; MT Harus Terdaftar di Kemenag. Ustazah Asma Amnina: Dalih Pemerintah untuk Mencurigai Ajaran Islam – Muslimah News

MT Harus Terdaftar di Kemenag. Ustazah Asma Amnina: Dalih Pemerintah untuk Mencurigai Ajaran Islam

MuslimahNews.com, NASIONAL – Peraturan pemerintah yang mengharuskan majelis taklim terdaftar di Kemenag bukan saja memicu polemik, tapi juga menyakitkan umat Islam. Hal ini disampaikan tokoh mubaligah Ustazah Asma Amnina merespons tindakan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal keharusan majelis taklim terdaftar ke Kementerian Agama (Kemenag).

Keharusan itu tertuang dalam Pasal 6 ayat (1) PMA 29/2019 tentang Majelis Taklim yang berbunyi: “Majelis Taklim sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 harus terdaftar pada kantor Kementerian Agama.”

Dikutip dari situs Kemenag, Menag Fachrul beralasan hal itu dilakukan agar mudah membina dan memberi bantuan dana kegiatan pada majelis taklim.

“Supaya kita bisa kasih bantuan ke majelis taklim. Kalau tidak ada dasarnya, nanti kita tidak bisa kasih bantuan,” ujar Menag Fachrul saat menjawab pertanyaan media usai menghadiri Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-53 UIN Imam Bonjol di Padang, Jumat (29/11/2019).

Menanggapi alasan ini, Ustazah Asma mengatakan niat baik tersebut tetap tidak bisa menutupi tujuan sesungguhnya, yang notabene jelas terbaca oleh masyarakat, yakni untuk mengontrol dan mengawasi umat Islam dalam berkumpul dan belajar.

“Padahal UU memberi jaminan bagi warga negaranya untuk berserikat dan berkumpul,” ujar Ustazah Asma pada MNews, Selasa (3/12/2019),

Pemerintah, lanjut Ustazah Asma, seolah mencurigai umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk negeri ini dan berupaya membangun “framing” bahwa ada dari ajaran Islam yang mengancam negeri ini. Hal ini jelas menyakitkan. Sebab, persoalan di negeri ini yang begitu banyak menzalimi rakyat, nyata-nyata bukan karena diterapkannya ajaran Islam.

“Sebaliknya, ini karena Pemerintah gagal mengurusi rakyatnya melalui berbagai peraturan yang bersumber pada sekularisme dan liberalisme,” papar tokoh mubaligah sekaligus pakar politik Islam ini.

Ustazah Asma pun menerangkan, Islam adalah agama yang membawa solusi sebagaimana firman Allah Swt. mengatakan Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

“Artinya semua ajaran Islam yang bersumber pada Alquran dan Sunah bukan saja diyakini kebenarannya, tapi juga memberi solusi atas persoalan apa pun yang terjadi pada manusia. Sebab itu umat Islam wajib menolak peraturan pemerintah yang menjadi alat untuk mengawasi dan mencurigai ajaran Islam,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Presiden Ma’ruf Amin justru mengonfirmasi pernyataan Ustazah Asma. Dilansir Tempo.co (2/12/2019), Ma’ruf menjelaskan tujuan Kementerian Agama mengharuskan majelis taklim terdaftar adalah untuk mendeteksi radikalisme.

“Untuk data saya kira perlu, supaya ada majelis taklim, jangan sampai ada majelis yang menjadi sumber persoalan, tahu-tahu mengembangkan radikalisme,” kata Ma’ruf di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ma;ruf Amin (berkaca mata).

Disayangkan MUI

Selain Ustazah Asma selaku tokoh mubaligah yang kontra dengan perilaku Kemenag, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas pun merasa bingung dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah belakangan ini. Khususnya menyoal Permenag 29/2019 tentang Majelis Taklim.

“Saya bingung melihat langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah akhir-akhir ini. Kok, sepertinya semua aspek kehidupan dan aktivitas dari masyarakat mau diatur dan akan dibiayai oleh pemerintah,” keluh Anwar pada Sabtu (30/11/2019), dikutip dari pojoksatu.id.

Anwar khawatir justru kebijakan mantan wakil panglima TNI itu akan memasung inovasi dan kreativitas masyarakat, di mana pemerintah seolah-olah ingin mengatur setiap aspek kehidupan masyarakat.

“Bisa jadi masyarakat khususnya umat Islam kecewa karena merasa kebebasan mereka dikekang,” Anwar menyatakan.

Anwar mengharapkan Pemerintah bisa menempatkan dirinya sebagai abdi [pelayan, ed.] masyarakat.

“Sosok yang harus ditampilkan oleh pemerintah bukan sebagai penguasa, tapi sebagai abdi masyarakat agar rakyat dan masyarakat luas bisa hidup dengan tenang aman dan damai,” ujarnya. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *