Analis Senior PKAD Kritisi Narasi Radikalisme Versi BNPT

MuslimahNews.com, NASIONAL — Menyikapi isu terorisme yang menyeruak kembali pascapenusukan Menko Polhukam Wiranto yang dilakukan oleh oknum tertentu, Analis Senior PKAD Fajar Kurniawan berpendapat bahwa ada sejumlah fakta begitu mudahnya melabeli sebagai terorisme jika yang melakukan adalah muslim.

“Namun, kenapa perusuh dan pelaku makar yang diduga dilakukan oleh OPM tidak dilabeli sebagai terorisme? Padahal jelas dilakukan oleh OPM secara terorganisir, sistematis, dan dilatarbelakangi tujuan politik separatisme untuk memisahkan diri dari negara RI,” ujar Fajar melansir mediaumat.news, Selasa (15/10/2019).

Ia menjelaskan semua itu menegaskan bahwa program kontraterorisme di negeri ini sepenuhnya tetap mengadopsi dan mengekor pada War on Terrorism yang dipimpin oleh AS.

“Selama tetap seperti itu, maka Islam dan umat Islam akan terus menjadi sasaran. Hanya ironisnya itu terjadi di negeri ini yang mayoritas penduduknya adalah muslim,” tegas Fajar.

Ia mengimbau umat Islam tidak boleh diam. Umat Islam harus bersuara mengkritik dan menolak program kontraterorisme ala Barat (AS) itu.

“Sebab hal itu hanya akan memperdalam cengkeraman Barat (AS) terhadap negeri ini dan nasib umat Islam. Lebih dari itu, semua itu jelas merupakan kezaliman terhadap umat Islam,” pungkasnya.

Sebelumnya Fajar mengkritisi stereotip bahwa radikalis dicirikan mendirikan khilafah sebagaimana yang diungkap Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Herwan Chaidir.

Fajar menanggapi, justru dengan menerapkan Islam secara kafah dalam institusi negara, kebaikan Islam baru akan dapat dirasakan oleh seluruh manusia di dunia.

“Jangan fobia dengan Islam. Islam tidak memerlukan label-label Barat yang keji dan menyesatkan. Islam ya Islam. Islam moderat yang diinginkan oleh Barat adalah Islam yang menafikan penerapan syariah Islam secara kafah oleh negara. Sebabnya, tegaknya Daulah Islam adalah ancaman terbesar bagi ideologi Kapitalisme di seluruh dunia,” pungkas Fajar. [MNews | Sumber: Media Umat News]


Apa komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *