Optimisme Islam di Tahun 2020: Perubahan Menuju Kebangkitan Umat

Oleh: Ummu Naira (Forum Muslimah Indonesia/ForMind)

MuslimahNews.com, OPINI – Dunia terus berubah. Negara-negara yang dulunya adikuasa, telah terpecah-belah. Uni Soviet dengan hegemoni komunismenya hancur. Romawi dan Persia sebagai imperium di masanya, tinggal nama.

Bagaimana dengan umat Islam? Sejak tahun 1924 di mana institusi pelindung kaum muslimin dan penegak syariat Islam dihancurkan, umat Islam hingga di tahun 2019 masih menjadi remah-remah, juga terpecah-belah.

Kezaliman masih menimpa umat Islam di berbagai sudut dunia. Fitnah keji sebagai teroris dan radikal masih dilabelkan kepada umat Islam. Padahal, tak sedikitpun syariat Islam mengajarkan demikian.

Bagaimana dengan 2020? Saat ini, umat Islam wajib optimis dalam menghadapi berbagai macam masalah. Umat Islam memiliki potensi besar untuk menghadapi masalah tersebut. Masalahnya apakah umat menyadari potensi itu? Ini yang harus kita sampaikan ke tengah umat.

Apa saja potensi tersebut?

Pertama, jati diri sebagai muslim. Ini adalah kunci keberhasilan. Jati diri ini harus semakin ditunjukkan kepada umat bahwa muslim harus menjadi solusi, bukan sebaliknya menjadi sumber masalah.

Muslim harus menunjukkan sikap dan kepribadian yang baik, saleh, akhlaknya terpuji. Bukan stigma seperti jorok, pembuat onar, dan sebagainya. Seorang muslim harus berpikir dan berperilaku sesuai ajaran Islam.

Kedua, ukhuwah Islamiyah. Kita harus terus menjaga dan mempererat. Kita harus memperjelas siapa kawan, dan siapa lawan. Jangan sampai kita malah bermusuhan atau berselisih dengan saudara sesama muslim, apa pun harakah atau organisasinya.

Musuh bersama kita adalah para pembenci Islam dan negara-negara penjajah. Musuh bersama kita adalah pihak-pihak yang tidak menginginkan Islam tegak. Musuh bersama kita adalah ideologi sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.

Ketiga, potensi ajaran Islam Kafah itu sendiri. Kita semua memahami bahwa Islam dan syariatnya adalah solusi atas semua masalah manusia, tidak hanya bagi umat Islam tapi juga untuk umat agama dan kepercayaan lain.

Islam mampu memecahkan masalah pribadi manusia dan juga masyarakat secara komunal. Ajaran Islam itu luas, mulai dari masalah thaharah hingga masalah jihad.

Islam diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dengan seperangkat aturan untuk mengatur manusia mulai dari urusan ibadah hingga muamalah (urusan politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya).

Kita harus menyampaikan bahwa Islam adalah kunci keberkahan hidup manusia. Bukan hanya baik, tapi juga berkah.

Dunia terus dan terus berubah. Barat sedang mengalami self-destruction (merusak diri sendiri). Krisis ekonomi terjadi di kawasan Eropa hingga ke Asia. Mereka mengalami bubble economy (ekonomi semu ibarat balon), yang jika meledak maka akan membuat rentetan guncangan di Amerika dan Eropa.

Sementara pada negeri-negeri muslim, lembaga riset PEW Research Center menyatakan 39 negara Muslim setuju syariat Islam. Kongo 71 persen dan Indonesia 70 persen. Umat Islam harus istikamah mendakwahkan Islam politis dan ideologis, yang memang dibutuhkan umat saat ini.

Perubahan menuju kebangkitan Islam telah menunjukkan hasilnya dan Indonesia berpeluang besar menjadi pusat perubahan itu.

Kabar gembira (bisyarah) Rasulullah saw. bahwa kaum muslimin akan kembali berkuasa di muka bumi:

Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy; di mana ia berkata, “Dawud bin Ibrahim al-Wasithiy telah menuturkan hadis kepadaku (Sulaiman bin Dawud al-Thayalisiy).

Dan Dawud bin Ibrahim berkata, “Habib bin Salim telah meriwayatkan sebuah hadis dari Nu’man bin Basyir; di mana ia berkata, “Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, –Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadis Nabi saw.

Lalu, datanglah Abu Tsa’labah al-Khusyaniy seraya berkata, “Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadis Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, “Saya hafal khotbah Nabi saw.”

Hudzaifah berkata, “Nabi saw bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam.” (HR Imam Ahmad) [MNews]


 

Bagaimana menurut Anda?

3 thoughts on “Optimisme Islam di Tahun 2020: Perubahan Menuju Kebangkitan Umat

  • 14 Januari 2020 pada 10:35
    Permalink

    Bisyarah Rasulullah saw akan terwujud, dan saat itu tidak lama lagi. Aamiin

    Balas
  • 14 Januari 2020 pada 10:34
    Permalink

    Bisyarah Rasulullah saw akan terwujud Aamiin

    Balas
  • 14 Januari 2020 pada 05:08
    Permalink

    Janji siapakah yang pasti di tepati ? Selain janji Allah maka bersiaplah untuk memantaskan diri menjadi umat yang terbaik menyambut janji Nya ..Allahu Akbar ..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *