Tanya-Jawab: Dampak Virus Corona (Covid-19) [Bagian 1/4]

MuslimahNews.com, TANYA-JAWAB – Cina (Tiongkok) mengumumkan untuk pertama kalinya pada 4 Januari 2020, terutama di kota Wuhan, puluhan orang terpapar penyakit corona atau yang disebut Covid-19. Kemudian penyakit ini melingkupi hampir seluruh negara di dunia.

Banyak negara mengambil kebijakan lockdown –menutup perbatasan dan melarang berkeliaran di luar rumah–, bahkan menghentikan salat Jumat dan salat jamaah. Penyakit ini menjadi pukulan bagi perekonomian global. Amerika pun mulai saling tuduh dengan Cina.

Pertanyaannya: Apa sumber wabah ini? Apa dampak riilnya terhadap perekonomian global? Apa solusi yang sahih untuknya? Apakah boleh menghentikan salat jamaah dan salat Jumat karena wabah ini?

Jawaban oleh Syekh ‘Atha’ Abu Rasytah:

Virus corona disebut dengan nama Inggris “Crown yang berarti mahkota, karena bentuknya seperti mahkota ketika dilihat melalui mikroskop elektron. Pertama kali ditemukan pada 1960 dengan nama Corona Viridi/Coronaviridae.

Dari keluarga virus ini (Coronaviridae, ed.), terdapat virus SARS yang muncul pada tahun 2003 di wilayah Hongkong, Cina. Tercatat 8.422 korban terinfeksi, 916 orang di antaranya meninggal dunia. Lalu pada tahun 2004 dan 2005 muncul jenis virus baru.

Coronaviridae, https://en.wikipedia.org/wiki/Coronaviridae

Begitulah, virus mulai bermunculan di tahun-tahun berikutnya, khususnya tahun 2012 dan 2014, tetapi terbatas di beberapa negara dan dengan kadar yang kecil.

Lalu pada awal Desember 2019 di kota Wuhan, Cina, kembali muncul virus yang menyerupai virus SARS-2 dengan kemiripan 96% dan disebut corona 19 (disingkat Covid-19), yang dinisbahkan pada tahun kemunculannya, yakni 2019.

Beberapa orang yang terinfeksi di awal mula ada kaitannya dengan pasar hewan dan makanan laut di kota Wuhan, Cina. Dari sana, infeksi menyebar ke sejumlah negara tetangga. Adanya kemiripan sebesar 96% dengan virus corona Kelelawar membuat kesimpulan bahwa asal virus ini adalah Kelelawar.

Jumlah kematian pun meningkat drastis, kebanyakan di Cina, hingga jumlahnya mencapai lebih dari 81.193 kasus dengan lebih dari 3.000 meninggal dunia. Selanjutnya Italia, Iran, Spanyol, Prancis, lalu Amerika Serikat.

Kengerian pun menyebar di seluruh dunia karena penyebarannya yang begitu cepat. Hingga pada 24/3/2020, jumlah kasusnya mencapai sekitar 404.000 orang yang positif dan hampir 20 ribu meninggal dunia. (Deutch Welle, 25/3/2020)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, Pandemi Covid-19 mungkin bisa membunuh dua juta orang jika penyebarannya tidak dihentikan.” (Aero News, 19/3/2020). Karena itu, banyak negara menghentikan sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan kerumunan orang.

Demikian juga, banyak negara menyerukan larangan berkeliaran di luar rumah, memberlakukan karantina wilayah, juga peniadaan salat jamaah dan salat Jumat.

Dari yang demikian itu, muncul perkara-perkara yang perlu penjelasan:

  1. Apakah penyakit ini muncul karena perbuatan manusia? Atau seperti penyakit lain yang merupakan qadha’ dari Allah dikarenakan apa yang diperbuat oleh tangan-tangan manusia?
  2. Apakah dunia kapitalis mengatasi masalah ini dengan solusi yang tepat? Dan apa solusi syar’i dalam kondisi semisal ini?
  3. Apa pengaruh penyakit ini (corona) terhadap harga minyak dan perekonomian global?
  4. Apakah boleh disebabkan wabah penyakit ini ada pelarangan salat jamaah dan salat Jumat?
Baca juga:  Kebijakan Ekonomi Khilafah Jika Menghadapi Corona

Pertama: Munculnya penyakit ini dan siapa di belakangnya.

1- Awalnya, Covid-19 tersebar dari Cina (Tiongkok).

Studi ilmiah dan kesehatan mengatakan bahwa virus ini berpindah dari hewan ke manusia. Di Cina, sudah merupakan kebiasaan umum untuk memakan semua jenis hewan bahkan yang buas sekalipun. Sebab, mereka adalah orang kafir-paganis yang tidak membedakan mana yang buruk dan mana yang baik (thayyib).

Seperti yang kami sebutkan tadi, laporan media menunjukkan bahwa kota Wuhan Cina di provinsi Hubei dinilai sebagai pusat perdagangan daging-daging buruk ini, dan itulah yang menjadi pusat penyebaran penyakit ini.

Demikianlah, penyakit corona menyebar di Cina kemudian beralih ke Iran melalui orang-orang Cina yang bekerja di sana, di perusahaan kereta api Cina yang membangun rel baru melewati kota Qom. Lalu Iran dinilai sebagai pusat penyebaran penyakit tersebut di Timur Tengah.

Demikian juga, Italia membuka sejumlah sektor untuk investasi Cina mulai dari infrastruktur hingga transportasi. Laporan menunjukkan bahwa Lombardi dan Tuscany menjadi dua wilayah yang mendapat investasi Cina paling besar. Wilayah Lombardi pada 21 Februari lalu untuk pertama kalinya menjadi saksi kasus corona dan menjadi wilayah yang paling banyak kasusnya.

2- Amerika menyerang Cina atas kelalaiannya dalam memerangi wabah sejak awal dan kegagalan Cina dalam memeranginya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Li Jian menolak hal itu dengan sangat emosi. Dia menulis di akun Twitternya pada 13/3/2020, Pasukan Amerika mungkin yang membawa virus corona ke kota Wuhan Cina.” (ash-Sharqu al-Awsath, 13/3/2020).

Presiden Amerika Trump mengulangi serangannya terhadap Cina dengan mengatakan, “Dunia membayar mahal harga kelambanan Cina memberikan informasi seputar corona baru.” (Aero News, 19/3/2020).

Trump menyifati virus corona sebagai virus Cina ketika mengetweet pada 16/3/2020, “Amerika Serikat memberikan dukungan kuat kepada sektor-sektor yang terdampak paling besar dari virus Cina semisal penerbangan”.

Cina merespons melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina pada 17/3/2020 yang mengatakan, Komentar ini merusak citra Cina. Kami sangat marah dan menolaknya dengan keras.” (Russia today, 18/3/2020).

Baca juga:  Amankah Pembukaan Pariwisata di Era "New Normal Life"?

Ketika Cina mulai menyebarkan tuduhan yang dinyatakan di awal bahwa Amerika berada di belakang penyebaran virus, Washington memanggil duta besar Beijing di AS pada 13/3/2020.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika mengatakan, Penyebaran teori konspirasi itu berbahaya dan konyol. Kami ingin memperingatkan pemerintah Cina bahwa kami tidak akan toleran dengan hal itu untuk kepentingan rakyat Cina dan dunia. Cina ingin menolak kritik seputar perannya di awal wabah global ini”.

Kantor berita Xinhua menegaskan, Langkah-langkah yang dilakukan Beijing termasuk di dalamnya menerapkan karantina keras terhadap dua juta orang, memberi dunia “waktu berharga” untuk mempersiapkan diri dan itulah yang diakui oleh masyarakat internasional …” (Russia today, 15/3/2020).

3- Demikianlah, pecah perang kata antara Amerika dan Cina akibat menyebarnya virus corona SARS-2 (Covid-19) ini.

Masing-masing menuduh satu sama lain sebagai aktor langsung dalam menyebarnya wabah ini. Meski kedua sistem yang dianut di Cina dan Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari keduanya, bahwa mereka berada di balik penyebarannya, namun setelah diteliti maka menjadi rajih bahwa tidak adanya bukti konkret bahwa Amerika Serikat atau Cina adalah pihak yang menularkan atau merekayasa virus dan kemudian dengan cepat menularkannya ke negara-negara lain.

Hal itu karena dua sebab:

Pertama, kedua negara itu tenggelam hingga kedua telinganya di dalam penyakit ini!

Cina, di samping yang telah kami sebutkan sebelumnya, statistik terakhir penyakit corona menunjukkan bahwa jumlah kasusnya sebanyak 81.272 dan yang meninggal 3.273 orang, sebagaimana diumumkan Komite Nasional untuk Kesehatan di Cina. (al-Yawm as-Sabi’, 23/3/2020). Seandainya Cina yang ada di balik penyebaran penyakit ini, maka minimal pasti menentukan waktu untuk dirinya sendiri.

Adapun Amerika, berdasar statistik penyakit corona menurut CNN Health, jumlah yang meninggal karena virus meningkat hingga 704 orang. Sementara total kasus yang positif 52.976 orang (CNN arabic, 25/3/2020).

Amerika Serikat berada di urutan ketiga dari sisi jumlah kasus infeksi virus, setelah Cina dan Italia. Di bawah prosedur terbaru, sepertiga warga Amerika di tujuh negara bagian mematuhi perintah untuk berdiam di rumah (Stay at Home).

Ahad kemarin, negara bagian Lousiana dan Ohio mengumumkan larangan berkeliaran di luar, diperluas hingga cakupan negara bagian New York, California, Illinois, Connecticut, dan New Jersey (al-Jazeera, 23/3/2020). Demikianlah, seandainya Amerika berada di balik penyebaran penyakit ini, niscaya minimal Amerika akan menetapkan waktu untuk dirinya sendiri.

Kedua, bahwa tidak benar ucapan yang menyebut dua negara itu yang merekayasa virus Covid-19.

Sebab, tidak ada bukti bahwa virus tersebut dibuat di laboratorium. Jurnal medis Nature Medicine menyebutkan, Melalui perbandingan rantai genom yang sudah ada, untuk rantai virus corona yang sudah dikenal, kami dapat mengonfirmasi dengan kuat bahwa virus corona muncul dari proses alami.”

Jurnal tersebut juga mengatakan, Pandangan ini didukung oleh data tentang tulang punggung virus dan struktur molekulnya. Siapa yang ingin merekayasa virus di laboratorium (secara in vitro), maka akan terlihat di tulang punggung virus.” (https://www.npr.org).

Baca juga:  Virus Corona Mengganas, Ekonomi Indonesia Terimbas

Hal yang sama juga berlaku untuk negara seperti Rusia, Eropa, Iran, dan negeri kaum muslim lainnya. Secara rajih semuanya sangat mungkin terpengaruh dari salah satunya, Cina atau Amerika, dari sisi penularan penyakit.

Jika demikian, tidaklah kecuali sebagaimana firman Allah SWT,

﴿ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (TQS ar-Rum [30]: 41).


Kita semua paham apa yang dilakukan para kapitalis dan orang-orang seperti mereka atas kejahatan yang terjadi di dunia. Mereka takkan menghargai nilai kecuali demi kepentingan dan ambisi mereka. Penguasa Amerika, Cina, Rusia, Eropa, dsb., adalah penyebab kesengsaraan dunia dan penderitaan rakyat mereka.

Betapa banyak kejahatan mereka terhadap umat manusia. Merekalah yang membombardir manusia tak berdosa dengan bom atom, limbah uranium, dan bom napalm yang membakar. Mereka juga yang memperbudak suku-suku Afrika secara brutal dan menjadikannya sebagai ladang eksperimen biologi dan kimia mereka, serta perang genosida orang Indian yang merupakan aib di dahi mereka.

Juga berbagai kejahatan Cina terhadap Muslim Uighur yang memenuhi cakrawala. Kejahatan Rusia dan Serbia terhadap kaum Muslim di Asia Tengah, Balkan, dan Syam masih terus berlangsung. Kejahatan Inggris di India terhadap kaum Muslim dan non-Muslim masih terus berdampak hingga sekarang.

Semua kejahatan ini menegaskan bahwa para penguasa yang mengendalikan bangsa-bangsa di dunia adalah sebab penderitaan umat manusia. Benarlah apa yang difirmankan Allah yang Mahaperkasa,

﴿فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَؤُلَاءِ سَيُصِيبُهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ﴾

“Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.(TQS az-Zumar [39]: 51). [MNews/gz]

 

Bersambung ke Bagian 2, 3, dan 4.

Bagaimana menurut Anda?

23 thoughts on “Tanya-Jawab: Dampak Virus Corona (Covid-19) [Bagian 1/4]

  • 12 April 2020 pada 01:38
    Permalink

    Allahu Akbar
    Atur nuhuun pnjelasannya, sangat mencerdaskan.

    Balas
  • 1 April 2020 pada 03:52
    Permalink

    Semakin terbuka nyata bahwa sistem yang tidak disandarkan pada Islam tidak memperdulikan lagi kebaikan bagi kehidupan manusia

    Balas
  • 31 Maret 2020 pada 19:45
    Permalink

    Rindu Islam dengan kesempurnaan sistem aturannya

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 11:51
    Permalink

    Hanya Islam yg bisa memberikan solusi yg solutif atas semua masalah termasuk wabah virus corona

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 10:30
    Permalink

    Semoga banyak yang tercerahkan….

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 06:59
    Permalink

    Astaghfirulloh.. Subhanaka inni kuntum minadzdzalimin..

    Tulisan yg sangat bagus, MasyaAllah

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 06:45
    Permalink

    Ya Allaah… Lindungilah seluruh kaum muslimin,.

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 05:13
    Permalink

    MaasyaAllah,,semakin tercerah kan

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 04:50
    Permalink

    Kembali pada hukum islam dan tunduk menerima Segala Aturan NYA adalah jalan yg terbaik

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 02:10
    Permalink

    MasyaAllah penjelasan yg luar biasa. Terjawab sdh siapa dibalik wabah ini. Kl sebelumx msh siampang siur antara cina dan AS. Namun setelah membaca artikel diatas menjadi terang jawabannya. Dan semakin yakin bahwa ketika manusia meninggalkan syariat dalam mengatur kehidupan maka kerusakan penderitaan akan terjadi dimana mana. Syukron admin . ditunggu lanjutannya.

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 01:23
    Permalink

    Alhamdulillah lbh faham ttg fakta corona yg sebenarnya

    Balas
  • 29 Maret 2020 pada 00:04
    Permalink

    Jazakallah admin

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 23:02
    Permalink

    masyaAllah
    Jazakallah atas ilmunya
    Disini kita smua bisa yakin bahwa sanya,Islam akan memecahkan suatu problem atau masalah yang sesuai dengan fitrah,hati,dan tentunya memuaskan akal

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 22:31
    Permalink

    solusi untuk seluruh permasalahan hidup terutama wabah crona ternyata mau dibulak balik memang hanya islam kembalinya yakni dengan peranan syariah dan daulah khilafahnya.

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 22:20
    Permalink

    Barakallahu jazakillah Khoiron Katsiron atas pandangannya ttg Corona. Begitu mencerahkan.

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 22:11
    Permalink

    Jazakillah Khair atas ilmunya😉

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 21:24
    Permalink

    Masya Allah pembahasan yang sangat jelas ustdz.. Barakallah..

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 21:07
    Permalink

    Jazakallah , Alhamdulillah mendapatkan jawaban yang mustanir.

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 21:05
    Permalink

    sangat membuka pikiran, syukron katsir.

    Balas
  • 28 Maret 2020 pada 20:37
    Permalink

    Masya Allah..
    Jazakallah atas khasanah Ilmunya semoga Umat tercerahkan

    Balas
    • 30 Maret 2020 pada 22:10
      Permalink

      Tanggapan pendapat tentang virus covid 19

      Balas
    • 31 Maret 2020 pada 18:24
      Permalink

      Allohuakbar
      Jadi tercerahkan

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *