Asma’ binti Yazid Al-Anshariyah ra: Sosok Muslimah Cerdas dan Tangguh

Muslimahnews.com, KISAH INSPIRATIF – Asma’ masuk Islam bersama para perempuan yang lebih dahulu masuk Islam dari kalangan Anshar melalui tangan Mush’ab bin Umair. Dia seorang wanita suci yang ideal dalam iman, ilmu, dan kesabaran, serta memiliki keutamaan yang banyak.

Ditambah lagi, ia termasuk perempuan yang meriwayatkan hadis Rasulullah saw. Dia termasuk perempuan yang berbaiat dan mujahidah yang hidup pada permulaan Islam di Madinah. Kelebihan lain yang dimilikinya adalah bahwasanya Asma’ binti Yazid merupakan seorang orator, singa podium dari kalangan perempuan mukmin.

Karenanya, bukan suatu hal yang aneh jika ia dipercaya menjadi delegasi atau wakil kaum perempuan dalam menyampaikan permasalahan yang berhubungan dengan perempuan pada Rasulullah saw dalam majelis syuro.

Asma’ pernah melontarkan sebuah pertanyaan yang mengundang decak kagum orang-orang yang mendengarnya. Sebuah pertanyaan yang dilandasi keimanan dan kerakusan untuk berbuat kebaikan semata demi keridaan Allah, bukan karena dikuasai paham feministik yang memelihara rasa iri kepada laki-laki semata karena prestise yang materialistis.

Kita simak kisahnya:

“Ya Rasulullah, aku mewakili kaumku untuk menanyakan kepada engkau. Bukankah Allah mengutus engkau untuk seluruh umat, baik laki-laki maupun perempuan. Kami beriman kepadamu dan Tuhanmu. Namun kami merasa diperlakukan tidak sama dengan kaum laki-laki.

Baca juga:  Peran Politik Perempuan dalam Islam

Kami adalah golongan yang serba terbatas dan terkurung. Kerja kami hanya menunggu rumah kalian (laki-laki), memelihara dan mengandung anak kalian, dan tempat pemuas nafsu laki-laki (suami). Kami tidak pernah diberi kesempatan untuk melakukan seperti yang dilakukan kaum laki-laki.

Kami tidak berkesempatan untuk mendapatkan pahala salat Jumat (karena memang tidak wajib), menengok orang sakit, mengantar dan merawat jenazah, berhaji (kecuali disertai mahram), dan amalan yang paling utama jihad fî sabîlillâh.

Ketika kalian pergi haji dan berjihad, kami bertugas menjaga harta dan anak kalian, menjahit pakaian kalian. Apakah mungkin dengan itu kami memperoleh pahala seperti amalan yang kalian lakukan ?”

Mendengar pertanyaan demikian, Rasulullah saw kaget dan bangga seraya berkata kepada para sahabat yang lain, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan yang lebih baik dalam soal agama selain dari perempuan ini?”

Para shahabat menjawab, “Ya Rasulullah, kami tidak menyangka dan berpikir bahwa perempuan itu akan bertanya sedemikian jauh. “ Maka Rasulullah bersabda, “Wahai Asma’ kau pahamilah dan nanti sampaikanlah kepada kaummu. Kebaktian kalian pada suami dan usaha mencai keridaannya telah meliputi dan menyamai semua yang dilakukan suami-suami kalian.”

Baca juga:  Peran Politik Perempuan dalam Islam

Jawaban yang singkat namun padat dan bermakna tinggi. Jawaban yang memberikan ketenangan bagi kaum perempuan beriman, karena kekhawatiran mereka salah dalam melangkah atau lalai dalam menjalankan aturan Allah serta karena sangat lobanya mereka untuk mendapatkan pahala dari Allah swt.

Asma’ pun dengan gembira segera pulang dan menyampaikan berita gembira tersebut pada kaum perempuan. Dan mereka menerima dengan senang hati, sami’na wa atha’na.

Asma’ adalah orang yang sangat haus akan ilmu. Ia senantiasa bertanya kepada Rasulullah tentang berbagai hal hingga kepada rinciannya, sehingga ia mendapatkan kejelasan tentang apa pun yang ditanyakan dan tidak ada lagi masalah yang dianggapnya rumit dan tersamar.

Di antara keluhuran perangainya, Asma’ binti Yazid adalah dalam hal hafalan dan pemahamannya tentang hadis nabi. Ia meriwayatkan hadis sebanyak 81  hadis. Ini menunjukkan bahwa Asma’ sangat memperhatikan ilmu dan ia pun sangat rajin mengunjungi Rasulullah saw dan ummul mukminin untuk bertanya tentang Islam.

Keluarga Asma’ adalah keluarga mujahid. Ayahnya Yazid bin As-Sakan Al-Anshary dan pamannya Ziyad bin Sakan Al-Anshary, adalah dua pahlawan penunggang kuda yang menjual dirinya bagi Allah, hingga mereka mati syahid dalam perang Uhud.

Baca juga:  Peran Politik Perempuan dalam Islam

Dalam perang Khandaq, Asma’ binti Yazid mengirimkan makanan untuk Nabi Muhammad dan para sahabat, demikian pula dalam perang Khaibar dan perang Yarmuk, ia memberi makan dan minum para prajurit yang kehausan dan mengobati orang-orang yang terluka.

Di samping itu, Asma’ bersama-sama dengan kaum perempuan bersiaga di garis belakang sambil terus menyemangati para prajurit Muslimin, sehingga jikapun ada prajurit yang mundur ke garis belakang, kaum perempuan mengacung-acungkan kayu, sehingga prajurit Muslim yang berniat mundur kembali maju dan memberikan perlawanannya kepada tentara Romawi.

Mereka pun terus bertempur hingga Allah memberikan kemenangan dan mampu mengalahkan pasukan Romawi. Adapun di antara pahlawan perempuan tercatat di antaranya Asma’ binti Yazid ra. Dia terjun dalam kancah pertempuran dan berhasil membunuh sembilan orang pasukan Romawi dengan menggunakan tiang penyangga kemahnya. [MNews] Sumber: Buku “Revisi Politik Perempuan”

Bagaimana menurut Anda?

17 tanggapan untuk “Asma’ binti Yazid Al-Anshariyah ra: Sosok Muslimah Cerdas dan Tangguh

  • 2 April 2020 pada 10:22
    Permalink

    Perempuan sperti inilah hanya lahir pada Peradaban Emas yg ddlmny dtrpkan Islam scra kaffah, aturan yg sempurna hingga menghasilkan bukan hanya satu permpuan nan cerdas ttapi ribuan generasi yg mmiliki pmikiran mustanir

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 17:37
    Permalink

    Subhanallah.. Kisah Inspiratif

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 11:53
    Permalink

    MasyaAllah. sahabiyah yang dirindukan syurga. semoga bis amengikuti jejak Beliau..aamiin

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 11:47
    Permalink

    masyaallah luar biasa membuat kita belajar banyak..

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 10:25
    Permalink

    Sosok muslimah cerdas dan tangguh

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 09:51
    Permalink

    Masya Allah, kisah yg sangat menginspirasi

    Beruntungnya bisa menjadi seorang muslimah, Allah telah memuliakannya

    Balas
    • 2 April 2020 pada 03:23
      Permalink

      Maa syaa Allah sangat menginsfirasi kaum wanita

      Balas
  • 31 Maret 2020 pada 09:07
    Permalink

    tauladan bg pr perempuan..,menunjukkan bhw pendidikan adalah hak perempuan jg..,tanpa hrs memperjuangkan emansipasi..,tp perjuangkan penerapan Islam..,ckp akan memenuhi hak2 perempuan..

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 06:39
    Permalink

    Bismillah,, MasYa Allah…sungguh luar biasa.. keimananNya Kepda Allah & rasulullah… Yg dicari Hnya Bgaimna Mendptkan Ridhoo Allah

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 05:18
    Permalink

    Pertanyaan beliau juga sangat mewakili pertanyaanku

    Balas
  • 30 Maret 2020 pada 22:27
    Permalink

    Beda perempuan masa kapitalis dengan islam, kapitalis menganggap perempuan sebagai mesin ekonomi untuk di peras, sedang islam melindungi perempuan dengan semua kemulyaannya

    Balas
  • 30 Maret 2020 pada 20:34
    Permalink

    tidak perlu mengejar kesetaraan untuk bisa mengemukakan pendapat…bukti nyata bahwa Islam jg memvmberikan porsi tersendiri utk mendengarkan pendpt kaum perempuan

    Balas
  • 30 Maret 2020 pada 20:17
    Permalink

    Masya Allah Tabarakallah semoga kita bisa meneladani Asma

    Balas
  • 30 Maret 2020 pada 19:58
    Permalink

    Sungguh luar biasa peran Asma’ binti Yazid al- Anshariy, mari kita tengok peran Stafsus di istana apakabarnya ya?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *