Rezim PHP Gagal Sejahterakan Kaum Perempuan, Hanya Kepemimpinan Islam yang Bisa!

MuslimahNews.com — “Rakyat sudah lelah mendengar janji-janji yang tak kunjung di tepati. Termasuk kalangan perempuan, sudah lelah di-PHP oleh rezim yang gagal, tidak menempati janji, berbohong bahkan represif,” tukas Ustazah Rezkiana Rahmayanti menanggapi fakta kekinian yang dihadapi rakyat dalam panasnya tahun-tahun politik saat ini, Jumat (15/3/2019).

Ustazah Rezkiana mengungkapkan bahwa saat ini kaum Muslimin termasuk para Muslimah wajib mengagendakan pergerakan mewujudkan kepemimpinan Islam, “Kepemimpinan Islam adalah Amanah yang harus ditunaikan, melalui penerapan sistem ekonomi, pendidikan, aturan sosial, media, dan yang lainnya, mampu memberikan jaminan perlindungan bagi perempuan dan anak.”

“Melalui Dakwah! Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung,” ujar Ustazah Rezkiana Rahmayanti mengutip Alquran surah Ali ‘Imran, Ayat 104.

Ustazah Rezkiana juga mengungkap hal-hal yang harus diperhatikan oleh perempuan Muslimah khususnya dalam mewujudkan Kepemimpinan Islam, menurutnya, perempuan Muslimah menjadikan akidah dan hukum Islam sebagai landasan berpikir dan perbuatannya dalam seluruh aspek kehidupan, bukan kebebasan, materialisme yang berasal dari akidah sekularisme (memisahkan agama dalam kehidupan).

Baca juga:  BPFA+25, Liberalisasi Perempuan dalam Dunia Pendidikan

“Perempuan menyakini secara mendalam bahwa hanya dengan menjadikan akidah dan hukum Islamlah akan terwujud kepemimpinan Islam yang berkah dan membawa kemuliaan bagi umat,” tegasnya.

Kedua, kata Ustazah Rezkiana, perempuan (Muslimah) harus bersama dengan jamaah yang memiliki tujuan menegakkan kalimah Allah secara kaffah dengan metode kenabian. Yaitu dengan cara membina dan menyebarkan pemikiran Islam yang jernih dan utuh (kaffah) di tengah-tengah umat, terutama di kalangan Muslimah lainnya; juga melakukan pergolakan pemikiran dan perjuangan politik, sehingga kesadaran akan rusaknya sistem kehidupan yang mengungkung mereka saat ini dan keharusan kembali kepada sistem Islam akan tersebar menyeluruh di setiap komponen umat, baik laki-laki maupun perempuan.

Selanjutnya dia sebutkan, “Aktivitas untuk mewujudkan kepemimpinan Islam harus memiliki kejelasan fikrah (konsep/pemikiran) dan thariqah (tatacara merealisasikan pemikiran), serta ikatan yang shahih di antara para aktivisnya, pergerakan perempuan (Muslimah) sebagaimana juga pergerakan jamaah Islam yang menjadi induknya, harus memiliki wawasan politik global, dalam arti memiliki kesadaran bahwa umat Islam di dunia adalah umat yang satu, dan harus menjadi umat yang satu, baik secara pemikiran maupun secara politis.

“Sehingga perjuangan pergerakan Muslimah tidak boleh terbatasi oleh sekat-sekat imajiner bernama negara, melainkan lebur dalam aktivitas pergerakan Muslimah dan umat Islam lainnya yang berjuang di seluruh pelosok bumi mewujudkan satu kepemimpinan politis yang menerapkan Islam atas seluruh umat,” ungkapnya.

Baca juga:  Peningkatan Peran Perempuan Dalam Bingkai Feminis, Akankah Membawa Perubahan?

Keempat, sambung Ustazah Rezkiana, aktivitas perempuan mewujudkan kepemimpinan Islam harus bersifat politis, yakni mengarahkan perjuangannya pada upaya optimalisasi peran politik perempuan di tengah-tengah masyarakat sesuai aturan Islam. Termasuk ke dalam konteks ini adalah mengarahkan upaya pemberdayaan politik perempuan pada target optimalisasi peran dan fungsi kaum perempuan sebagai pencetak dan penyangga generasi. Upaya optimalisasi seluruh peran perempuan, baik di sektor publik maupun domestik sesuai tuntunan syariah.

“Pada tataran praktis, hal ini dilakukan dengan cara membina pemikiran dan pola sikap mereka dengan Islam, agar terbentuk Muslimah berkepribadian Islam tinggi, di samping mengarahkan mereka agar memiliki kesadaran politik Islam yang juga tinggi. Yakni dengan memahamkan mereka akan hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan pengaturan umat, serta mendorong mereka agar senantiasa mengikuti perkembangan peristiwa politik dalam dan luar negeri mereka, karena kesadaran politik Islam yang dimaksud adalah mereka memahami dan meyakini bahwa pemeliharaan urusan-urusan umat (politik dalam maupun luar negeri) harus diatur dengan syari’at Islam,” papar Ustazah Rezkiana Rahmayanti.

Dengan cara inilah, menurutnya, kaum Muslimah dipastikan akan mampu mendidik generasi pemimpin yang berkepribadian Islam mumpuni, cerdas dan berkesadaran politik tinggi. “Jika ini berhasil, maka bisa dipastikan kepemimpinan Islam di dunia akan kembali ke tangan umat Islam, sebagaimana yang dulu pernah terjadi di masa-masa awal kebangkitan Islam,” tegasnya.[]

Baca juga:  Mewaspadai “Penumpang Gelap” Liberalisme Seks di Balik RUU PKS

#PerempuanRinduKepemimpinanIslam

#PerempuanButuhPemimpinJujurdanAmanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *