Menag Melarang Khilafah? Bersiaplah Berhadapan Langsung dengan Allah

” Cukuplah Allah sebagai pelindung.”


MuslimahNews.com, NASIONAL – “Mau dilarang atau tidak oleh pemerintah, tidak ada masalah. Karena Khilafah adalah ajaran Islam, syariat Allah. Tegaknya Khilafah adalah wa’dullah, janji Allah. Juga bisyarah Rasulullah, kabar gembira dari Rasulullah. Janji Allah adalah pasti. Semua manusia melarang dan menghalangi pun, Khilafah pasti tegak, insya Allah,” tukas Aktivis Lingkar Studi Tsaqafah Islam, Wiwing Nuraini pada MNews, Jumat (1/11/2019). Hal ini disampaikan sebagai respons pernyataan kontroversial Menteri Agama Fachrul Razi yang hendak melarang penyebaran paham Khilafah.

Pelarangan itu sendiri mengemuka dalam lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid pada Rabu (30/10/2019), di Hotel Best Western, Jakarta. Di hadapan para imam masjid, Mantan Wakil Panglima TNI itu menyatakan sikap tersebut berdasarkan arahan Presiden Jokowi kepada seluruh menteri terkait radikalisme.

Bukan hanya melarang, Fachrul bahkan akan membatasi proses perdebatan terkait Khilafah dan berencana membuat aturan resmi mengenai hal itu. Kemenag sendiri akan berperan mengeluarkan berbagai rekomendasi untuk ditindaklanjuti para penegak hukum.

“Memang kalau ngomong Khilafah ini, kan, kalau dilihat dari aspek-aspek Alquran atau hadis-hadis dan lain sebagainya, kontroversial. Kalau kita berdebat enggak akan selesai-selesai,” kata Fachrul, dilansir CNN Indonesia, 31/10/2019.

Selain itu, Fachrul Razi juga blak-blakan mengajak untuk menganggap Khilafah sebagai musuh semua negara. Ia beralasan tak satu pun negara berdaulat di dunia ini yang menerima penyebaran paham Khilafah.

“Di mana-mana, di muka bumi ini, yang sekarang sudah negaranya nation state, negara berdaulat, pasti tidak akan ada menerima Khilafah. Dianggap saja dia (Khilafah, red.) jadi musuh semua negara,” katanya.

Terkait hal ini, Ustazah Wiwing–sapaan akrabnya–mengungkapkan dugaan mengapa anggapan tersebut bisa muncul. Menurutnya, ini akibat perdebatan dilakukan oleh orang-orang Islam sendiri, namun yang pemikirannya sudah terkena pemikiran sekuler dan liberal kuffar Barat.

“Wajar berdebat enggak ada habisnya, karena yang mendebat adalah orang-orang Islam yang sudah terkena pemikiran sekuler dan liberal produk kuffar Barat, di mana pemikiran mereka tidak layak disebut sebagai pemikiran Islam,” jelasnya.

Ide Khilafah, lanjut Ustazah Wiwing, sesungguhnya bukan sesuatu yang aneh. Para ulama-ulama salaf tidak berbeda pendapat mengenai wajibnya Khilafah. Bahkan, para imam mazhab yang empat yakni Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali pun menyepakatinya.

Soal Khilafah yang dianggap mengancam keutuhan bangsa, Ustazah Wiwing menyebut anggapan tersebut ahistoris, sebab fakta sejarah mencatat keberhasilan Khilafah mempersatukan berbagai bangsa dan ras di dunia. Bahkan, nonmuslim yang tinggal di dalamnya pun merasakan kesejahteraan ketika hidup dinaungi Khilafah.

“Justru Khilafah akan mempersatukan bukan hanya Indonesia, tapi juga kaum muslimin di seluruh dunia,” tegasnya.

Soal anggapan tak ada negara berdaulat yang menerima Khilafah, Ustazah Wiwing menerangkan bahwa negara-negara yang dimaksud adalah negara yang mengadopsi konsep nation state yang bertentangan dengan Khilafah. Konsep Khilafah, ia menjelaskan, akan menyatukan kaum muslimin yang ada di negara-negara bangsa tersebut menjadi satu negara adidaya yakni Khilafah.

“Ya jelas tidak menerima, negara-negara yang dimaksud mengadopsi konsep nation state, sementara Khilafah malah menyatukan kaum muslimin yang ada di negara-negara tersebut menjadi satu negara besar nan kuat, negara Khilafah. Dan inilah yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya,” terangnya.

Menurutnya, konsep nation state di negeri-negeri muslim sendiri justru muncul akibat hancurnya Khilafah oleh persekutuan negara-negara kuffar Barat. Secara fakta, Khilafah eksis berabad-abad lamanya serta menjadi negara adidaya di dunia.

“Selama kaum muslimin masih mengadopsi pemikiran ini (nation state, red.), maka mereka tidak akan pernah bisa bersatu. Mereka akan terus terpecah belah, lemah, dan hina. Sebagaimana fakta negeri-negeri muslim hari ini,” ujarnya.

Ustazah Wiwing pun mengatakan tak masalah bila Khilafah dianggap musuh oleh siapa pun, karena mereka akan langsung berhadapan dengan yang memerintahkan tegaknya Khilafah, yaitu Allah Swt. Sang Pencipta alam semesta dan seluruh isinya.

“Cukuplah Allah sebagai pelindung. Hasbunallahu wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mannashir,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, selain akan melarang penyebaran paham Khilafah, Menag yang mengaku bukan menteri agama Islam saja ini juga menuai polemik akibat menyatakan akan melarang orang bercadar masuk ke instansi pemerintahan, larangan celana cingkrang bagi ASN, mengatur ceramah para ustaz yang tidak sesuai (pemerintah), dan mengimbau agar doa-doa sebagian besar dialihbahasakan ke bahasa Indonesia. [MNews]


Apa komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *