; Lagi, Trump Menunjukkan Wajah Asli Amerika - Muslimah News

Lagi, Trump Menunjukkan Wajah Asli Amerika

Kelemahan utama Trump adalah bahwa ia biasanya mengungkapkan plot keji dan tujuan jahat AS yang bertentangan dengan mantan penguasa AS yang terampil menyembunyikan strategi tersembunyi. Sikap Trump seperti itu tidak hanya berlaku untuk umat Islam karena ia juga secara teratur telah mengungkap tujuan brutal dan konspirasi jahat AS terhadap semua bangsa di dunia.


Oleh: Saifullah Mustanir

MuslimahNews, FEATURE — Pada pertemuan kabinet pertama (2/1/2019), Donald Trump mengkritik negara-negara regional, khususnya Rusia, Pakistan dan India. Trump secara langsung mendesak mereka untuk lebih terlibat dalam ‘perang melawan teror’ di Afghanistan. Trump menekankan, dan meminta negara-negara tersebut untuk melakukan perlawanan. Mengacu pada perang antara Taliban dan ISIS, ia menegaskan bahwa pasukan AS tidak boleh mengganggu konflik yang sedang berlangsung antara kedua kelompok tersebut, karena Taliban dan ISIS adalah musuh kita. Dia menyatakan bahwa keterlibatan Uni Soviet dalam perang Afghanistan pada 1980-an membawanya kepada kebangkrutan dan pecahnya Uni Soviet yang akibatnya menjadi Rusia saat ini. Dia juga menyatakan bahwa alasan Rusia menginvasi Afghanistan adalah karena “teroris” berencana untuk menyerang Rusia. “Mereka benar berada di sana dan menyerang Afghanistan,” tambahnya.

Kelemahan utama Trump adalah bahwa ia biasanya mengungkapkan plot keji dan tujuan jahat AS yang bertentangan dengan mantan penguasa AS yang terampil menyembunyikan strategi tersembunyi. Sikap Trump seperti itu tidak hanya berlaku untuk umat Islam karena ia juga secara teratur telah mengungkap tujuan brutal dan konspirasi jahat AS terhadap semua bangsa di dunia.

Kali ini, Trump menganalogikan logika perang AS dengan logika perang Uni Soviet di Afghanistan, dan mengungkap konotasi ‘terorisme’ yang sebenarnya dari sudut pandang AS dan kaum kafir lainnya. Pejuang Muslim dan Mujahidin, atau mereka yang berjuang untuk Islam, adalah teroris. Sekalipun mereka termasuk pejuang yang secara politis, ekonomis, dan militer didukung oleh AS melawan Uni Soviet, di beberapa titik dalam sejarah, atau mereka yang bertempur sebagai pasukan darat untuk AS melawan Taliban dan Al-Qaeda dan telah membuka jalan bagi pendudukan AS di Afghanistan. Cukup sudah! Kita, umat Muslim yang tertolak, harus dibangunkan dan menganggap semua orang kafir (Kuffar) sebagai bangsa yang bersatu melawan umat Islam dan tidak boleh mendukung mereka (Kuffar) melawan saudara kita sendiri seperti yang telah diajarkan oleh ajaran Islam.

Selain itu, Trump menginstruksikan komandan militernya untuk mengeksploitasi keadaan umat Islam yang tersebar. Terkait Taliban dan ISIS, dia bersikeras untuk membiarkan mereka saling bertarung karena mereka berdua adalah musuh AS. Sementara itu, keadaan terasing dari umat Islam telah menjadi penyebab dan hasil dari tatanan internasional yang berlaku yang dipimpin oleh AS dan pemikiran pemerintahan nasionalnya, sehingga umat tidak akan disatukan di bawah kerangka sistem politik.

Tidak seperti institusi pemerintah AS atau yang disebut ‘Deep State‘, Trump mengkritik Rusia, India dan Pakistan dengan meminta mereka untuk mengambil peran lebih aktif dalam ‘perang melawan teror’ di Afghanistan. Namun, pemerintah AS belum puas dengan keputusan untuk menyerahkan seluruh urusan Afghanistan ke tangan negara-negara kawasan dan untuk sepenuhnya menarik diri dari dilema regional, karena AS telah menghabiskan triliunan dolar dan bermanuver lebih dari setengah abad untuk menelusuri pijakan nyata di Afghanistan untuk dirinya sendiri. Hal itu akhirnya tercapai setelah 2001.

Tetapi apa yang memicu Trump untuk secara terbuka membuat pernyataan seperti itu adalah karena kurangnya kemajuan dalam perang dan perdamaian Afghanistan. “Kamu berbicara tentang Jenderal kita. Saya telah memberikan semua uang yang diinginkan Jenderal kami, tetapi mereka tidak melaksanakan pekerjaan mereka dengan cukup baik di Afghanistan. Mereka berperang di Afghanistan selama lebih dari 19 tahun. Jenderal Mattis harus sangat berterima kasih kepadaku karena aku memberinya sejumlah $ 700 miliar yang tidak pernah dia impikan, tetapi apa yang Mattis lakukan untuk kita? Apa yang dia lakukan untuk kita di Afghanistan? Dia tidak melakukannya dengan sangat baik, dan saya tidak puas dengan apa yang dia lakukan di Afghanistan. ”

AS secara membingungkan terjebak pada perang sejarah terpanjang yang pernah ada; jika AS berencana untuk keluar dari Afghanistan seperti apa yang dilakukan Inggris Raya dan bekas Uni Soviet, dia tak lagi akan terus berdiri sebagai negara adikuasa di dunia. Dan itu bahkan akan mengarah pada persekutuan mengejutkan dari negara-negara bagiannya. Oleh karena itu, AS telah memprakarsai proses perdamaian untuk mengakhiri, tetapi tidak benar-benar, mengakhiri perang Afghanistan untuk melestarikan pijakan-pijakannya di negara itu dan untuk dengan mudah menggunakan reservoir (waduk) tambang, posisi geopolitik dan narkotika Afghanistan, serta akhirnya memenangkan suara warga AS dalam pemilihan 2020.

Untuk mencapai ini, pasukan AS telah mengintensifkan perang melawan Taliban untuk membawa mereka ke meja perundingan, yang pada akhirnya sedang dikondisikan sebagai perwakilan politik Taliban dari Kantor Qatar, perwakilan militer Taliban dari Dewan Quetta bersama dengan partisipasi dari Pakistan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah berbicara dengan Zalmay Khalilzad, perwakilan Departemen Luar Negeri AS untuk rekonsiliasi di Afghanistan, di Abu Dhabi; meskipun, belum ada hasil nyata dari dialog-dialog ini yang telah diakui.

Satu-satunya hal yang dapat dirasakan dari ‘agenda perdamaian dan perang AS’ di Afghanistan adalah bahwa hal itu jelas telah merosot ke tingkat regional karena blok Rusia, Iran dan Cina menghadapi blok AS, Pakistan, Arab Saudi, dan blok UEA. Karena setelah pembicaraan dua kali yang sia-sia antara AS dan Taliban, AS menggunakan semua cara untuk menekan Taliban, bahkan mengundang perwakilan militer Taliban yang dikoordinasi oleh Pakistan dalam pembicaraan Abu Dhabi. Setelah itu, AS secara tidak langsung membayar $ 9 miliar ke Pakistan, $ 6 miliar di antaranya didanai oleh Arab Saudi dan sisanya $ 3 miliar oleh UEA. Kesepakatan seperti itu atas proses perdamaian Afghanistan telah menciptakan skeptisisme baru di antara negara-negara regional, terutama Rusia, Cina dan Iran. Dengan demikian, untuk menghilangkan skeptisisme, Shah Mahmood Qureshi, Menteri Luar Negeri Pakistan, melakukan perjalanan ke ketiga negara untuk memastikan bahwa perjanjian Pakistan dengan AS tentang proses perdamaian dengan Taliban tak merusak kepentingan negara-negara kawasan di negara itu.

Karena ketiga negara, Cina, Rusia, dan Iran masih mempercayai diplomasi Taliban, tetapi ketika muncul masalah pendanaan oleh Saudi dan UEA ke Pakistan, hal itu tampaknya menimbulkan kekhawatiran. Kunjungan perwakilan Taliban ke Iran agaknya terkait dengan masalah ini.

Bahkan, kantor kepresidenan AS yang diambil oleh Trump adalah sinyal yang jelas kejatuhan Amerika. Karena slogan “Amerika Pertama” yang diangkat oleh Trump, selama kampanye pemilihan presidennya, membawanya ke kekuasaan. Di sisi lain, keberhasilan slogan ini adalah indikasi yang jelas tentang situasi yang memburuk di AS dan posisinya yang lemah di platform internasional.

Oleh karena itu, setelah 18 tahun perang, AS saat ini bukan Amerika seperti dulu di abad ke-20, artinya, ia telah menjadi jauh lebih rapuh dari dalam dan juga telah menurun pada posisi internasional. Jadi itu tidak bisa mengamankan eksistensinya di bumi “Makam Kerajaan” ini.

Oleh karena itu, Muslim Afghanistan tidak boleh diperdayai dengan agenda proses perdamaian yang dimulai oleh AS, karena AS tidak pernah setia pada janji dan perjanjian apa pun yang pernah dibuatnya dengan kelompok dan negara mana pun sepanjang sejarah. Bagi mereka yang mustahil menerima ini, akan lebih baik jika mereka merujuk pada para pemimpin jihadis Aliansi Utara, Dostum, Hekmatyar, Iran dan Korea Utara. Untuk belajar lebih banyak dari mereka. Pejuang Afghanistan harus mengambil agenda Islam sebagai preferensi terhadap agenda yang dirancang oleh AS, kafir lain dan boneka mereka yang tidak membawa apa pun selain kejahatan bagi seluruh umat manusia sepanjang sejarah.

Sebagai hasilnya, perjuangan mereka tidak hanya akan mengantar orang-orang Afghanistan, tetapi juga akan menjadi awal dari perubahan untuk menangani seluruh bencana di seluruh wilayah Islam di dunia.[] Sumber

*Direktur Kantor Media Hizbut Tahrir di Wilayah Afghanistan

Sumber gambar: Shutterstock

Bagaimana menurut Anda?