Hidup Mulia Bersama Alquran

Tidak selayaknya Alquran sekadar menjadi hiasan di lisan kita. Hendaknya kita menjadikan hukum-hukum Alquran sebagai aturan dalam kehidupan kita. Sungguh kita akan dihisab di Akhirat tentang Alquran; apakah kita memberlakukan isinya dalam kehidupan ataukah kita menelantarkannya?


MuslimahNews, KAFFAH — Ramadan memiliki berbagai nama agung. Salah satunya Bulan Alquran (Syahr al-Quran). Sebab pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Alquran sekaligus ke langit dunia, untuk kemudian secara berangsur-angsur Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui Malaikat Jibril. Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil). (TQS al-Baqarah [2]: 185)

Allah SWT juga menjadikan malam turunnya Alquran sebagai malam yang penuh berkah. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sungguh Kami menurunkan Alquran pada suatu malam yang diberkahi. Sungguh Kamilah Yang memberi peringatan (TQS ad-Dukhan [44]: 3).

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sungguh Kami telah menurunkan Alquran pada Malam al-Qadr. Tahukah kamu apakah Malam al-Qadr itu? Malam al-Qadr itu lebih baik dari seribu bulan (QS al-Qadr [97]: 1-3).

Ramadan disebut Bulan Alquran juga karena kaum Muslim diminta untuk menggemarkan membaca Alquran pada bulan shaum ini. Telah sampai kepada kita sejumlah riwayat yang menceritakan Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Saw. pada bulan Ramadan. Ia mengajari Rasul Saw. hapalan Alquran. Diriwayatkan, “Dulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Alquran kepada Nabi Saw. setiap tahun sekali (pada bulan Ramadan).” (HR al-Bukhari)

Generasi terdahulu dari kalangan orang-orang salih biasa menghidupkan Ramadan dengan ragam ibadah. Di antaranya dengan sibuk membaca Alquran. Mereka memahami besarnya keutamaan membaca Alquran. Apalagi pada pada bulan Ramadan. Nabi Saw bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Siapa yang membaca satu huruf saja dari Kitabullah, bagi dia satu kebaikan, sementara satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali (HR at-Tirmidzi).

Para ulama telah menjadikan tilawah Alquran sebagai salah satu amal yang banyak mereka kerjakan selama bulan Ramadan baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Banyak di antara mereka yang mengkhatamkan Alquran berkali-kali pada bulan Ramadan. Mereka juga melakukan ragam kajian tentang Alquran selama Ramadan. Aisyah ra., setiap kali Ramadan tiba, membaca Alquran pada permulaan hari sampai matahari terbit, kemudian beliau beristirahat. Imam al-Aswad bin Yazid mengkhatamkan Alquran setiap dua malam. Imam Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap tiga hari sekali dan mengkhatamkannya setiap malam pada sepuluh hari Ramadan. Imam asy-Syafii mengkhatamkan Alquran sebanyak 60 kali sepanjang Ramadan. Imam Malik setiap kali memasuki bulan Ramadan meninggalkan kajian hadis agar fokus membaca dan mengkaji Alquran dari mushaf.

Baca juga:  Maksud Hadis "Setan Dibelenggu pada Bulan Ramadan"

Alquran: Petunjuk Kehidupan

Al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui Malaikat Jibril. Mengimani Alquran adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Mengingkari Alquran, secara keseluruhan ataupun sebagian, adalah kekufuran. Allah SWT telah mengingatkan bahwa tidak akan masuk surga orang yang membangkang dan menyombongkan diri terhadap Alquran (Lihat: QS al-Araf [7]: 40).
Alquran memiliki kedudukan dan peran yang amat urgen bagi kaum Muslim. Alquran adalah petunjuk dalam kehidupan sebagaimana firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil) (TQS al-Baqarah [2]: 185).

Alquran memberikan petunjuk seputar keimanan seperti sifat dan zat Allah, kisah umat-umat terdahulu, malaikat, jin, iblis, Hari Akhir, surga dan neraka, dll. Semuanya merupakan petunjuk agar umat manusia tidak jatuh dalam khurafat, tahayul, syirik dan kekufuran (Lihat, misalnya, QS ash-Shaffat [37]: 149-151).

Alquran juga berisi petunjuk seputar hukum bagi umat manusia karena manusia membutuhkan aturan yang dapat menata kehidupan mereka. Di dalam Alquran terkandung hukum ibadah, akhlak, sosial, ekonomi dan bisnis, pidana, politik dan pemerintahan. Alquran, misalnya, membahas tentang keharaman ekonomi ribawi (Lihat, misalnya, QS al-Baqarah [2]: 278). Alquran membahas hukum pidana bagi pelaku perampokan dan kekerasan (QS al-Maidah [5]: 33). Alquran juga menetapkan hukum-hukum politik dan pemerintahan (QS al-Maidah [5]: 48). Dengan demikian Alquran adalah kitab suci yang paripurna. Tak ada satu pun yang luput dari pembahasannya. Allah SWT berfirman:

Baca juga:  Memelihara Alquran

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Kami menurunkan kepada kamu al-Kitab (al-Quran) sebagai penjelasan segala sesuatu serta petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum Muslim (TQS an-Nahl [16]: 89).

Menghidupkan Alquran

Selama empat belas abad silam, kaum Muslim telah hidup bersama Alquran. Mereka menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan. Hasilnya, kaum Muslim mencapai kejayaan. Islam tersebar ke hampir dua pertiga dunia. Kaum Muslim pun memimpin dunia berkat tunduk pada Alquran.

Kepemimpinan ini berbeda dengan gaya kepemimpinan kaum imperialis Barat yang menindas warga pribumi. Kepemimpinan kaum Muslim dengan Alquran mendatangkan keadilan dan menjunjung kemanusiaan. Hal ini banyak dicatat oleh para ilmuwan Barat yang menyaksikan langsung keagungan hukum-hukum Alquran. Simak, misalnya, komentar W.E. Hocking, “Saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Alquran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan…Sungguh dapat dikatakan, hingga pertengahan Abad 13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh Dunia Barat.” (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461).

Prof. G. Margoliouth juga menulis, “Penyelidikan telah menunjukkan bahwa yang diketahui oleh sarjana-sarjana Eropa tentang falsafah, astronomi, ilmu pasti dan ilmu pengetahuan semacam itu, selama beberapa abad sebelum Renaissance, secara garis besar datang dari buku-buku Latin yang berasal dari bahasa Arab. Alquranlah yang—walaupun tidak secara langsung—memberikan dorongan pertama untuk studi-studi itu di antara orang-orang Arab dan kawan-kawan mereka.” (Prof. G. Margoliouth, dalam De Karacht van den).
Masih banyak cendekiawan Barat yang secara jujur mengakui kehebatan Alquran. Karena itu tentu aneh jika ada di antara kaum Muslim yang masih meragukan kelayakan Alquran untuk diterapkan dalam kehidupan.

Hikmah Penerapan Alquran

Penerapan hukum-hukum Islam telah menjauhkan kaum Muslim dan umat manusia dari krisis multidimensi; sosial, ekonomi, politik dan pemerintahan. Pelarangan praktik ekonomi ribawi dibarengi dengan penggunaan mata uang emas dan perak, misalnya, telah menjaga stabilitas perekonomian umat berupa harga-harga yang stabil. Kejadian itu terjadi bukan saja dalam satu dekade, namun berabad-abad. Ini berkebalikan dengan sistem ekonomi kapitalis yang berulang mengalami guncangan dan krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Kehidupan sosial masyarakat juga berjalan mantap. Jauh dari penyakit sosial. Tingkat perceraian, penelantaran anak dan kriminalitas dapat ditekan sampai titik terendah. Hal ini berkat kaum Muslim dan negara memberlakukan syariah Islam yang dibawa oleh Alquran. Sebaliknya, hari ini di Tanah Air saja, krisis sosial sudah demikian akut. Tiap jam terdapat 40 pasangan bercerai. Ini merupakan angka perceraian tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga:  Ramadan Bulan Turunnya Alquran Petunjuk Kehidupan

Benarlah apa yang telah ditegaskan dalam firman Allah SWT:

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى

Kami tidak menurunkan Alquran ini kepada kamu agar kamu menjadi susah. (TQS Thaha [20]: 2)

Allah SWT pun berfirman:

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى (123) وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124)

Siapa saja yang mengikut petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), sungguh bagi dia kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (TQS Thaha [20]: 123-124).

Alhasil, tidak selayaknya Alquran sekadar menjadi hiasan di lisan kita. Hendaknya kita menjadikan hukum-hukum Alquran sebagai aturan dalam kehidupan kita. Sungguh kita akan dihisab di Akhirat tentang Alquran; apakah kita memberlakukan isinya dalam kehidupan ataukah kita menelantarkannya?[]

Hikmah:

Rasulullah Saw bersabda:

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ: ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ :ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, Tuhanku, aku telah menahan dia dari makan dan syahwat pada siang hari. Karena itu izinkanlah aku memberi syafaat kepada dia. Al-Qur’an berkata, “Aku telah menahan dia dari tidur pada waktu malam. Karena itu izinkanlah aku memberikan syafaat kepada dia.” Kemudian keduanya pun diizinkan untuk memberikan syafaat. (HR Ahmad)[]Buletin Dakwah Kaffah No. 091
[12 Ramadhan 1440 H | 17 Mei 2019]

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.