Jangan Takut Mendakwahkan Islam

Oleh: Ragil Rahayu, SE

MuslimahNews.com, OPINI — Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Islam tak hanya menyuruh umatnya untuk berbuat baik pada sesama muslim, tapi juga kepada orang kafir. Sayangnya, berbagai fitnah menyerang Islam. Pascatragedi WTC 911, ketakutan terhadap Islam merebak di dunia, utamanya Amerika dan Eropa.

Islam dicitrakan secara buruk seolah mengajarkan terorisme. Sejak itu berbagai simbol Islam dilarang di negara Barat. Para lelaki berjenggot dicurigai akan mengebom. Muslimah bercadar dicurigai membawa bom. Sehingga muncul aturan pelarangan cadar, jenggot, khimar, burkini, hingga nama Islami pun dipersulit ketika hendak naik pesawat.

Padahal, ketika genderang War on Terorism ditabuh, umat Islam-lah yang menjadi korban utama. Irak porak poranda, Suriah luluh lantak, Afghanistan berkeping-keping, bom meledak di Indonesia, dan banyak muslim merasakan ketidakadilan. Umat Islam diopinikan sebagai pelaku kekerasan, namun nyatanya jutaan umat Islam justru menjadi korbannya.

Tak hanya individu umat Islam yang dipojokkan, keinginan mereka untuk menegakkan sistem Islam juga dihalangi. Berbagai istilah khas Islam dikaitkan dengan radikalisme.

Padahal definisi radikalisme belum ada kejelasan dan kesepakatan. Karena asal kata radikal justru bermakna positif yakni mengakar. Maka, siapa yang tak ingin Islam mengakar dalam jiwanya?

Kini beberapa istilah hendak dibelokkan maknanya menjadi negatif. Misalnya Khilafah yang merupakan ajaran Islam dikaitkan dengan ISIS. Padahal telah terbukti bahwa Amerika berada di belakang ISIS.

Lalu bendera tauhid dikaitkan dengan antikebinekaan. Jilbab disebut tak sesuai dengan budaya nusantara. Rohis dituduh menjadi sarang teroris. Ustaz dan pengajian dituding anti-Pancasila. Halaqah dan liqo dituduh sebagai tempat persemaian radikalisme.

Islam bukan Ancaman

Islam kini dibuat bermakna peyoratif. Seolah merusak, memecahbelah, dan menghancurkan negara. Islam dicitrakan sebagai ancaman. Padahal, masalah utama bangsa ini terjadi bukan karena Islam.

Maraknya korupsi, pergaulan bebas, LGBT, kriminalitas, penjualan kekayaan alam, penjualan aset negara, dan sebagainya itu bukan karena Islam. Penjajahan di segala bidang adalah penyebab semua permasalahan tersebut.

Islam justru datang membawa solusi atas semua masalah tersebut. Jika diterapkan, aturan Islam akan mewujudkan kebaikan bagi Indonesia dan negeri lainnya. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur akan terwujud dengan penerapan Islam.

Benar kata seorang public figure Barat, “Jika Islam mengajarkan terorisme, kita semua sudah mati.” Nyatanya yang porak-poranda kini justru negeri-negeri muslim.

Maka, tak perlu takut terhadap Islam. Sepanjang 1300 tahun peradaban Islam tegak, justru umat agama lain dilindungi dengan sangat baik. Hingga ketika Khilafah diserang pasukan Eropa, penduduk yang Kristiani dan Yahudi ikut membela kaum muslimin. Di bawah peradaban Islam, tiga agama samawi hidup berdampingan dengan damai di Al-Quds dan juga Spanyol.

Dakwah Islam

Umat Islam tak perlu takut mendakwahkan Islam. Karena Islam itu benar dan kebaikannya akan tetap memancar meski dihalangi oleh orang-orang yang membencinya. Justru ada berkah di balik semua stigma terhadap Islam, yakni berbondong-bondongnya orang di Barat masuk Islam.

Mereka bersikap kritis terhadap Islamofobia yang dihembuskan di sana. Mereka mendatangi masjid dan mendapat penjelasan yang memuaskan akal serta menenteramkan hati. Hingga berujung pada pengucapan dua kalimat syahadat. Setelah masuk Islam, mereka tak sekadar ber-Islam untuk diri sendiri namun juga getol mendakwahkan Islam.

Di Indonesia pun demikian. Ketika Islam dikaitkan dengan terorisme, banyak orang yang Islam KTP justru tertarik untuk ngaji Islam Kaffah. Hasilnya adalah gelombang hijrah yang kini makin besar dan berpengaruh.

Tak hanya melanda orang tua, namun juga anak muda. Tak hanya orang biasa tapi juga para selebriti. Semua ngaji dan berhijrah. Bahkan hijab menjadi tren pakaian zaman now. Kosmetik halal kini paling diminati. Makanan dan minuman halal punya banyak penggemar. Para ustaz penuntun hijrah menjadi rujukan dalam berbagai permasalahan umat.

Umat Islam tak perlu takut mendakwahkan Islam sebagai ad-diin (pandangan hidup). Karena dakwah itu termasuk amal saleh yang utama, hingga orang yang mati ketika mendakwahi penguasa disebut sebagai penghulu syuhada.

Dakwah Islam juga merupakan amal yang mulia karena merupakan aktivitas para Nabi dan Rasul. Dengan berdakwah, semoga kelak kita dikumpulkan di surga bersama para Nabi dan Rasul. Dakwah juga aktivitas para sahabat, semoga level kita seperti para sahabat sehingga menjadi orang yang dekat dengan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Jangan lupa juga, kita bisa mengenal dan memeluk ad-diinul Islam dikarenakan dakwah para wali di bumi nusantara. Maka jangan takut mendakwahkan Islam. [MN]

*)Pengasuh Majelis Taklim Mar’atus Solihah Sidoarj

Apa komentar Anda?
%d blogger menyukai ini: