; Penaklukan Kota Roma – Muslimah News

Penaklukan Kota Roma

Oleh: Ummu Naira (Forum Muslimah Indonesia/ForMind)

MuslimahNews.com, OPINI – Saat Nabi Muhammad dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyampaikan risalah kebenaran Islam, suasana yang dialami beliau menjadi berubah. Pada saat itu masyarakat mulai membicarakan sosok beliau dan dakwahnya.

Pada awalnya masyarakat jahiliah tidak begitu memedulikan dakwah beliau. Mereka tidak melarangnya, mereka membiarkan saja, sebab dakwah dianggap sesuatu yang tidak mengancam kejahiliahan yang sedang berlangsung, meskipun mereka agak sedikit khawatir.

Namun setelah dakwah sudah semakin berkembang dan membesar, mereka baru menyadari bahaya dari dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Kemudian masyarakat jahiliah berkumpul untuk membicarakan strategi dalam rangka menentang dan memusuhi dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Abu Jahal sendiri mengakui bahwa Rasulullah adalah orang yang sangat baik yang tidak layak didustakan, namun yang didustakan adalah dakwah beliau.

Abu Jahal pernah berkata, “Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, tetapi kami mendustakan apa yang kamu bawa.” (HR Tirmidzi).

Pernyataan Abu Jahal ini lalu diabadikan di dalam Alquran: “Mereka sebenarnya bukan mendustakanmu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (TQS Al An’am (6): 33).

Pada awalnya mereka berpendapat bahwa untuk memerangi dakwah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam cukup dengan berbagai propaganda pendustaan dan tawaran-tawaran duniawi.

Rasulullah dihina dan dicaci maki dengan perkataan-perkataan yang kasar. Beliau difitnah dengan bermacam fitnah yang sangat menggelikan. Rasulullah juga ditawari dengan berbagai tawaran yang sangat menggiurkan, tentu dengan satu syarat yaitu menghentikan dakwahnya.

Berbagai cara yang hina, kotor dan menyakitkan terus-menerus dilakukan untuk menyerang Rasulullah, akan tetapi Rasulullah tetap konsisten pada jalan yang telah digariskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Persoalan pun semakin membesar, kedudukan para penguasa zalim mulai terancam, termasuk ajaran nenek moyangnya. Pada saat itulah mereka bertekad tidak akan mendiamkan dakwah Rasulullah dan para sahabat yang mulia.

Berbagai penganiayaan dan penyiksaan fisik mulai dilakukan. Itu semua dilakukan untuk menghentikan dan menumbangkan dakwah Rasulullah sampai akhirnya Rasulullah dan para sahabat diboikot secara total.

Ujian demi ujian datang silih berganti. Penderitaan yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabat sungguh sangat besar. Kaum muslimin pun mulai terpojok, mereka tidak bisa bergerak, seluruh jalan keluar tampak buntu. Kaum muslimin benar-benar dalam kesempitan, kondisi mereka semakin lemah, seluruh bahan logistik telah habis. Hingga akhirnya ujian itu sampai pada puncaknya.

Di tengah suasana yang sangat tidak menentu itulah Allah menurunkan pertolongannya. Pertolongan yang telah lama dirindukan oleh kaum muslimin. Allah memberikan pertolongan melalui nushrah dari masyarakat Madinah. Pada saat itulah kemenangan berada di tangan kebenaran (Islam).

Allah berfirman di dalam Alquran Surah Yusuf ayat 110: “Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi dan mereka menduga bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami. Selalu diselamatkan orang-orang yang kami kehendaki dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari orang-orang yang berdosa.” (TQS Yusuf(12): 110).

Di dalam ayat Alquran yang lain: “Dan Sesungguhnya telah didustakan rasul-rasul sebelum kamu akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka.” (TQS Al An’am (6): 34).

Demikianlah sunatullah dakwah yang memang harus terjadi. Itulah perjalanan dakwah yang dilalui oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Alur perjalanan dakwah seperti itu juga yang akan dialami oleh orang-orang yang selalu mengikuti Rasulullah.

Begitu juga apa yang terjadi dengan dakwah pada era sekarang. Dakwah terhadap penerapan syariat Islam secara kafah dianggap mengancam hegemoni kekuasaan yang ada. Negara-negara besar pengemban ideologi selain Islam seperti kapitalisme, sosialisme dan ideologi turunannya mulai kebakaran jenggot. Mereka ketakutan Islam dan negara pengemban ideologinya (khilafah) akan tegak kembali.

Rasulullah saw. memberikan bisyarah (kabar gembira) bahwa Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah akan kembali lagi. Imam Ahmad di dalam Musnad-nya berkata: Telah berkata Abdullah; telah berkata bapakku; telah berkata Sulaiman bin Dawud ath-Thayalisi; telah berkata Dawud bin Ibrahim al-Wasithi; telah berkata Habib bin Salim dari Numan bin Basyir bahwa Hudzaifah ibn al-Yaman berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,

“Di tengah-tengah kalian ada zaman Kenabian. Atas kehendak Allah zaman itu akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkat-nya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj Kenabian. Khilafah itu akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkat Khilafah itu jika Dia berkehendak mengangkatnya.

Kemudian akan ada kekuasaan (pemerintahan) yang zalim. Kekuasaan zalim ini akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.

Kemudian akan ada kekuasaan (pemerintahan) diktator yang menyengsarakan. Kekuasaan diktator itu akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.

Kemudian akan muncul kembali Khilafah yang mengikuti minhaj Kenabian. (Hudzaifah berkata): Kemudian beliau diam.” (HR Ahmad dan al-Bazzar).

Berikutnya janji Nabi yang akhirnya melahirkan kisah yang cukup fenomenal adalah kabar pembebasan Konstantinopel. Dalam sabdanya, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad)

Lalu dalam riwayat lain, salah seorang sahabat Nabi, Abu Qubail bercerita, “Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya, ‘Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Roma?’ Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Lalu ia berkata, ‘Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: ‘Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Roma?’ Rasul menjawab, ‘Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.’ Yaitu: Konstantinopel’.” (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Hadis ini dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata, “Hadis ini hasan sanadnya.” Syaikh Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadis ini sahih. (Lihat Silsilah Ahadits al-Shahihah 1/3)

Konstantinopel telah dibebaskan oleh pejuang besar kaum muslimin yaitu Muhammad al-fatih pada tahun 1453 Masehi. Kini, tinggal kota Roma, ibu kota Vatikan. Kota itu insya Allah akan dibebaskan oleh kaum muslimin dalam waktu dekat.

Kota yang menunggu kerja keras orang-orang saleh dan mukhlis untuk menaklukkannya. Kota Roma bisa dibebaskan jika Khilafah Ar-rasyidah tegak kembali. Wallahu a’lam bish-shawwab. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *