Beralih dari Sistem Kapitalisme, Berharap kepada Islam Ideologis Kafah

“The way of life known as Western Civilization is on a death path.” (John Mohawk, pakar sejarah Amerika di The State University of New York)

Oleh: Ummu Naira (Forum Muslimah Indonesia/ ForMind)

MuslimahNews.com, OPINI – Ideologi kapitalisme tengah berjalan menuju kehancurannya. Amerika sebagai negara pengemban utama ideologi kapitalisme pun, telah melihat dirinya sendiri mulai hancur dan terancam kehilangan pamor.

Tentang tanda-tanda kehancuran AS, Frederick F. Clairmonth mempublikasikan tulisan yang berjudul USA: The Crumbling of Empire yang menyorot pemborosan dan pembengkakan utang AS. Clairmonth menyebut AS sebagai “an imperialist empire“, yang pada tahun 2003 saja menghabiskan dana 400 miliar USD.

Ekonominya bangkrut. Dari tahun 2007-2010, ekonomi Amerika telah kehilangan 16 triliun dolar. Tingkat pengangguran tinggi mencapai 17% dan setiap bulan 650 ribu warga Amerika kehilangan pekerjaan. Utang per kapitanya di dunia termasuk tertinggi. Setiap warga Amerika memiliki utang 13 kali lipat dibandingkan penghasilannya (kompasiana, 12/5/2015).

Secara moral, Amerika pun telah hancur. Survei yang dilakukan oleh Gallup, sebuah lembaga survei, menunjukkan bahwa hampir separuh orang Amerika percaya bahwa negaranya miskin moralitas dan lebih dari tiga perempat yakin mereka semakin buruk.

Baca juga:  Arogansi Rezim Kapitalis, Anggap Rakyat Beban Negara

Survei menemukan 49 persen orang Amerika menilai bahwa moralitas AS semakin menurun, berbeda dengan tahun 2002, di mana tiga puluh tujuh persen mengatakan nilai-nilai keadilan di Amerika semakin tinggi dan 14 persen mengatakan mereka sangat baik atau bagus.

Rating “buruk” sebelumnya yang tinggi –45 persen– datang pada tahun 2017, 2015 dan 2010. Peringkat tertinggi “sangat baik” atau “baik” adalah 23 persen pada tahun 2011. Ketika ditanya apakah moral AS memburuk, 77 persen setuju, sementara 18 persen mengatakan moral menjadi lebih baik. Antara 81 persen dan 82 persen orang yang disurvei dari 2006 hingga 2008 percaya nilai-nilai moral menurun (jurnas.com, 02/06/2018).

Dalam bukunya, A New Democracy: Alternatives to a Bankrupt World Order, Hurry Shutt, menulis bab berjudul “Capitalist Crisis and Threat to US Hegemony”. Shutt mengungkap berbagai krisis yang kini menimpa dunia pasca Perang Dingin berakhir.

Krisis ekonomi, runtuhnya kekuasaan sipil di berbagai negara, meningkatnya angka pengangguran, dan kemiskinan, telah menjungkirkan optimisme yang sempat merebak beberapa tahun pada awal dekade 1990-an (kompasiana, 12/5/2015).

Kapitalisme global ini mempromosikan nilai-nilai materialisme, konsumerisme, dan hedonisme. Kita bisa rasakan, ideologi Kapitalisme mengakibatkan ketidakadilan, kezaliman, kemiskinan, ketimpangan, kesenjangan tidak hanya di negeri-negeri muslim, tapi juga di negeri utama pengemban kapitalisme.

Baca juga:  Adu Kuat Indonesia vs Cina di Natuna, Jangan Kasih Kendor!

Lihat saja contohnya, ada belasan ribu gelandangan di AS, khususnya di Seattle, kotanya Bill Gates dan Jeff Bezos, dua orang terkaya di dunia (detik.com, 06/07/2018). Sebuah potret kesenjangan ekonomi hasil penerapan sistem kapitalisme.

Dengan demikian, posisi AS sebagai pemegang ideologi Kapitalisme, yang pernah menjadi trend setter dunia dan negara adidaya, kemungkinan akan tergantikan oleh pemain baru (kekuatan baru).


Siapakah dia?

Dunia saat ini sedang mengarah pada kekuatan Islam. Kebangkitan intelektual dan politik di Dunia Islam detik ini tak bisa kita tutup-tutupi. Bahkan para peneliti Barat pun berkesimpulan bahwa bangkitnya Islam kafah adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Islam sebagai ideologi dianggap layak untuk menggantikan posisi AS karena memiliki kekuatan yang dapat memimpin dunia.

Islam ideologis kafah memiliki fondasi kuat berupa akidah Islam. Dipancarkan melalui sebuah sistem kehidupan yang diampu oleh sebuah negara Islam adidaya.

Kita arahkan fokus pandangan kita ke depan. Apakah prediksi lembaga National Intelligence Council (NIC) di Amerika Serikat yang pernah merilis data tentang kebangkitan peradaban Islam–yang diprediksi akan berjaya di tahun 2020–itu akan terealisasi? Jika prediksi dari NIC ini dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. [MNews]

Baca juga:  Bansos dan BLT ala Kapitalis Sengsarakan Rakyat (Pengantar diskusi dan penjelasan sesi tanya-jawab)

Bagaimana menurut Anda?

3 tanggapan untuk “Beralih dari Sistem Kapitalisme, Berharap kepada Islam Ideologis Kafah

  • 12 Desember 2019 pada 04:51
    Permalink

    Janji Allah pasti datang

    Balas
  • 10 Desember 2019 pada 20:16
    Permalink

    Sepakat hanya Islam kaffah yang mampu menyelamatkan dunia dengan syariahNya yang membawa Rahmatan lil alamin.

    Balas
  • 10 Desember 2019 pada 20:11
    Permalink

    Sepakat hanya2mnulis Islam kaffah yang Mamou menyelamatkan dunia bahkan kehidupan setelah dunia ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *