Keniscayaan Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah (2/2)

Oleh: DR. Rini Syafri (Doktor Biomedik dan Pengamat Kebijakan Publik)

MuslimahNews.com, TSAQAFAH — Tinta emas sejarah peradaban Islam membuktikan pada dunia bahwa khilafah adalah satu-satunya model pemerintahan berkarakter penyejahtera siapa pun hingga seluruh alam. Berlangsung selama puluhan abad dengan wilayah kekuasaannya yang membentang hampir di dua per tiga dunia.

Kesehatan

Ada banyak rumah sakit begitu megah hingga berkapasitas 8.000 tempat tidur. Nyaman lagi memadai dalam kelengkapan medis dan nonmedis. Tersebar dari pusat kota hingga ke pelosok negeri. Sampai-sampai rumah sakit berjalan diangkut oleh 40 ekor unta yang dilengkapi para dokter dan peralatan kedokteran serta obat-obatan untuk pelayanan terbaik.

Bersamaan dengan itu pelayanan yang diberikan dilingkupi dimensi sosial kemanusiaan sangat tinggi, gratis berkualitas terbaik,[7] hingga untuk yang berpura-pura sakit. Sebagaimana dipaparkan pakar sejarah kenamaan Khalil Syahin Azh-Zhahiri saat berkunjung ke salah satu rumah sakit di Damaskus tahun 831 H/ 1427 M.[8]

Hal yang sama juga dijelaskan sejarawan berkebangsaan Amerika Will Durant tentang pelayanan di rumah sakit Al Manshuri (683 H/1284 M) Kairo, “….Pengobatan diberikan secara gratis bagi pria dan wanita, kaya dan miskin, budak dan merdeka; dan sejumlah uang diberikan pada tiap pasien yang sudah bisa pulang, agar tidak perlu segera bekerja…”.[9]

Pendidikan

Sekolah tersedia tidak hanya di kota-kota tetapi hingga ke pelosok negeri. Berupa bangunan megah lagi nyaman untuk proses belajar-mengajar. Para guru dan dosen menjalankan tugas dengan penuh tulus dan dedikasi yang tinggi, digaji dengan nilai yang tinggi pula karena tingginya penghargaan Islam terhadap peran guru dan dosen.

Baca juga:  Khilafah: Ajaran Islam yang Wajib Diajarkan, Bukan Dihapuskan!

Hasilnya, setiap orang mengakses dengan begitu mudah pendidikan gratis berkualitas terbaik. Sementara itu tujuan dan sistem pendidikan yang berlandaskan akidah Islam yang melahirkan SDM unggul, dengan kemajuan sains teknologi melampaui eranya.

Pangan

Ketika di Eropa dalam setahun hanya menghasilkan satu jenis tanaman, wilayah pertanian Daulah Islam menghasilkan tiga atau lebih jenis tanaman tiap tahun secara bergilir. Hasilnya, di seluruh wilayah di sentra pertanian tumbuh ratusan varietas biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Wilayah yang dulunya sepi dan ditinggalkan penduduk, tumbuh menjadi daerah padat penduduk yang produktif bertani. Sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan hingga berlebih dan menjadi negara eksportir. Seorang sejarawan menulis, sistem pertanian Muslim Spanyol adalah ‘the most complex, the most scientific, the most perfect, ever devised by the ingenuity of man’.[10].

Bahkan tak jarang Khilafah mengirimkan bantuan pangan ke berbagai negara yang mengalami bencana kelaparan. Seperti kasus ‘The Great Hunger’ yang melanda Irlandia hingga satu juta orang meninggal pada tahun 1845-1852 M.

Air Bersih dan Kelestarian Lingkungan.

Air bersih tersedia berlimpah di kota-kota besar, seluruh pemukiman penduduk hingga desa dan wilayah pertanian. Kota-kota Islam abad pertengahan memiliki sistem pengelolaan pasokan air yang sangat maju untuk pengaliran air ke seluruh penjuru negeri.

Di Samarra air dibawa oleh hewan dan saluran pengumpan yang mengalirkan air sepanjang tahun.[11] Ahli geografi al-Istakhri (pertengahan abad ke-10) mengatakan bahwa di kota ada persediaan air untuk yang kehausan. Ia pun jarang sekali melihat penginapan, sudut jalan, atau lapangan tanpa pengaturan air es.[12]

Di Spanyol, pemandian umum ditemukan dengan mudah hingga desa terkecil; di pertengahan abad ke-[10]. Cordova sendiri memiliki 900 buah.[13] Tidak hanya perkotaan, pemukiman penduduk dan pedesaan, lahan-lahan pertanian pun terairi dengan memadai.

Baca juga:  Kriminalisasi Khilafah Ajaran Islam, Bendera Tauhid & Persekusi

Semua ini mengindikasikan bagaimana di bawah naungan khilafah daur air dan segala aspek yang penjaga keberlangsungannya terjaga. Baik hutan, iklim, sungai, dan danau.

Perumahan dan Pemukiman

Didesain sesuai dengan visi dan misi hidup muslim dan negara. Tidak saja tertata rapi, bersih, asri, dan resik, namun berlimpah dengan air dan di penuhi taman-taman serta penerangan yang memadai dan jalan-jalan yang nyaman dilalui. Bahan bangunan dan konstruksinya dirancang sesuai karakter alam seperti gempa.

Penataan ruangan dan jumlahnya disesuaikan tuntutan syariat. Sehingga benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Inilah pemandangan yang begitu kontras antara Timur dan Barat disaksikan para tentara salib. Sejarawan Barat, Erbstosser, menyatakan bahwa tentara salib (1095-1291) begitu terkesan dengan ukuran dan struktur kota.

Transportasi

Riset-riset tentang transportasi berkembang pesat, dan riset pesawat terbang sudah dimulai. Bersamaan dengan itu para khalifah menggunakan teknologi terkini dalam pengadaan moda transportasi dan infrastrukturnya, di laut maupun di darat.

Jalan-jalan raya yang luas dan nyaman tersedia hingga ke pelosok negeri. Moda angkutan tersedia secara memadai dan diberikan secara cuma-cuma, dengan jaminan keamanan, kenyamanan, dan aspek kemanusiaan yang tinggi. Diungkapkan sejarawan bahwa tersedia jalan raya beraspal yang luas dan panjang hingga ke luar kota,[14] dilengkapi lampu-lampu penerang dari minyak sayur.

Di Cordova, jalan setapak untuk jarak beberapa mil diterangi dengan cemerlang, beraspal, dan dijaga oleh petugas negara. Tidak lama setelah penemuan teknologi perkeretaapian Khalifah Sultan Hamid II pada tahun 1900 memberikan yang terbaik bagi publik. Berupa jalur kereta api Hejaz railway yang menyatukan dunia Islam, menghubungkan Damaskus ke Madinah, mempersingkat waktu tempuh dari 40 hari menjadi 5 hari.[15]

Baca juga:  Khilafah Ajaran Islam: Bukti Historis Khilafah (3)

Ini hanyalah sedikit fakta dari beribu kenyataan tentang kesejahteraan kehidupan insan di bawah naungan khilafah. Yakni ketika syariat Islam diterapkan secara kafah dalam bingkai khilafah. Kemajuan peradaban Islam berteknologi spektakuler namun tetap menjaga keluhuran budi dan aspek kemanusiaan yang begitu tinggi, menegaskan bahwa hanya peradaban Islam yang layak memimpin dunia.

Karena mengembalikan khilafah ke tengah-tengah kehidupan adalah kewajiban syariat, jalan kemuliaan, dan kebutuhan dunia yang mendesak untuk dipenuhi. Sungguh petunjuk dari Allah swt sajalah yang patut diikuti, “…. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, …. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Terjemahan QS An Nuur[24]: 35). Allahu A’lam. [MNews]

Baca bagian (1/2) https://www.muslimahnews.com/2019/12/21/keniscayaan-sejahtera-di-bawah-naungan-khilafah/

Catatan Kaki:

[7] . Muhammad T L. S. Hanafi. Muslim and Scientist.Medicine.Hal 295-303. https://ia601905.us.archive.org/17/items/MuslimScientist.pdf

[8] As-Sirjani, R. Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia. Al Kautsar. Jakarta. 2011. Hal. 529-530.

[9] W. Durant: The Age of Faith; op cit; pp 330-1 dalam http://alfutuhat.com/islamiccivilization/Medecine%20&%20related%20science/Hospitals.html#_ftn1

[10]http://muslimheritage.com/article/muslim-contribution-spanish-agriculture

[11] J. Lassner: Samarra; op cit; pp. 642-3. dalam http://alfutuhat.com/islamiccivilization/Cities%20of%20Islam/Urban.html

[12] Al-Istakhri: Kitab Masalik wal-Mamlik; ed. De Goeje (Leyden; 1927), p. 140 dalam http://alfutuhat.com/islamiccivilization/Cities%20of%20Islam/Urban.html

[13] S.P. Scott: History; op cit; vol 3pp 520-2. dalam http://alfutuhat.com/islamiccivilization/Cities%20of%20Islam/Urban.html.

[14] Ibid; pp. 643 dalam http://alfutuhat.com/islamiccivilization/Cities%20of%20Islam/Urban.html

[15] http://www.bbc.com. Jalur-kereta-api-hejaz-yang-menyatukan-dunia-islam.


 

Bagaimana menurut Anda?

One thought on “Keniscayaan Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah (2/2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *