; Membersihkan Benalu dari Tanah Palestina - Muslimah News

Membersihkan Benalu dari Tanah Palestina

Oleh: Chusnatul Jannah (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

MuslimahNews.com, OPINI — Serangan roket kembali dilancarkan Israel ke jalur Gaza. Sejak bentrokan dimulai 12 November 2019, sebanyak 34 warga Palestina meninggal, 111 luka-luka, dan 500 unit rumah hancur secara menyeluruh dan sebagian. Duka yang tak berkesudahan. Tak puas mencaplok sebagian besar wilayah Palestina, Israel membangun permukiman ilegal di Tepi Barat. Itulah yang memicu Palestina kembali memanas.

Meski terjajah, rakyat Palestina mampu bertahan dari kebengisan Israel. Berladang dan bertani adalah sumber penghidupan mereka. Gaza adalah salah satu wilayah yang subur. Dari sinilah kehidupan rakyat Palestina tersambung. Mampu bertahan di tengah jajahan Israel.

Penderitaan kaum muslim Palestina bermula sejak negara Yahudi itu dideklarasikan berdiri secara “resmi” oleh PBB. Deklarasi Balfour yang diterbitkan pada 9 November 1917 menjadi titik awal Yahudi menggerogoti wilayah Palestina. Dari deklarasi itu Yahudi mendapat dukungan internasional untuk pendirian tanah Yahudi di Palestina. Dengan dukungan penuh Britania Raya, tanah Yahudi resmi berdiri.

Kekalahan Khilafah Ustmani pasca-Perang Dunia I berimbas pada melemahnya posisi negara Khilafah di mata dunia. Korban pertama atas pelemahan itu adalah Palestina. Dari sinilah sang Benalu mulai tumbuh menjajah negeri Para Nabi.


Dukungan AS Perkuat Penjajahan Israel

Ibarat benalu, Israel tumbuh menumpang dan mengisap tanah Palestina yang ditumpanginya. Ia parasit bagi muslim Palestina. Ia tumbuh subur berkat bantuan dan dukungan total Amerika. Jika benalu ini terus dibiarkan, ia akan bertambah banyak dan menyebabkan Palestina hancur dan pada akhirnya punah dicaplok Israel.

Untuk membersihkan benalu dari tanah Palestina, mau tidak mau harus memutus apa pun yang membuatnya tumbuh dan berkembang biak. Dukungan penuh AS terhadap Israel sejatinya telah membuka borok AS. Negara yang menyebut dirinya polisi dunia dan antiteror itu nyatanya menjadi negara pendukung utama teroris seperti Israel.

Lantas, mengapa kaum muslim dunia masih saja berharap pada PBB yang notabene disetir AS?

Untuk membersihkan Israel dari Palestina, kaum muslim harus berani mengambil langkah konkret dan taktis. Pertama, jangan lagi berharap pada lembaga dunia seperti PBB. Hadirnya PBB tak berpengaruh pada nasib Palestina. Dewan Keamanan PBB mandul karena peran sentral AS di lembaga tersebut.

Sebagai contoh, keanggotaan Indonesia sebagai anggota DK PBB tak berimplikasi apa pun terhadap perilaku Israel yang makin biadab. Hanya kutukan dan kecaman yang nyaring dibunyikan, namun minim hasil. Israel bergeming. AS tutup mata dan telinga. 

Kedua, menyeret Israel ke  Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan adalah hal yang mustahil. Dukungan AS menjadi alasannya. Ia tak akan membiarkan ‘golden boy’-nya diadili. Hal itu tampak dari keputusan AS yang tak lagi memandang ilegal permukiman Israel di wilayah Palestina. AS akan berjuang mati-matian demi Israel. Dari masa ke masa dukungan AS kepada Israel tak berubah meski berganti presiden. Jadi, lupakan saja keinginan mengadili Israel ke Mahkamah Internasional.

Ketiga, “two state solution “dan diplomasi bukanlah solusi. Membagi dua tanah untuk Palestina dan Israel adalah bentuk pengkhianatan. Palestina adalah tanah kharajiyah yang diperoleh dengan darah dan air mata kaum muslim. Selamanya akan menjadi milik kaum muslimin. Sementara Israel hanyalah entitas parasit yang menumpang hidup di Palestina. Keberadaannya  sebagai negara dipaksakan oleh Barat. Berbagai jalan diplomasi hingga gencatan senjata tak memberi arti apa-apa. Menghadapi Israel bukanlah dengan diplomasi atau duduk manis berdiskusi. Israel hanya bisa dibasmi dengan memeranginya.

Keempat, persatuan kaum muslim harus diwujudkan. Palestina adalah ujian ikatan akidah. Palestina adalah cobaan ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah itu tak tampak tatkala nation state telah mengerat tubuh kaum muslim menjadi puluhan negara. Karena negara bangsa inilah yang membuat Liga Arab sulit melawan Israel meski mereka mendukung Palestina. Namun dukungan itu bagai lip service semata. Tak ada tindakan nyata dari Liga Arab untuk mengusir penjajah Yahudi dari tanah Nabi. Hal itu dikarenakan kepentingan politik dan kerja sama mereka dengan Israel. Di satu sisi mendukung, di sisi lain berjabat tangan dengan pembantai muslim Palestina. Akidah pun tergadai atas nama kepentingan bangsa.

Telah banyak kesepakatan dan perundingan yang dilakukan, namun hal itu tak mengubah sikap bebal Israel. Meski berkali-kali Israel melanggar hukum dan konsensus internasional, tak ada negara satu pun di dunia ini yang berani memerangi Israel secara terang-terangan. Dukungan terhadap Palestina hanya berkutat pada kecaman, bantuan makanan dan obat-obatan, solidaritas, serta kemanusiaan.

Palestina membutuhkan lebih dari itu. Pembebasan tanah atas Israel. Kehidupan yang tenang dan sejahtera. Itulah yang paling mereka butuhkan.


Khilafah, Solusi Hakiki

Masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin. Tak boleh ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain. Apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel. Karena itu sikap seharusnya terhadap Israel yang telah merampas Tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah Swt. perintahkan, yakni perangi dan usir! Demikian sebagaimana firman-Nya:

﴿قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ﴾

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin.” (TQS at-Taubah [9]: 14).

Oleh karenanya, harus ada kekuasaan Islam yang menyerukan jihad fii sabilillah. Tak ada solusi lain bagi Palestina selain Khilafah Islamiyah. Dengan Khilafah, sekat bangsa akan tercerai, persatuan kaum muslim akan mewujud, akidah Islam menjadi pondasi kekuatan Islam.

Khalifah akan menyerukan jihad memerangi musuh-musuh Islam. Hanya jihad dan khilafah solusi fundamental untuk Palestina dan negeri muslim lainnya yang masih terjajah. Mau berapa bukti lagi bahwa tanpa Khilafah umat tertindas dan tercerai berai?

Hanya Khilafahlah rumah dan tempat aman bagi kaum muslim meminta perlindungan. Dengan Khilafah kaum muslimin terjaga kehormatan, nyawa, dan hartanya. Semoga Allah segerakan untuk kita. Wallahu a’lam. [MNews]


Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *