; Negara Abai, Bencana Pengangguran Massal di Depan Mata – Muslimah News

Negara Abai, Bencana Pengangguran Massal di Depan Mata

Sayangnya ketika terjadi badai Revolusi Industri 4.0 ini negara atau pemerintah itu tidak memberikan payung hukum atau jaminan sosial sebagai perlindungan maksimal kepada rakyatnya untuk mengantisipasi hal ini.”


MuslimahNews.com — Revolusi Industri 4.0 menyapu Indonesia dan menyebabkan sedikitnya 56 jenis pekerjaan akan hilang, hal itu disampaikan oleh Mirah Sumirat, Presiden Aspek (Asosiasi Pekerja) Indonesia, dalam Bincang Hangat bersama Umi Irene Handono, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

“Yang pertama saya sampaikan, revolusi industri 4.0 ini adalah revolusi yang berbasis teknologi, robotisasi, digitalisasi, dan saya garis bawahi bahwasanya teknologi itu memang tidak bisa kita hadang ya, tidak bisa kita tolak. Ada kemudahan-kemudahan yang kita dapat. Namun revolusi industri 4.0 telah mengakibatkan pengangguran massal di mana-mana,” ungkap Mirah.

Mirah lalu mencontohkan bagaimana pekerjaan teller Bank yang kini banyak tergantikan oleh teknologi sehingga terjadi pengurangan peran manusia di dalamnya, selain itu, Mirah juga menyebutkan contoh lain yaitu kasir di jalan tol. “Kasir di jalan tol, petama kali berdampak yang luar biasa PHK massal. Kurang lebih 20 ribu orang pekerja jalan tol di-PHK massal, dan sayangnya ketika terjadi badai Revolusi Industri 4.0 ini negara atau pemerintah itu tidak memberikan payung hukum atau jaminan sosial sebagai perlindungan maksimal kepada rakyatnya untuk mengantisipasi hal ini.”

Baca juga: Unicorn tak Layak Dibanggakan, Ini Alasannya

Mirah menganggap, seharusnya sebelum RI 4.0 ini ada, negara lebih dulu menyiapkan bagaimana antisipasinya, seperti vokasi, kurrikulum, dan konsep ke depannya kalau berimbas kepada para pekerja. Karena memang, menurut Mirah, kehidupan terus berjalan, “Mereka (para pekerja) tetap bayar listrik, pajak, dan sebagainya. Bagaimana orang-orang yang di-PHK ini ditanggung pendidikannya, kesehatannya oleh negara. Bagaimana jaminan sosialnya?”

“Di sisi lain, rakyat masih belum begitu mendalam memahami teknologi. Merasa mudah, namun tak ada sosialisasi oleh negara, ini lho gara-gara teknologi ada pekerjaan yang hilang, ini lho teknologi ternyata lebih banyak dikuasai oleh asing, banyak investor asing, dan sebagainya. Saya kira itu yang harus disampaikan lebih luas lagi kepada masyarakat bahwasanya dampak daripada RI 4.0 ini terjadi pengangguran massal,” tukas Mirah.

Mirah menyebut hampir 50 ribu orang di-PHK massal sejak negara mengamini Revolusi Industri 4.0, “Itu baru anggota saya saja, belum lagi federasi atau serikat pekerja yang lain,” ungkapnya.[]

Bagaimana menurut Anda?