Cara Membela Agama Islam Sesuai Kehendak Allah dan Rasul-Nya

Dalam menjalankan roda kehidupan harus senantiasa mengikuti jalan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, yaitu syariat Islam. Kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.


Oleh: Dr. Rohmah

MuslimahNews.com, TSAQAFAH – Ma’had Jami’ah IAIN Salatiga mengadakan pengajian akbar bersama Gus Miftah Habiburokhman di halaman kampusnya, Jumat (12/10/2019) malam. Dalam tausiahnya, Gus Miftah mengingatkan pentingnya sikap keberagaman yang moderat.

Gus Miftah mengawali ceramah dengan menyampaikan keprihatinan atas fenomena ekstremisme di Indonesia dan mengajak mahasantri untuk menjadi agen perubahan. Beliau mengajak untuk bela kebaikan: aksi bela tauhid dengan tahlilan, aksi bela Nabi dengan selawatan, aksi bela ulama dengan manakiban, aksi bela negara dengan istighosahan, aksi bela Alquran dengan semaan, dan aksi bela ilmu dengan sorogan. (Salatiga, pripos.id, 15/10/2019)

Tata Cara yang Tepat Sesuai Alquran Hadis

Membela tauhid, membela nabi, membela ulama, membela negara, membela Alquran, dan membela ilmu, itu semua termasuk dalam membela agama dan aktivitas ibadah. Karenanya harus memperhatikan tata cara yang terdapat dalam Alquran dan Hadis.

Maka, aksi bela tauhid tidak cukup dengan tahlilan, aksi bela nabi tidak cukup dengan selawatan, aksi bela ulama tidak cukup dengan manakiban, aksi bela negara tidak cukup dengan istighosahan, aksi bela Alquran tidak cukup dengan semaan, dan aksi bela ilmu tidak cukup dengan sorogan.

Pembelaan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan bukti keimanan dan kecintaan kepada-Nya. Agar pembelaan sesuai dengan perintah agama Islam, maka harus bersumber dari Alquran dan Hadis.

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk membuktikan iman dan cintanya kepada Allah dengan cara mengikuti Allah dan Rasul-Nya: menghalalkan dan mengharamkan sesuatu sesuai dengan ketetapan hukum Allah, serta mencintai dan membenci karena Allah.

Baca juga:  Akibat Mengabaikan Amar Makruf Nahi Mungkar

Dalam menjalankan roda kehidupan harus senantiasa mengikuti jalan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, yaitu syariat Islam. Kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.

Mengikuti Allah dan Rasul-Nya adalah mengikuti syariat Islam dalam seluruh perkataan dan perbuatannya di seluruh aspek kehidupan, baik urusan dunia maupun akhirat; baik urusan individu, keluarga, masyarakat, maupun negara.

Firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 31-32:

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣١ قُلۡ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَۖ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٣٢

“[31] Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [32] Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

Dalam Mukhtashar Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan tafsir QS Ali Imran ayat 31:

“Orang yang mengaku mencintai Allah tapi tidak berada di jalan syariat Nabi Muhammad Saw., maka sebenarnya dia bohong dalam pengakuannya, sampai dia mengikuti syariat dan agama Nabi Muhammad Saw. dalam seluruh perkataan dan perbuatannya, serta dia benci dan cinta karena Allah. …

… Jika mengikuti syariah dan agama Nabi Muhammad Saw., niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu, karena mengikuti Rasulullah Saw., maka kamu akan mendapat berkah dari Allah. …

… Perintah Allah ada yang secara umum untuk Rasulullah dan umatnya (Ini yang wajib diikuti kaum muslimin), dan ada yang secara khusus, hanya untuk Rasulullah. Selanjutnya Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling/menyalahi perintah-Nya, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. …

Baca juga:  Syaithan Akhras (Setan Bisu) dan Jubir Setan, Berbahaya bagi Islam

… Hal ini menunjukkan orang-orang yang menyalahi jalan Allah dan mengingkarinya, maka Allah tidak menyukainya. Jika mengaku sebagai seorang mukmin yang mencintai Allah, mengaku orang yang mendekatkan diri kepada Allah–berusaha mengapai rida-Nya–,wajib baginya mengikuti Rasulullah–Nabi dan Rasul terakhir utusan Allah bagi seluruh makhluk, baik jin maupun manusia–, bahkan para Nabi, para Rasul–ulul azmi– pun mengikuti beliau, insya Allah. …

… Mereka masuk ke dalam ketaatan dan mengikuti syariahnya Nabi, sebagaimana ditetapkan dalam firman Allah QS Ali Imran ayat 81 yang artinya: “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.”. (Mukhtashar Ibn Katsir, QS Ali Imran ayat 31).

Tata cara membela agama Allah telah dijelaskan dalam Alquran sebagai berikut:

Berperang bersama Nabi melawan musuh-musuh kaum muslimin dan musuh-musuh Allah (Tanwir Miqbas, Tafsir QS Muhammad : 7); Menolong syariat-Nya dengan cara: Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan dalam Islam, menjalankan aktivitas kehidupan berdasarkan minhaj yang lurus–sesuai Alquran Hadis. Penjelasan ini terdapat dalam Tafsir Al Qaththan, Tafsir QS Muhamad ayat 7. Dalam Alquran dan hadis banyak kita temui dalil yang mewajibkan untuk membela/menolong agama Allah; membela/menolong Allah dan Rasul-Nya. Di antaranya

Baca juga:  Ma’al Hadits Syarif: Kewajiban Manusia ketika Melihat Kemungkaran

Firman Allah dalam QS Muhamad ayat 7:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧

 Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Ibn Abbas menafsirkan QS. Muhamad; 7: Hai orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhamad dan Alquran, jika kamu menolong (agama) Allah/ menolong nabi Muhamad SAW dengan berperang melawan musuh, maka Alloh akan menolongmu dengan mengalahkan musuh dan Dia akan menolongmu serta meneguhkan kedudukanmu dalam peperangan agar tidak terkalahkan. (Ibn Abbas, Tanwir Miqbas, Tafsir QS. Muhamad ayat7).

Sedangkan Imam Al Qaththan menafsirkan QS Muhamad ayat 7:

“Hai orang-orang mukmin, tolonglah agama Allah dengan melakukan berbagai aktivitas antara lain: Menolong syariat-Nya; melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan dalam Islam; menjalankan aktivitas kehidupan berdasarkan minhaj yang lurus (sesuai Alquran Hadis), niscaya Allah akan menolongmu dengan mengalahkan musuh-musuhmu dan meneguhkan kedudukanmu. Ini adalah janji yang benar dari Allah. Sungguh orang-orang mukmin terdahulu telah memperoleh pertolongan dari Allah, maka sekarang kami adalah orang-orang yang mencari pertolongan Allah dengan menolong agama-Nya dan berjalan sesuai minhaj-Nya, sehingga Allah menolong kami dan menetapkan kedudukan kami, serta Allah tidak mengingkari janji.” (Imam Al Qaththan, Tafsir Al Qaththan, Tafsir QS Muhammad ayat 7).

Sementara Imam Zamaksyari menafsirkan QS Muhammad ayat 7:

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya, niscaya Dia akan menolongmu atas musuhmu, menaklukkan wilayah untukmu, dan meneguhkan kedudukanmu di medan peperangan/pada pusat sasaran Islam.” (Imam Zamaksyari, Tafsir Al Kasysyaf, Tafsir QS Muhammad ayat7).

Demikianlah, aksi bela tauhid tidak cukup dengan tahlilan, aksi bela nabi tidak cukup dengan selawatan, aksi bela ulama tidak cukup dengan manakiban, aksi bela negara tidak cukup dengan istighosahan, aksi bela Alquran tidak cukup dengan semaan, dan aksi bela ilmu tidak cukup dengan sorogan. Akan tetapi kembali merujuk kepada Alquran dan Hadis bagaimana pembelaan yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. [MNews]


One thought on “Cara Membela Agama Islam Sesuai Kehendak Allah dan Rasul-Nya

  • 17 Oktober 2020 pada 19:24
    Permalink

    Bagaimana hendaknya menolong Agama Alloh dan Rosululloh dimasa sekarang ini ustad? Yang kita tahu sendiri bagaimana intimidasi mereka terhadap umat muslim bahkan berani menghina akidah. Haruskah dengan cara berperang atau bagaimana? Mohon bimbingannya. Terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *