; Hutan Membara, Ribuan Orang Salat Istisqa - Muslimah News

Hutan Membara, Ribuan Orang Salat Istisqa

MuslimahNews.com, NASIONAL – Ribuan orang Indonesia melakukan salat istisqa (salat meminta hujan kepada Allah subhanahu wata’ala, ed.) di kota-kota yang dilanda kabut asap di pulau Sumatra dan Kalimantan pada Rabu (11/09/2019), ketika kebakaran hutan berkobar di puncak musim kemarau, kantor berita Antara melaporkan.

Muslim di Indonesia berdoa untuk hujan selama musim kemarau panjang dan kabut di Pekanbaru, provinsi Riau, Indonesia (11/09/2019). Sumber foto: Antara Foto / Rony Muharrman / via REUTERS

Kebakaran melanda pulau Sumatra dan Kalimantan selama lebih dari sebulan dan pemerintah telah mengirim 9.000 personel militer, polisi, dan petugas bencana untuk memerangi api. Negara tetangga Indonesia berulang kali mengeluh tentang kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia, yang seringkali akibat dibukanya lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan pulp. Namun, Indonesia mengelak untuk disalahkan, dan diketahui berdasar pindai satelit, kebakaran juga terjadi di negara-negara tetangga.

Kebakaran hutan Kalimantan terlihat dari satelit NASA. (NASA Worldview)

Beberapa bagian wilayah Asia Tenggara memang mengalami kondisi kekeringan luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Indonesia, yang mendapat sangat sedikit hujan akibat pola cuaca El Nino, kata departemen meteorologi.

Menghadapi kondisi ini, banyak pihak melaksanakan salat istisqa berharap mengakhiri kemarau dan kabut asap yang ditimbulkannya. Seperti di Pekanbaru, ibu kota provinsi Riau di Sumatra, ribuan orang mengadakan salat istisqa di luar kantor gubernur. Banyak dari mereka memakai masker untuk melindungi diri dari asap yang begitu pekat.

“Kami melakukan semua yang kami bisa, sekarang kami berdoa kepada Allah untuk hujan,” kata wakil gubernur provinsi Edy Nasution, dilansir kantor berita Antara.

Salat serupa diadakan di berbagai kota di Kalimantan, Borneo misalnya, di mana kualitas udara berada di tingkat sangat tidak sehat dan sekolah-sekolah terpaksa ditutup karenanya. Masjid-masjid di Malaysia juga didorong mengadakan salat meminta hujan, kata kepala Departemen Pengembangan Islam Malaysia, Mohamad Nordin, menurut kantor berita negara Bernama.

Pemerintah Indonesia sendiri mengerahkan 37 helikopter dan 239 juta liter bom air untuk mengatasi kobaran api, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut di akun Twitter-nya, sementara pesawat terbang menaburkan awan buatan dengan harapan menghasilkan hujan.

Badan tersebut mengatakan sekitar 5.062 titik api “panas” terdeteksi di enam provinsi di Indonesia, pada Rabu pagi. Endro Wibowo, wakil kepala polisi kota Sampit di provinsi Kalimantan Tengah, mengatakan timnya bekerja sepanjang waktu untuk memadamkan api. Polisi juga mengambil tindakan hukum untuk mencegah petani memakai api secara ilegal untuk membersihkan lahan.

Hingga sekarang, setidaknya 175 orang di berbagai wilayah terjerat kasus pidana dengan tuduhan penyebab awal kebakaran, sementara empat perusahaan kelapa sawit menghadapi tuduhan kelalaian, kata polisi kepada media.

Walhi: Pemerintah gagal cegah karhutla

Komunitas Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan para petani skala kecil disalahkan atas kebakaran yang dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

“Tindakan pemerintah pusat dan daerah belum cukup kuat terhadap perusahaan di hutan industri atau perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Mereka (pemerintah, red.) selalu menyalahkan masyarakat,” ujar Muhammad Ferdhiyadi, Walhi cabang Sumatra Selatan. []


Sumber foto sampul: Antara Foto/Rony Muharrman/ via REUTERS
Referensi artikel: Reuters/jt, channelnewsasia.com

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *