Iuran BPJS Naik Rp5.000/hari, Dirut BPJS Bilang “Cuma”

“Kita parkir motor kan Rp 2.000 sekali. Rokok paling murah Rp 8.000 per bungkus,” ujarnya.



MuslimahNews.com, NASIONAL – Defisit akibat banyaknya fraud dan tingkat kolektibilitas yang rendah, inilah penyebab naiknya iuran BPJS kesehatan. Demikian Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris beralasan terkait rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Fachmi juga membantah mengenai isu iuran yang naik dua kali lipat. Menurutnya, tidak seperti itu narasinya.

“Narasi kelas satu itu kurang lebih cuma Rp5.000 per hari lho. Kelas dua sekitar Rp3.000 per hari, dan kelas tiga ngga sampai Rp2.000 per hari, kalau kita punya uang Rp2.000 itu bisa kita taruh per hari,” papar Fachmi di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jika mengumpulkan Rp5.000 atau Rp3.000 per hari, atau juga menyisihkan Rp 2.000 per hari itu berat, Fachmi menjanjikan Pemerintah tidak akan tinggal diam. Menurut pengakuannya, ada 96,8 juta peserta miskin dan hampir miskin yang dibiayai pemerintah.

“Kita parkir motor kan Rp 2.000 sekali. Rokok paling murah Rp 8.000 per bungkus. Kalau tidak mampu lagi pemerintah akan hadir,” kata Fachmi.

Selain itu, Fachmi juga membandingkan pembayaran jaminan kesehatan di Indonesia dengan Korea Selatan. Katanya, di Korea Selatan pembayaran BPJS paling rendah Rp160.000, bahkan hingga Rp35 juta.

Untuk diketahui, jaminan kesehatan di Korea Selatan dikelola National Health Insurance Service (NHIS). Pemerintah sendiri berniat mengadopsi sistem manajemen NHIS, khususnya dalam sistem penagihan.

Dalam kunjungannya ke kantor pusat BPJS Kesehatan di Jakarta, pada Selasa (9/7/2019), Kepala Institusi Riset dan Kebijakan NHIS, Yonggab Lee menyampaikan, penagihan iuran jaminan kesehatan oleh NHIS telah dilakukan secara elektronik.

Yonggab menjabarkan, sistem penagihan iuran NHIS terkoneksi dengan data-data di Kementerian Perpajakan, jaringan perbankan, hingga agen properti. Hal tersebut membuat informasi catatan finansial seseorang, termasuk besaran penghasilan maupun pengeluarannya, menjadi sangat akurat.

Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sendiri masih menunggu peraturan presiden (Perpres) dari Joko Widodo. Rencananya kenaikan ini akan membebani peserta di seluruh kelas layanan. Meski menurut pihak BPJS kenaikannya “cuma” Rp5.000 per hari, rencana ini diduga kuat akan menambah beban hidup masyarakat banyak. [MNews]


Apa komentar Anda?

Satu tanggapan untuk “Iuran BPJS Naik Rp5.000/hari, Dirut BPJS Bilang “Cuma”

  • 9 Oktober 2019 pada 13:19
    Permalink

    OH BPJS, OH BPJS…

    Berita seputaran tentang iuran bpjs naik untuk masyarakat dominan (kelas menengah ke bawah), diambil pada umumnya mereka memilih bpjs kelas 3 yang iurannya dari 25 ribu rupiah naik jadi sekitar 40 – 50 ribu rupiah. Kalau diambil rata-rata jumlah keluarga kelas dominan tersebut setiap kk (kartu keluarga) 4 orang, tentunya kenaikan iuran bpjs sebesar 160 – 200 ribu rupiah/kk sangat memberatkan. Keberatan itu bisa dilihat pada kehidupan mereka dikampung dikenai iuran sampah per bulan sekitar 50 ribu rupaiah ditambah iuran lainnya sering punya tunggakan cukup banyak, bahkan mereka banyak juga yang merasa keberatan dengan iuran kampung.

    Jadi kalau kita mau jujur kita bisa membayangkan dengan kenaikan iuran bpjs yang direncanaka pemerintah ditambah dengan sangsi berat tidak mengindahkan, bisa jadi strees yang tentunya jadi sumber penyakit hanya memikirkan iuran bpjs yang melilit kehidupan mereka sehari-hari, secara ekstrim kenaikan iuran bpjs bisa menjadi mesin pembunuhan massa terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah.

    Begitu malangnya nasib masyarakat dominan atau mayoritas jadi tertindas di negeri sendiri yang begitu kaya dengan kekayaaan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang tangguh, tahan bantingan, kratif dan cerdas dan cerdik lambat laun jadi lumpuh karena kehilangan kedaulatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara via bpjs.****

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *