Pernyataan Berbahaya Ma’ruf Amin soal Terorisme Bermula dari Intoleran; Asma Amnina: Fitnah dan Bisa Memecah-belah Rakyat

MuslimahNews.com, KOMENTAR POLITIK – Pernyataan wakil presiden Ma’ruf Amin soal sikap dan pemikiran intoleran melahirkan sikap radikalisme dan bermuara pada tindakan terorisme yang mengganggu keamanan Indonesia, disebut pakar politik Islam Ustazah Asma Amnina sebagai “fitnah terhadap kaum muslimin”.

Dalam acara ulang tahun Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-66 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Ahad (23/2/2020) lalu, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa cara berpikir intoleran akan melahirkan fanatisme dan ego suatu kelompok.

Menurut mantan Rais Aam PBNU itu, fanatisme kelompok lekat dengan takfiri atau sebuah sikap yang gampang menuduh sesama muslim sebagai kafir. Ma’ruf Amin pun meminta semua pihak bisa mengawal agar pemikiran radikal tak berkembang di Indonesia. Hal itu bertujuan agar masyarakat Indonesia tetap rukun, damai, dan tentram. (CNN Indonesia, 24/2/2020)

Merespons hal itu, Ustazah Asma mengatakan, “Bukan saja fitnah, pernyataan seorang pemimpin seperti ini efeknya sangat berbahaya karena justru akan menimbulkan perpecahan di tubuh rakyat bangsa ini. Mengingat kaum muslimin intoleran itu tak terbukti sama sekali,” pada MNews, 26/2/2020.

Menurutnya, sejarah panjang justru membuktikan bahwa Islam ketika dalam naungan khilafah mampu memberikan kehidupan damai bagi seluruh alam, Islam sebagai rahmatan lil’ alamiin.

Fakta sebenarnya, lanjut Ustazah Asma, justru penyebab ketidakdamaian dan ketidaksejahteraan yang memicu sikap terorisme adalah ketika umat Islam dipimpin dalam sistem demokrasi sekuler yang kapitalistik seperti saat ini.

Baca juga:  Strategi Politik Busuk di Balik Narasi Radikalisme

“Maka sudah seharusnya kita mewaspadai sikap pemimpin seperti ini. Allah SWT telah mengingatkan kita untuk mewaspadai sikap memusuhi Islam karena ingin menyenangkan orang kafir,” tuturnya mengutip surah Ali ‘Imran ayat 118.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS Ali Imran[3]: 118)

Seperti diketahui, islamofobia di negeri kaum muslimin terbesar di dunia ini, disinyalir makin meningkat, terutama fobia akan bangkitnya kembali kekuatan Islam (kafah, ed.). Meski hal ini disanggah oleh Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan bahwa islamofobia tidak ada di Indonesia –dengan mengambil contoh Sri Mulyani masih salat dan puasa–, namun fakta begitu terang disaksikan umat Islam di negeri ini.

Baca juga:  Cina Lakukan Penghancuran Masjid Besar-besaran di Xinjiang

Terbukti, pelecehan bahkan tekanan terhadap Islam yang kerap terjadi. Baik atas simbol-simbol, ajaran-ajaran Islam maupun para ulama dan kelompok dakwah yang konsisten menyuarakan Islam kafah. Ide khilafah, jihad, cadar, jenggot, baju cingkrang, istilah hijrah, bahkan bendera tauhid distigma sebagai sesuatu yang harus diwaspadai.

Teranyar adalah pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi bahwa agama adalah musuh Pancasila serta sikap pribadinya yang “menyenggol” perihal salam untuk semua agama, semakin membuat rezim ini dicap sebagai rezim anti-Islam.

Dengan demikian, pernyataan Ma’ruf Amin yang menyatakan, “Jangan sampai berkembang narasi yang intoleran, narasi kebencian, narasi konflik dalam menyampaikan ajaran agama,” sangat tidak tepat sasaran bila ditujukan kepada kaum muslimin, terutama mereka yang menginginkan syariat Allah ta’ala tegak di bumi Allah ini. Islamofobia ini harus diakhiri. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *