; Konsisten Mencerdaskan Perempuan - Muslimah News

Konsisten Mencerdaskan Perempuan

Sangat jelas bahwa dalam mencari solusi terhadap pemecahan persoalan perempuan dan anak tidak bisa dilihat dari sudut pandang praktis dan pragmatis saja. Membedah masalah secara komprehensif dan sistemis akan menghasilkan solusi yang lebih tepat dan ideal. Itulah alasan kenapa perempuan mesti cerdas.


MuslimahNews, FOKUS — Persoalan perempuan dan generasi terus bergulir, frekuensinya terus meningkat dan secara kualitatif semakin mengerikan. Eksploitasi perempuan, pergaulan bebas, prostitusi, narkoba, aborsi, kekerasan, perselingkuhan, perceraian, perdagangan perempuan dan anak, pornografi, pedofilia, LGBT, hingga pembunuhan kerap menjadi berita yang mencengangkan. Kejadiannya semakin bervariasi. Pelakunya pun semakin merata dari kalangan anak-anak, dewasa hingga kakek-kakek. Jumlah kejadian terus bertambah.

Perempuan Mesti Cerdas!

Kita sadar benar bahwa kondisi tidak normal saat ini harus segera diakhiri. Karenanya, semua elemen masyarakat harus peduli dengan keadaan ini. Konsistensi perjuangan untuk terus mencerdaskan perempuan adalah hal yang penting. Sebab, dengan perempuan semakin cerdas, maka dia akan mampu mengatasi berbagai persoalan pada dirinya sebagai perempuan, juga persoalan dalam keluarganya hingga generasi yang dilahirkannya.

Setiap kali terjadi tragedi yang menimpa perempuan dan anak biasanya menarik perhatian semua kalangan. Media, pakar, praktisi, masyarakat dan pemerintah gencar menganalisa dan mencari solusi. Namun pada umumnya masyarakat cenderung lebih suka dengan hal-hal yang praktis dan pragmatis. Kerap tak menyentuh akar masalah yang sesungguhnya. Bahkan ujung-ujungnya yang disalahkan adalah orang tua dan keluarga.

Anak terjebak prostitusi yang salah orang tua. Anak kecanduan narkoba dan pornografi yang salah orang tua. Anak aborsi yang salah orang tua. Anak melakukan kekerasan yang salah orang tua. Bahkan perempuan menjadi lesbi yang salah juga orang tua!

Mestinya kita lebih cerdas mengkaji persoalan. Bahwa benar ada potensi pada diri manusia termasuk perempuan dan anak-anak untuk meniru atau terpengaruh perilaku buruk. Itu sebabnya butuh edukasi nilai dan norma agama. Dalam Islam tercakup dalam paket pelajaran syariat Islam. Dan bahwa ada interaksi dan promosi yang memperbesar perbuatan buruk mudah tersebar di tengah masyarakat juga hal penting yang mesti dicermati. Karenanya butuh kontrol masyarakat yang efektif dan kondusif. Pun juga penegakan sanksi terhadap para pelaku kejahatan adalah hal yang menentukan. Dengan hukum apa pelaku kejahatan harus ditindak, sangat menentukan keberhasilan.

Nah, sangat jelas bahwa dalam mencari solusi terhadap pemecahan persoalan perempuan dan anak tidak bisa dilihat dari sudut pandang praktis dan pragmatis saja. Membedah masalah secara komprehensif dan sistemis akan menghasilkan solusi yang lebih tepat dan ideal. Itulah alasan kenapa perempuan mesti cerdas.

Dakwah yang Mencerdaskan 

Bagaimana caranya mencerdaskan perempuan? Cukupkah dengan sekolah dan meraih gelar yang tinggi saja? Fakta yang kita lihat di masyarakat menunjukkan bahwa keburukan dan kejahatan itu tak selalu linier dengan tingkat sosial dan pendidikan. Tindakan mencuri dan memalak memang bisa dilakukan oleh orang-orang yang miskin dan berpendidikan rendah. Tapi banyak juga orang-orang kaya dengan sederet gelar pendidikan dan jabatan terbiasa memalak uang rakyat, bahkan negara.

Boleh jadi prostitusi perempuan dan anak dilakukan dengan alasan ekonomi dan kemiskinan, tapi tak sedikit sosialita yang melakukan prostitusi sebagai gaya hidup elitis. Buktinya, Alexis yang ditutup gubernur Anis tak mungkin mempekerjakan PSK dari warung remang-remang. Beda status sosial, beda status pendidikan tapi sama-sama melakukan tindakan kriminal, zina! Perbuatan yang diharamkan Allah ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang pendidikannya apa. Seorang yang tak pernah sekolah, anak SD, anak SMP, anak SMA, Mahasiswa, sarjana, master, doktor, bahkan professor, semuanya punya potensi berzina!

Lalu apa yang membuat seseorang takut melakukan tindakan buruk atau kejahatan? Jelas bukan tingkat pendidikannya. Namun, tingkat pemahaman dan keyakinannya terhadap halal-haram, pahala dan dosa lah yang akan membuat seseorang berpikir seribu kali untuk melakukan tindakan kejahatan. Ya, tingkat keimanan linier dengan tingkat pencegahan tindak kejahatan.

Gerakan yang secara konsisten membina masyarakat untuk meningkatkan keimanan adalah gerakan dakwah. Maka menggencarkan dakwah adalah salah satu pilar penting. Tak hanya membina masyarakat agar memiliki tingkat keimanan yang semakin tinggi, tapi juga menjelaskan solusi berbagai problem termasuk yang dialami para perempuan dan anak-anak. Dakwah meniscayakan untuk menjelaskan solusi komprehensif yaitu penerapan syari’ah Islam di seluruh aspek kehidupan, dalam naungan sistem Islam, ialah Khilafah.

Perjuangan Tiada Henti!

Dakwah mencerahkan dan mencerdaskan masih terus digencarkan. Jika perempuan Muslimah kian cerdas dalam memahami dan memegang teguh syari’ah Islam, maka akan menjadi daya dorong untuk memperbaiki kondisi masyarakat agar selaras dengan Islam. Tak hanya dalam praktik berislam secara individual, tapi juga mendorong masyarakat dan penguasa untuk mengganti sistem demokrasi liberal sebagai penyebab kebobrokan masyarakat dengan sistem Islam. Sebab, hanya dengan Islam, masyarakat akan dapat merasakan kebaikan dan keberkahan kehidupan di dunia dan akhirat.

Genta perjuangan melanjutkan kehidupan Islam warisan baginda Rasulullah Saw semakin menggema. Bahkan semakin lantang. Gema perjuangan di seantero negeri gayung bersambut. Manusia semakin geram menyaksikan berbagai kerusakan di tengah kehidupan yang mengglobal.

Kondisi inilah yang membuat umat Islam semakin merindukan kehidupan Islam. Kehidupan yang diatur hanya dengan syari’at Allah SWT yang Mahatinggi. Kehidupan yang dipimpin oleh seorang pemimpin sebagaimana disyaratkan dalam Islam. Pemimpin yang menjaga syari’at Islam dan menyatukan seluruh umat Islam. Itulah sistem Khilafah yang telah dikabarkan oleh Rasulullah Saw akan menaungi umat manusia di akhir zaman mengikuti metode kenabian.

Khilafah yang akan menerapkan syari’ah secara praktis, mengatur segala kepentingan masyarakat, memenuhi kebutuhan mereka dan kemudian mengontrolnya. Untuk menegakkan Khilafah, membutuhkan kesungguhan seluruh umat Islam. Karena itu, dakwah harus terus digerakkan di tengah umat dengan tujuan memahamkan mereka dengan syari’ah Islam hingga mereka mengadopsinya dan turut serta memperjuangkan penerapannya, sebagai konsekuensi dari keimanan.

Perjuangan penegakan Khilafah sudah 65 tahun dilakukan, dan kurang lebih 17 tahun secara intens bergulir di tengah masyarakat Indonesia. Di tahun 2004, opini bahwa Syari’ah & Khilafah adalah solusi terbaik untuk Indonesia mulai menjadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat Indonesia. Dan sampai hari ini, opini tersebut semakin ramai didiskusikan. Keyakinan bahwa Islam akan membawa rahmat bagi seluruh alam menjadi pendorong kuat dalam memperjuangkan sistem Khilafah ini. Sistem yang akan menggantikan demokrasi liberal yang nyata telah membawa kerusakan bagi kehidupan umat manusia di seluruh dunia.

Sistem demokrasi liberal yang dianut oleh mayoritas negara di dunia ini telah membawa dampak kerusakan moral, kezaliman penguasa, penjajahan ideologi, politik, sosial, budaya, hukum dan ekonomi. Eksploitasi sumber daya alam oleh negara-negara maju terhadap negara berkembang semakin menggila. Kesenjangan orang-orang kaya dan miskin semakin menganga lebar. Kerusakan moral makin merata dari kalangan penguasa, pejabat, pengusaha, selebriti, kaum terpelajar hingga rakyat jelata. Sungguh, tak ada alasan yang layak untuk tetap melanggengkan sistem demokrasi liberal hari ini.

Muslimah Pejuang Kebangkitan Islam

Perempuan selama puluhan tahun dilibas oleh ide kesetaraan gender. Banyak perempuan turut bergiat dalam memperjuangkan kesetaraan gender ini. Apalagi berbagai konvensi yang memuat ide gender telah banyak diratifikasi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Penderasan perjuangan kesetaraan gender telah memosisikan beberapa aturan agama terkait perempuan sebagai tertuduh. Misanya hukum waris di mana perempuan hanya mendapat setengah bagian dari laki-laki dianggap tidak adil. Larangan perempuan memegang jabatan pimpinan kekuasaan dianggap diskriminatif. Laki-laki sebagai pemimpin (qawwam) bagi perempuan dalam rumah tangga dianggap merendahkan perempuan. Begitulah pandangan gender terhadap nilai dan aturan Islam.

Sungguh, ide kesetaraan gender telah meracuni pemikiran umat Islam. Bahkan membahayakan dan menyesatkan perempuan. Bahaya karena selangkah demi selangkah perempuan ditarik menjauh dari nilai-nilai agama. Menyesatkan karena ide tersebut mendorong perempuan keluar dari kodrat dan tanggung jawabnya sebagai ibu dan manajer rumah tangga. Ini menjadi tantangan dakwah terhadap perempuan, khususnya para Muslimah.

Maka gerakan dakwah mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memahamkan konsep dan solusi untuk memuliakan perempuan, mengokohkan bangunan keluarga dan menyelamatkan generasi. Mengapa kemuliaan perempuan? Karena kondisi perempuan – mayoritas Muslimah – sedang dihinakan oleh ide-ide kufur, nilai dan sistem yang bertentangan dengan Islam. Bangunan keluarga banyak yang roboh, jumlah perceraian bertambah banyak, rumah bak terminal semata, anak-anak dan pemuda terjerumus pada perbuatan amoral, dan potensi mereka tersia-sia.

Para aktivis perempuan wajib melakukan kontak pemikiran dengan para perempuan. Perbincangan tentang persoalan perempuan sehari-hari yang terjadi di masyarakat mesti ditelaah, dipahami akar masalahnya dan diberikan gambaran bagaimana Islam mengaturnya. Dakwah memahamkan Islam secara terus menerus seperti itu lama kelamaan akan meyakinkan masyarakat bahwa Islam adalah problem solver. Kontak intens dengan kelompok, lembaga, organisasi, instansi dan juga kalangan birokrasi juga merupakan aktivitas dakwa yang penting. Demikian juga kontak dengan para ualam perempuan/ustazah/mubalighah, intelektual, dosen, guru, Mahasiswi, pelajar, dan kalangan praktisi serta professional mesti terus dilakukan. Sebab, mereka adalah bagian dari agen perubahan masyarakat.

Semua Muslimah wajib mengkaji secara intensif materi-materi pokok Islam tentang akidah dan konsekuensinya yaitu wajib terikat dengan hukum Syara’. Demikian juga kajian tentang kewajiban dakwah untuk menyampaikan Islam kaffah serta gambaran rinci bagaimana perjuangan untuk menerapkan syari’ah Islam. Dengan begitu masyarakat akan sadar dan peduli terhadap persoalan umat Islam, lalu berkontribusi untuk memperjuangkannya.

Dakwah melalui media akan menderaskan arus pencerdasan publik. Penerbitan majalah, buletin, selebaran, program radioi, beragam media sosial di FB, Twitter, dan Website dapat dijadikan sebagai saranan dakwah kepada masyarakat yang lebih luas.

Berbagai agenda publik yang membincangkan persoalan umat akan sangat membantu cepatnya proses pencerdasan dan penyadaran umat. Misalnya acara Liqa Muballighah di berbagai kota, akan menguatkan kesadaran para Muballighah tentang tugas dan fungsinya sebagai penerus risalah Islam warisan Rasulullah Saw.

Demikian juga forum-forum untuk Mahasiswi dan intelektual perlu disemarakkan. Misalnya, Kongres Mahasiswi Islam untuk Peradaban (KMIP) yang pernah digagas oleh aktivis dakwah di lingkungan kampus. Acara semacam ini akan meningkatkan kesadaran para intelektual muda untuk menggunakan potensi dan perannya dalam perubahan di tengah masyarakat. Sama halnya dengan penyelenggaraan forum untuk para pelajar. Forum ini adalah ajang bagi para remaja untuk berdiskusi tentang keislaman agar mereka menjadi pemuda sejati, yang sadar akan potensi dan fungsinya dalam kebangkitan peradaban dan lahirnya generasi calon pemimpin.

Pada bulan Desember 2016 yang lalu telah diselenggarakan acara Kongres Ibu Nusantara (KIN) yang ke-4. KIN diselenggarakan dengan tujuan untuk memunculkan kesadaran kaum Ibu akan beratnya halangan atau hambatan mereka dalam menjalankan fungsi dasar mereka dalam mengasuh, menjaga serta mendidik putra-putrinya. Forum ini akan mendorong motivasi para Ibu agar dapat menjalankan fungsinya hingga terlahir generasi yang saleh dan siap melakukan perubahan di masa datang.

Dengan serangkaian agenda tersebut diharapkan muncul kesadaran Muslimah akan tanggung jawab untuk memberi kontribusi dalam perubahan sistem menuju kebangkitan Islam. Dan untuk melibatkan perempuan dalam perjuangan tersebut, penting untuk diserukan kepada para Muslimah agar membangun kekuatan perjuangan dengan bergabung dalam jamaah dakwah. DI dalamnya mereka akan dibekali ide-ide, pemahaman dan hukum yang menjadi solusi bagi persoalan umat. Pembinaan ini akan dapat mencetak kader dakwah baru yang berkesinambungan serta membentuk opini umum tentang Islam secara sempurna. Dengan kesabaran dan kesetiaan para kader dakwah, diharapkan upaya ini akan mengantarkan pada jalan kemenangan Islam, hingga Allah memenangkan agama-Nya dan umat-Nya.[] Dikutip dan diedit dari Majalah Cermin Wanita Sholehah Edisi 10

Bagaimana menurut Anda?