[Tafsir] Kewajiban Melaksanakan Kitab Allah

Tafsir Ali ‘Imran [3] : 23-24 | Tafsir Ath-Thabari

MuslimahNews.com, TSAQAFAH

Firman Allah subhanahu wa ta’ala… {Tidaklah engkau memperhatikan…} Hai Muhammad {…orang-orang yang telah diberi bagian kitab (Taurat)?…} Yaitu orang-orang yang diberi petunjuk kebahagiaan dari kitab itu. {Mereka diajak berpegang kepada kitab Allah…}

Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud kitab itu adalah Taurat yang isinya mengajak mereka untuk meraih keridaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Dari Ibnu Abbas Ra., ia berkata,

“Ketika Rasulullah (saw.) memasuki rumah Al-Midras (di dalamnya) terdapat sekumpulan orang Yahudi, lalu beliau menyeru mereka kepada Allah. Lantas Nu’aim bin Amr dan Al-Haris bin Zaid bertanya kepada Rasulullah (saw), “Berada di agama manakah kamu, hai Muhammad?” Beliau menjawab, “Berada di millah (agama) Ibrahim.” Keduanya berkata, “Sesungguhnya Ibrahim itu dari kalangan Yahudi.”

Lalu Rasulullah (saw.) bersabda pada keduanya, “Kalau begitu hendaklah kalian mengikuti Taurat, karena Taurat adalah kitab yang berada antara kami dan kalian.” Namun, kedua orang itu menolaknya. Lalu Allah menurunkan ayat: “Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka, kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran).” (Ali ‘Imran : 23).

Sampai ayat, “Hal itu adalah karena mereka berkata, ‘Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja’. Mereka terpedaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.” (Ali ‘Imran : 24)

Dari Qatadah, tentang firman Allah (swt), yaitu QS. Ali ‘Imran : 23, topik pembicaraannya adalah orang-orang Yahudi yang menjadi musuh Allah. Mereka diseru agar berhukum kepada kitab Allah dalam memutuskan perkara di antara mereka. Nabi mereka memutuskan perkara di antara mereka dengan kitab Allah, meskipun mereka mendapatinya tertulis di dalam Alkitab Taurat, mereka tetap enggan untuk menuruti ajakan itu, bahkan mereka berpaling dari kitab.

[Ath-Thabari, Jami’u’l Bayani An Ta’wili Ayi’l Qur’ani, Juz 5, 1422 H/2001 M: 293-294]

Hadis Nabawi

Dari Zaid bin Arqam ia berkata, Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku. Salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu Kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku. Keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga. Oleh karena itu, perhatikanlah apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku.”

[Sunan Tirmidzi, Juz 5, No. Hadis 3786, 1395 H/1975 M: 662]


Apa komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *