; Cara Jitu Sistem Islam Mengatasi Penyebaran Penyakit Menular – Muslimah News

Cara Jitu Sistem Islam Mengatasi Penyebaran Penyakit Menular

Oleh: Ummu Naira (Forum Muslimah Indonesia/ ForMind)

MuslimahNews.com, OPINI – Wabah virus corona menjadi perbincangan dunia yang sangat meresahkan. Virus ini memiliki nama resmi Novel Coronavirus atau 2019-nCoV merupakan istilah ilmiah yang diberikan oleh Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat.

Virus ini telah menginfeksi ribuan orang, menghentikan semua perjalanan transportasi di beberapa kota besar di Cina, melumpuhkan perekonomian di Wuhan dan Huanggang, dan menyebar ke negara tetangga, seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, dan yang terbaru dilaporkan di Prancis dan Nepal. (suaramuhammadiyah.id, 27/01/2020).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang dapat mencegah atau mengobati wabah penyakit ini. Virus corona ini apabila mengenai manusia dapat menyebabkan infeksi pernafasan hingga berujung kematian.

Dokter spesialis paru RS Universitas Indonesia, Raden Rara Diah Handayani, menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Perbedaan virus corona dengan virus lain adalah virus ini memiliki virulensi atau kemampuan tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Dilansir dari BBC News, Dokter Diah menambahkan, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah Novel Coronavirus masuk ke Indonesia. Sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut, maupun udara untuk mendeteksi potensi gejala terjangkiti virus tertentu.

Wabah Penyakit Menular di Dunia

Selain virus Corona, sejarah mencatat penyebaran penyakit-penyakit menular di dunia. Adalah wabah Justinian, demikian dikenal luas, mulai muncul pada 541 Masehi di Mesir. Wabah pes bubonik yang pertama tercatat dalam sejarah.

Wabah ini dimulai di Mesir dan merebak sampai Konstantinopel pada musim semi tahun berikutnya. Dampak wabah ini menyebabkan 10 ribu orang tewas tiap hari. Bahkan, memakan korban hingga seperempat populasi di Mediterania timur.

Wabah The Black Death juga pernah menjadi catatan kelam dalam sejarah. Penyakit itu menewaskan tak kurang dari dua puluh juta orang Eropa dalam waktu enam tahun. Di era kini, beberapa contoh kasus penyakit yang dinyatakan pandemi antara lain: Flu H1N1 yang dulu dikenal dengan Flu Babi dan sejumlah penyakit serupa yang ditularkan dari hewan ke manusia (republika.co.id, 11/01/2018).

Cara Islam Mengantisipasi Penyebaran Penyakit

Islam telah memberikan anjuran untuk mengatasi penyebaran penyakit. Dari kitab Sahih Muslim Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Selain memberikan solusi nyata, Islam juga memberikan tuntunan sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jika datang sebuah wabah, Rasulullah berdoa untuk menghilangkan wabah penyakit tersebut.

Dari Aisyah ra berkata, Rasulullah saw pernah berdoa memohon agar Allah menjaga kota Madinah dari wabah penyakit. Berikut doanya:

“Ya Allah, jadikanlah Madinah sebagai kota yang kami cintai sebagaimana kami mencintai Makkah atau bahkan lebih dari itu. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kota dan penduduk kami, sehatkanlah Madinah buat kami dan pindahkanlah wabah penyakitnya ke Juhfah.” (Sahih Al-Bukhari No. 1756)

Kemudian, Rasulullah saw mengajarkan doa kepada para sahabat dari penyakit deman dan semua penyakit, agar mereka mengucapkan:

“Dengan menyebut nama Allah yang Mahabesar, aku berlindung kepada Allah yang Mahaagung dari kejahatan penyakit na’ar (yang membangkang) dan dari kejahatan panasnya neraka.” (Sunan Ibnu Majah No. 3517).

Dalam Sahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda (HR Muslim No. 2449), bahwa di jalan-jalan masuk ke Kota Madinah ada Malaikat pengawal, sehingga bahaya wabah penyakit menular dan bahaya Dajjal tidak dapat masuk ke kota itu.

Butuh Totalitas Peran Negara

Untuk mengatasi wabah penyakit yang sudah menjadi epidemi bahkan pandemi, tidak cukup peran dari segelintir kelompok, komunitas, atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Negara harus berperan aktif dalam menjaga keamanan makanan dan kehalalan pangan.

Negara juga bisa mengimbau rakyatnya untuk melakukan upaya mencegah terjangkit virus corona. Di antaranya melakukan penyuluhan kepada rakyat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Negara juga harus memenuhi kebutuhan pokok (makan) warga negaranya sehingga dapat hidup sehat, cukup nutrisi, dan memiliki pola makan seimbang.

Selain itu, negara melarang warga negara makan makanan mentah terutama berbahan dasar hewan. Secara umum, negara menerapkan aturan Islam dalam hal makan makanan yang harusnya halal dan thayyib.

Negara (pemerintah) harus berada di garda terdepan menangani bencana seperti ini. Misalnya, mengisolasi di kapal perang di lepas pantai (bukan di daratan), penanganan korban dan wilayah yang terkena wabah secara sigap dan cepat, serta melakukan berbagai upaya antisipatif agar daerah lain atau warga negara yang lain tidak ikut terkena dampaknya. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *