; Pemerintah Diam, Bukti Ditelikung Utang dan Investasi - Muslimah News

Pemerintah Diam, Bukti Ditelikung Utang dan Investasi

Wilayah Xinjiang sangat kaya karena memiliki bahan bakar fosil. Diperkirakan ada 159 milyar barel cadangan minyak. Inilah salah satu alasan yang membuat pemerintah Cina mengusik wilayah Xinjiang. Pada tahun 2017, Cina menggelontorkan dana sebaar 8,5 milyar untuk memonitor Uyghur. Siapa yang kedapatan melawan pemerintah Cina akan ditangkap. Dengan tuduhan teroris, ekstremis, dan separatis. Penyiksaan yang sangat tidak manusiawi telah dialami jutaan Muslim Uyghur.


Oleh: Hana Ummu Dzakiy (Muslimah Peduli Umat)

MuslimahNews, ANALISIS — Tsunami tanpa didahului gempa di laut, baru saja menghantam Banten dan Lampung. Tsunami bukanlah azab. Bukan juga musibah. Ia adalah ujian. Sebab, musibah yang sesungguhnya adalah ketika akidah Islam tidak mampu kita pertahankan dalam diri kita. Musibah besar itu tengah mengintai saudara-saudara kita. Etnis Uyghur, di Xinjiang, Wilayah Cina bagian barat.

Etnis Uyghur merupakan anak keturunan (klan) Turki, campuran bangsa Eropa dan Asia Tengah. Mereka sudah ribuan tahun tinggal di Xinjiang. Memiliki kebudayaan yang indah dan memesona. Sebelumnya mereka memeluk agama Zoroaster dan Budha. Adalah Qutaibah bin Muslim, pada tahun 94-96 H berhasil menaklukkan Cina. Tepatnya di Kashgar. Kota paling ujung dari Cina. Orang-orang Kashgar berbondong-bondong masuk Islam tanpa paksaan sedikitpun. Ini adalah salah satu prestasi gemilang pada masa Bani Umayyah.

Pada saat partai komunis yang didirikan Mao Zedong berhasil menguasai Cina (1949). Mereka melakukan penyerangan ke daerah Xinjiang dan dimasukkan dalam wilayah Cina. Xinjiang yang berarti kekuasaan, pada saat itu mulai menjadi salah satu provinsi di Cina. Xinjiang yang penduduknya beragama (Islam), dalam pandangan komunis harus dibasmi. Sebab agama adalah candu. Tidak cocok dengan komunis. Inilah awal derita muslim Uyghur. Mereka menghukum Muslim Uyghur yang melakukan salat. Menghancurkan masjid. Melarang mengajarkan Islam kepada anak sejak usia dini. Para pemuda dilarang mendengarkan ceramah di masjid. Serta tidak boleh memberi nama anak dengan nama khas Muslim. Tak hanya itu saja. Pemerintah Cina juga mengakomodir etnis Han untuk menguasai Xinjiang dan mengubah masyarakat di sana. Kini etnis Han menjadi mayoritas. Etnis Uyghur menjadi minoritas dan tertindas.

Wilayah Xinjiang sangat kaya karena memiliki bahan bakar fosil. Diperkirakan ada 159 milyar barel cadangan minyak. Inilah salah satu alasan yang membuat pemerintah Cina mengusik wilayah Xinjiang. Pada tahun 2017, Cina menggelontorkan dana sebaar 8,5 milyar untuk memonitor Uyghur. Siapa yang kedapatan melawan pemerintah Cina akan ditangkap. Dengan tuduhan teroris, ekstremis, dan separatis. Penyiksaan yang sangat tidak manusiawi telah dialami jutaan Muslim Uyghur.

Muslim Uyghur adalah saudara kita. Derita mereka adalah derita kita. Mereka butuh pertolongan kita. Sebagai negeri dengan mayoritas Muslim, harusnya pemerintah berada di garis terdepan menolong saudara kita di Xinjiang. Faktanya, pemimpin kita hanya diam. Sebab pemerintah kita sudah berutang banyak pada Cina. Investor kita juga kebanyakan orang Cina.

Utang dan investasi telah menyetir pemerintah kita. Inilah era penjajahan gaya baru. Utang dan investasi membuat sikap pemerintah kita tidak lagi independen. Tidak bisa berbuat banyak untuk menolong saudara kita di Xinjiang. Sebab Cina tidak suka urusan dalam negerinya dicampuri negara lain. Jika pemerintah Indonesia bersikap vokal atas kasus Uyghur, Cina bisa saja murka. Membalas Indonesia dengan embargo. Inilah yang ditakutkan pemerintah kita.

Fadli Zon juga mengungkapkan bahwa Pemerintah kita mungkin takut dengan Cina. Sebab banyak investasi, utang, dan proyek yang menjadikan pemerintah reluctant untuk menyinggung Cina. Sangat aneh sebenarnya, Indonesia punya sumber daya alam melimpah tapi punya utang.

Sistem kapitalis telah menjerat Indonesia agar memiliki banyak utang. Tata kelola ala kapitalis telah merusak sumber daya alam kita yang harusnya menjadi berkah. Pengelolaan sumber daya alam kepada asing membuat kita tak bisa menikmatinya. Kecuali hanya setetes. Sampai-sampai harus berutang untuk bisa membangun infrastruktur. Akibat selanjutnya, kita didikte oleh negara pemberi utang. Inilah salah satu sad endingnya, ketika negara pemberi hutang membantai saudara kita. Tak ada yang bisa kita perbuat.

Pada akhirnya, kita harus keluar dari jerat sistem kapitalis. Mengelola sumber daya alam sesuai syariat. Agar negeri kita berkah. Tidak sembarangan membuka kran investasi warga negara asing. Sungguh investasi asing telah menelikung pemerintah kita.

Saatnya kita menjadi negeri Muslim yang punya power untuk menolong saudara seakidah. Sebagaimana pada masa bani Umayyah dulu. Cina gemetaran menghadapi umat Islam. Semua itu bisa menjadi kenyataan jika kita meninggalkan sistem kapitalis. Lalu menerapkan aturan Islam di setiap lini kehidupan.[]

Bagaimana menurut Anda?