Tanya-Jawab: Dampak Virus Corona (Covid-19) [Bagian 3/4]

Pertanyaan ketiga: Apa pengaruh penyakit ini (Covid-19) terhadap harga minyak dan perekonomian global?

Jawaban oleh Syekh ‘Atha’ Abu Rasytah | Penjelasan ketiga: Dampak penyakit corona (Covid-19) terhadap harga minyak dan perekonomian global.

MuslimahNews.com, TANYA-JAWAB – Perekonomian global mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya, bahkan dalam situasi normal tanpa wabah. Lantas bagaimana dengan langkah-langkah global yang cenderung melakukan karantina dan isolasi baik total maupun parsial?

Sejatinya, langkah-langkah ini akan makin memperlambat ekonomi global, jika tidak, menyebabkan keruntuhannya:

Virus ini telah melumpuhkan perdagangan global dan menyebabkan harga minyak turun drastis, akibat harga minyak yang terus turun ke tingkat yang sangat rendah. Hal ini menciptakan perang harga antara Rusia dan Saudi, sebab Rusia terpaksa meningkatkan produksi minyaknya sebab Rusia sangat bergantung kepada minyak.

Sementara itu, Amerika mendorong Saudi meningkatkan produksi untuk menghadapi Rusia. Presiden Amerika Trump pada 19/3/2020 mengancam Rusia dengan mengatakan, “Amerika akan masuk dalam perang harga yang terjadi antara Saudi dan Rusia pada waktu yang tepat.” (al-Hurra Amerika, 19/3/2020).

Arab Saudi terjun ke perang demi Amerika, melawan Rusia untuk memperebutkan pangsa pasar pascarusaknya perjanjian Saudi-Rusia untuk membatasi produksi yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Kedua negara memompa minyaknya dengan kemampuan maksimalnya pada saat permintaan global mengalami penurunan tajam akibat penyebaran virus corona, hingga harga turun ke tingkat terendah selama 20 tahun pada pekan ini, akibat harga per barel turun menjadi US$28,75 untuk minyak Brent berjangka.

Terlepas dari sadarnya Rusia akan hubungan Saudi dengan Amerika, juru bicara perusahaan minyak Rosneft, Mikhail Lontiyev, mengatakan kepada kantor berita Rusia, “Semua jumlah minyak, yang dikurangi sebagai hasil perpanjangan perjanjian OPEC Plus telah dikompensasi secara penuh dan cepat di pasar global dengan minyak serpih Amerika…” (Reuters, 8/3/2020).

Meski demikian, mereka tidak bisa mengambil langkah apa pun terhadap hal itu. Saudi justru memperburuk krisis terhadap Rusia dengan memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian sebelumnya (mengurangi 2,1 juta barel), dan sebaliknya, memutuskan untuk meningkatkan produksi, di mana harga minyak hilang hingga sepertiga nilainya pada Senin lalu, sebagai kerugian harian terbesar sejak Perang Teluk tahun 1991.

Demikianlah, minyak mentah Brent berjangka turun 22% di tingkat US$37,05/barel, setelah sebelumnya turun 31% ke US$31,02/barel, level harga terendah sejak 12 Februari 2016 (Reuters, 9/3/2020).

Kemudian, harga minyak untuk para agen di Asia turun 6 dolar! Dan saat ini Rusia sedang mencari cara untuk kembali ke perjanjian OPEC Plus dan menunjukkan fleksibilitas untuk pengurangan baru.

Begitulah, perekonomian global berguncang keras akibat penyebaran virus corona, akibatnya harga minyak pun terus turun. Jika kondisi ini terus berlangsung, perekonomian global sangat mungkin berada di ambang kehancuran. [MNews/gz]

Pertanyaan pertama: https://www.muslimahnews.com/2020/03/28/tanya-jawab-dampak-virus-corona-covid-19-bagian-1-4/ tentang “Munculnya penyakit ini dan siapa di belakangnya”.

Pertanyaan kedua: https://www.muslimahnews.com/2020/03/31/tanya-jawab-dampak-virus-corona-covid-19-bagian-2-4/ tentang “Solusi Syar’i tentang masalah ini”

Bersambung ke bagian 4.

Bagaimana menurut Anda?

9 tanggapan untuk “Tanya-Jawab: Dampak Virus Corona (Covid-19) [Bagian 3/4]

  • 5 April 2020 pada 06:03
    Permalink

    Ternyata harga minyak selama ini dipermainkan

    Balas
  • 5 April 2020 pada 03:05
    Permalink

    Alhamdulillaah ..

    Balas
  • 4 April 2020 pada 21:12
    Permalink

    Ini diakibatkan para penguasa tidak tanggap dalam menghadapi wabah, malah terkesan lelet.
    Lain halnya dengan negara islam yang cekatan dan sigap menghadapi wabah^-^

    Balas
  • 4 April 2020 pada 20:59
    Permalink

    Tinggal menyaksikan kehancuran kapitlisme dan menunggu detik2 berdirinya Khilafah yg dinantikan Oleh umat aamiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *