung paradigma sahihnya tentang kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap insan.

Sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya, “Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari mendapati keadaan aman kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya.” (HR Bukhari).

Sementara itu, manusia berkedudukan begitu mulia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan dalam Alquran Surah Al Isra: 70, artinya: “Sesungguhnya Kami memuliakan anak cucu Adam (manusia)...”

Di samping itu, Islam begitu menghargai nyawa seorang muslim, sebagaimana dituturkan oleh lisan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang artinya: “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR At Tirmidzi)

Sedangkan konsep Islam tentang pencegahan dan penanggulangan wabah –sebagai bagian dari sistem kesehatan Islam– mengharuskan pembatasan wabah di daerah asalnya (lockdown syar’i). Yakni, tanpa mengenal sekat negara bangsa dan otonomi daerah.

Ditegaskan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang artinya: “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat, maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu, maka janganlah keluar darinya.” (HR Imam Muslim).

Bahkan, bila ditelaah secara mendalam, konsep penguncian (lockdown) syar’i ini begitu selaras dengan karakter alamiah wabah dan upaya penanggulangannya. Ini di satu sisi.

Di sisi lain, konsep ini begitu manusiawi karena melindungi kesehatan dan kehidupan insan, di samping konsep kunci bagi pemutusan rantai penularan secara cepat. Sebab, bila hanya melakukan screening epidemiologi, contact tracing (penelusuran kontak), perawatan dengan menyertakan physical distancing, tetapi tidak melakukan penguncian wilayah wabah sesegera mungkin, wabah akan meluas secara cepat seperti yang kita saksikan hari ini.

Tidak saja wabah tercegah meluas, namun juga berhenti dengan segera, di samping terjaminnya akses setiap orang terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas meski gratis.

Demikianlah buah manis yang akan dirasakan setiap orang ketika sistem kesehatan Islam yang ditopang oleh pelaksanaan syariat Islam secara kafah dalam bingkai khilafah. Ia benar-benar menjamin kesehatan dan kehidupan manusia, sebagaimana karakter konsep Islam itu sendiri.

Sehingga, kembali kepada pangkuan kehidupan Islam, yakni khilafah adalah kewajiban syar’i dan kebutuhan mendesak. Inilah pesan penting berikutnya bagi Indonesia dan dunia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (TQS Al Anfaal: 24). Allahu A’lam. [MNews]

[1] https://coronavirus.jhu.edu/map.html. Diakses Rabu, 8 April 2020.

[2] https://www.msn.com/en-au.news/photos/global-firepower-2020-most-powerful-militery-nations-of-the-world/ss-BBXEoLo.

[3] https://hub.jhu.edu/2020/02/27/trump-johns-hopkins-study-pandemic-coronaviruscovid-19-649-emo0-art-dtd-health

[4] https://www.washingtonpost.com/business/economy/the-us-health-system-is-showing-why-is-not-ready-for-a-c-oronavirus-pandemic/2020/03/04/7c307bb4-5d6111ea-b29b-9db42f7803a7_story.html

[5] https://www.nytimes.com/2020/03/12/world/europe/12italy-coronavirus-health-care-html.

[6] https://kompas.com/nasional/read/2020/04/08/15554421/update-kini-jumlah-pasien-covid -19-meninggal-ada-240 -orang.

[7] https://medan.tribunnews.com/2020/04/04/seorang-pasien-covid-19-tak-terurus-hingga-meninggal-hanya-diberi-nasi-keras-dan-air-minum-seadanya.

[8] https://newsmaker.tribunnews.com/2020/03/27/pasien-corona-akhirnya-meninggal-sebelum-wafat-terungkap-curhat-pilunya-ke-jokowi-dan-menkes

[9] https://banten.suara.com/read/2020/03/26/224618/pasien-virus-corona-di-rsud-banten-tak-terusus-dan-terlantar

[10] Link untuk mengakses IHR: https://apps.who.int/iris/rest/bitstream/1031116/retieve. 9789241580496-eng.pdf.

Bagaimana menurut Anda?

80 tanggapan untuk “Wabah Covid-19, Pesan Penting bagi Indonesia dan Dunia (Sistem Kesehatan Kapitalisme vs. Islam)

  • 16 April 2020 pada 03:02
    Permalink

    Kalpitalisme merusak. Islam membawa kemaslahatan. Saatny kembali kpd islam kafah dlm naungan khilafah. Allahu akbar!

    Balas
  • 13 April 2020 pada 21:43
    Permalink

    Semoga pesannya sampai ke seluruh dunia

    Balas
  • 13 April 2020 pada 18:03
    Permalink

    Khilafah solusi untuk ummat

    Balas
  • 13 April 2020 pada 00:42
    Permalink

    The world need khilafah

    Balas
    • 13 April 2020 pada 18:02
      Permalink

      Khilafah solusi untuk ummat

      Balas
  • 12 April 2020 pada 15:29
    Permalink

    Semoga sistem Islam tegak utk menjadi rahmat bg seluruh alam.

    Balas
  • 12 April 2020 pada 13:15
    Permalink

    Sistem kehidupan yang salah,,membuat mahkluk kecil yang mati bila kena deterjen,membunuh banyak manusia.sistem kehidupan yang tidak layak mengatur kehidupan manusia.

    Balas
    • 13 April 2020 pada 00:43
      Permalink

      Khilafah..satu satunya solusi tintas

      Balas
  • 12 April 2020 pada 13:05
    Permalink

    sistem kapitalisme sudah diujung tanduk, hanya sistem khilafah satu2nya solusi untuk mengatasi wabah dunia.

    Balas
  • 12 April 2020 pada 06:14
    Permalink

    Apapun aturan yg datang bukan dari Maha Pencipta pasti cacat, hanya yg datang dari Allaah yg sempurna..

    Balas
  • 12 April 2020 pada 06:01
    Permalink

    Semoga penguasa kita mau mendengar dan kita para pengemban dakwah nya istiqomah mendakwahkn

    Balas
  • 12 April 2020 pada 02:05
    Permalink

    tepat sekali…di luar berbagai fakta memilukan yg diakibatkn covid 19, ada pesan penting bg dunia hari ini utk tidak lagi memperpanjang segala kemaksiatan dan kemungkaran atas nama sekularisme, kapitalisme dll

    Balas
  • 11 April 2020 pada 22:18
    Permalink

    Tidak ada lagi yang sempurna selain Islam,, hanya Islam yang memanusiakan manusia.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 22:09
    Permalink

    Subhanallah.. Sungguh bodoh orang2 yg ridho diatur oleh Kapitalisme

    Balas
  • 11 April 2020 pada 21:54
    Permalink

    Jantung negara kapitalispun lumpuh dengan makhluk Allah yg kecil itu. Sungguh dengan fakta yg nampak saat ini menunjukan bgmn ketidakmampuannya sistem demokrasi dalam menangani pandemi covid-19. Kapitalis telah gagal saatnya khilafah yang memimpin dunia. Allahu Akbar

    Balas
  • 11 April 2020 pada 21:50
    Permalink

    Masya Allah Tabarakalloh. Tulisannya mencerdaskan. Jazakillah Khoiron Katsiron Ustadzah Rini.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 21:50
    Permalink

    Kapitalisme sistem yg rusak

    Balas
  • 11 April 2020 pada 21:35
    Permalink

    Astagfirullah
    Semua ini salah sekularisme dan kapitalisme!!!
    Hanya islam solusinya!!!

    Balas
  • 11 April 2020 pada 21:29
    Permalink

    kesehatan adalah kebutuhan primer yg harus dipenuhi oleh khilafah s

    Balas
  • 11 April 2020 pada 21:26
    Permalink

    telah nyata kerusakan penerapan sistem kapitalis sekuler

    Balas
    • 12 April 2020 pada 09:13
      Permalink

      Telah nyata kerusakan penerapan sistem kapitalisme

      Balas
  • 11 April 2020 pada 20:55
    Permalink

    Begitu lemahnya sistem kapitalisme dalam penanganan problem masyarakat di seluruh aspek kehidupan. Salah satunya sistem kesehatan. Maka saatnya umat kembali pada syari’ah kaffah sebagai solusi atas persoalan kehidupan

    Balas
  • 11 April 2020 pada 20:52
    Permalink

    MasyaAllah, ingin sekali khilafah tegak di bumi ini, tapi masih blm siap dengan kondisi yg terjadi nanti sebelum tibanya khilafah tegak

    Balas
  • 11 April 2020 pada 20:39
    Permalink

    Kapitalis hanua mengutamakan materi tidak peduli yg lain

    Balas
  • 11 April 2020 pada 20:36
    Permalink

    Nyawa manusia dalam peradaban kapitalis seolah tak berharga, bahkan tak luput dijadikan objek bisnis. #RinduKhilafah

    Balas
  • 11 April 2020 pada 19:12
    Permalink

    Islam…adalah solusi atas segala permasalahan..

    Balas
  • 11 April 2020 pada 18:50
    Permalink

    Hanya syariat Islam yang dapat menyelesaikan berbagai problematika kehidupan manusia

    Balas
  • 11 April 2020 pada 18:38
    Permalink

    hanya dengan islamlah negara kita bisa terselamatkan, mari kita perjuangkan tegaknya kembali khilafah yang kedua, allohuakbar

    Balas
  • 11 April 2020 pada 17:52
    Permalink

    Kembali kpd pangkuan khilafah Islam adalah solusi tunggal permasalahan Covid-19,saatnya sistem kapitalis sekuler ini dicampakkan Krn TDK bisa mengatasi dengan tuntas.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 17:50
    Permalink

    Subhanallah
    #khilafahSolusiSelamatkanNegeri

    Balas
  • 11 April 2020 pada 17:18
    Permalink

    Sudah waktunya dunia menyadari dan mengakui kebobrokan sistem kapitalisme global ini. Dunia butuh sistem baru yang lebih baik, Islam tak ada keraguan di dalamnya dan ia merupakan sistem kehidupan, maka pilihan tepat ganti sistem Kapitalisme dengan sistem Islam. Allahu Akbar.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:56
    Permalink

    MasyaAllah, hanya Khilafah yang dapat menyelesaikan masalah umat. Sudah semestinya umat tidak butuh kapitalisme dan hanya butuh kepada sistem Islam dalam naungan Khilafah.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:51
    Permalink

    Shahih sekali apapun yg tidak berlandaskan islam maka tidak akan kokoh

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:47
    Permalink

    Luar biasa Islam dalam memberikan solusi, mari tinggalkan sistem kapitalis dan beralih pada sistem Islam untuk menyelesaikan semua permasalahan kehidupan.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:29
    Permalink

    Masyaa Allah, mkin rindu dg sistem Islam

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:16
    Permalink

    Semakin rindu hidup di bwh naungan khilafah,, solusi tuntas smw problematika yg ada. Saatnya Islam memimpin dunia kembali dgn penerapan syari’at secara kaffah.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:07
    Permalink

    kembali ke syariat islam

    Balas
  • 11 April 2020 pada 16:04
    Permalink

    Sistem islam satu2nya solusi

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:36
    Permalink

    Saatnya kembali pada syariah islam scr sempurna

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:27
    Permalink

    Masya Allah luar biasa analisnya

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:23
    Permalink

    Sistem kesehatan islam penyelamat kehidupan

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:11
    Permalink

    Ya Allah semangkin rindu na kami dgn Janji dn sabda Rasul-Mu, bhwa akn tegak/datang Kekhilafahan sesuai mazhab kenabian. hnya dgn Daulah khilafah Islamiyah lh semua problem akn terlesaikn

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:09
    Permalink

    Kami Rindu Khilafah

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:08
    Permalink

    Islam solusi hakiki

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:07
    Permalink

    Sebenarnya sudah jelas perbedaannya ditinjau dr segi historis, sudah dipaparkan dg sangan luar biasa. Jz kh atas pencerahannya

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:05
    Permalink

    Kami Rindu Khilafah… Hanya Islam yg mampu jadi solusi

    Balas
  • 11 April 2020 pada 15:04
    Permalink

    MasyaAllah,hanya islam kaffah yang dapat mrnyelesaikan persoalan umat

    Balas
  • 11 April 2020 pada 14:40
    Permalink

    Hanya islamlah yang mampu mengatur segala aspek kehidupan manusia

    Balas
  • 11 April 2020 pada 14:24
    Permalink

    Dari faktanya memang sistem kesehatan Islam dlam bingkai khilafah yg terbaik.
    Islam memang the best.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 14:17
    Permalink

    Masya Allah….

    Balas
  • 11 April 2020 pada 14:07
    Permalink

    Masyaallah.. Betapa sempurnanya sistem Islam mengatur kehidupan manusia

    Balas
  • 11 April 2020 pada 14:07
    Permalink

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya pada Alquran Surah Al-Anbiya’ [21]: 107, yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam;” Alquran Surah As-Saba[34]: 28, yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.”

    Balas
  • 11 April 2020 pada 14:05
    Permalink

    Astagfirullah…
    Hanya Islam dan sistemnya yg mampu memberikan solusi pasti utk segala permasalahan umat.
    InsyaaAllah ..
    #kembalikepadasistemislam

    Balas
  • 11 April 2020 pada 13:40
    Permalink

    Banyak negara termasuk AS yg katanya adidayanya kapitalisme pun kalang kabut menghadapi virus

    Balas
  • 11 April 2020 pada 13:26
    Permalink

    Di lihat dari sisi manapun memang solusi kapitalis sangat tidak manusiawi dan solutif dalam penanganan wabah ini…

    Balas
  • 11 April 2020 pada 13:26
    Permalink

    Sistem kesehatan kapitalisme terbukti gagal dan menyengsarakan, hanya sistem kesehatan dalam sistem Islam yg mampu mnjadi solusi berbagai masalah kesehatan

    Balas
  • 11 April 2020 pada 13:09
    Permalink

    Solusi semuanya memang kembali pada Islam

    Balas
  • 11 April 2020 pada 13:07
    Permalink

    Terhadap wabah pun islam punya solusi lengkap..saatnyavkembali kpd islam..

    Balas
  • 11 April 2020 pada 13:06
    Permalink

    aib dan cacat bawaan sistem kesehatan kapitalisme berlangsung pada kondisi tidak ada wabah sekalipun. Hanya saja, pada kondisi wabah ia menjadi kasat mata. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:59
    Permalink

    Saatnya tegakkan Khilafah

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:53
    Permalink

    Islam adlh agama yang diridhoi Allah.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:52
    Permalink

    Terima kasih Bu Dr. Rini Syafri (Doktor Biomedik dan Pengamat Kebijakan Publik) .. Salah satu aset bangsa yang langka .. Insan media muslimah ideologis dan juga tim .. Pesan yang sangat berharga .. Mari kita syiarkan secara meluas .. Baarakallaahu fiikum ..

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:33
    Permalink

    Pesan penting bagi Indonesia dan dunia

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:27
    Permalink

    Tidak dapat dipungkiri.. bahwa Islam memang sistem paripurna dan sempurna yang mampu mengatasi setiap persoalan hidup..

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:26
    Permalink

    Semua konsep kapitalisme ini benar-benar mendukung paradigma batil mereka tentang kesehatan. Di mana kesehatan dan nyawa manusia hanyalah objek untuk diindustrialisasi atau dibisniskan.

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:24
    Permalink

    Jazakillah ustadzah penjelasannya yang mustanir

    Balas
  • 11 April 2020 pada 12:17
    Permalink

    Semoga rezim kapitalis ini segera berakhir

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *