Tanpa Kepemimpinan Islam, Perempuan dan Anak-anak Dibiarkan Mati di Laut

Berita: Pada 16 Agustus 2019, BBC melaporkan kematian 14 imigran yang dibiarkan menyeberangi laut oleh organisasi kriminal yang menjanjikan kehidupan baru di Barat. Di antara yang tewas adalah seorang wanita hamil dari Ghana. Rincian tentang bagaimana para pengungsi dibiarkan kelaparan hingga mati ketika makanan dan air mereka habis selama 11 hari di kapal, diumumkan kepada dunia oleh seorang lelaki yang masih hidup.


Komentar Oleh: Imrana Mohammad

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Kisah mengerikan ini, tentang para imigran di laut yang satu per satu sekarat dan terpaksa membuang mayat dari kapal saat mereka bepergian, adalah situasi yang seharusnya dapat dicegah.

Ini bukan sekadar kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang menerima pembayaran sebesar $ 700. Tapi ini juga merupakan kejahatan masyarakat internasional yang menciptakan iklim politik korup dan berbahaya, yang memaksa laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah, mempertaruhkan hidup mereka demi melarikan diri dari perang atau kemiskinan ekstrem.

Banyak wanita Muslim dan anak-anak meninggal dalam situasi serupa, dan upaya menyelamatkan imigran dianggap kejahatan yang dapat dihukum karenanya. Makin banyak dari mereka yang akan dibiarkan di laut. Baju pelampung palsu dan jaminan keselamatan yang bohong adalah ‘merek dagang’ dari bisnis yang menghasilkan uang -dari orang-orang yang paling putus asa di planet ini-.

Kebijakan nasionalisme kapitalis dan keserakahan ekonomi telah menciptakan sistem tidak manusiawi yang menghancurkan dunia dan menyebabkan krisis ini. Berapa banyak lagi bayi yang harus memulai hidup mereka dalam trauma dan kekacauan seperti itu?

Adalah mustahil jika Khilafah, negara Islam, mau menerima kenyataan seperti itu. Melindungi kehidupan adalah tugas negara dan membiarkan hak asasi manusia diabaikan merupakan tindak pidana yang bisa dilaporkan oleh warga negara Khilafah. Sepanjang sejarang negara Islam, para pengungsi selalu disambut dan diperhatikan, begitu pula orang-orang Yahudi saat diserang selama inkuisisi Spanyol pada abad ke-13 dan ke-14.

Allah (swt) menjadikan kehidupan sebagai sesuatu yang sakral, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran dalam surat Al-Isra’;

[ولقد كرمنا بني آدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثير ممن خلقنا تفضيلا]

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (TQS. Al-Isra’ 17 : 70]

Dengan demikian, perlindungan bagi non-Muslim dalam hukum Islam dipahami dengan baik secara internasional. Apa yang hilang sekarang ini adalah pengembalian nilai-nilai mulia syariat untuk membebaskan umat manusia dari penindasan dan penyakit kepentingan pribadi, juga aturan elit yang membangkitkan kemarahan massa.

Islam memberikan martabat yang sesungguhnya bagi semua manusia, dan fakta bahwa semua pemimpin Muslim saat ini adalah ‘boneka’ penguasa non-Islam, membuktikan dunia tidak pernah melihat potensi nyata hukum syariat menyelesaikan masalah dunia secara komprehensif.

Kami mengajak semua kaum muslimin di dunia untuk berjuang demi kembalinya sistem yang paling adil dan aman untuk memimpin umat manusia, sehingga dunia tidak akan pernah lagi melihat ibu dan anak lain terkubur di laut. [MN]

Diterjemahkan dari sumber.

Apa komentar Anda?
%d blogger menyukai ini: