Kemuliaan Kaum Terdidik, Fungsi Pendidikan Tinggi dan Berkah Kemajuan Teknologi Kandas di Tangan Rezim Neolib

MuslimahNews.com – “Kandasnya kemuliaan kaum terdidik di tangan rezim neolib, juga fungsi penddikan tinggi dan kemajuan teknologi. Inilah buah pahit, ketika rezim hadir sebagai pelaksana sistem kehidupan kufur dan Undang-undang sekuler,” hal itu disampaikan oleh pengamat kebijakan publik, Rini Syafri, kepada MNews, Jumat (28/12/2018).

Rini mengutip firman Allah dalam  QS Al Mujadilah ayat 11, “…niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…’ Semakna dengan ayat ini melalui tuturnya yang mulia Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, ‘Siapa saja yang memilih jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan membuka jalan baginya menuju surga..’ Karenanya, kedudukan mulia di sisi Allah SWT dan hidup mulia di dunia semestinya diperoleh setiap penuntut ilmu dan kaum terdidik yang beriman.”

Ini di satu aspek, kata Rini Syafri, pada aspek yang lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi hanyalah diperuntukan bagi kemuliaan insan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh alam. Sebagaimana dapat dipahami dari pengibaratan Rasulullah Saw terhadap ilmu, yakni seperti air hujan. “Tanpa air hujan dipastikan tidak ada kehidupan.  Ditegaskan Rasulullah Saw yang artinya, ‘Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya aku diutus Allah, seperti air hujan yang menyirami bumi,’ tukasnya mengutip hadis riwayat Imam Bukhari.

Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri meyakini melalui kerja sama semua pihak, Indonesia akan mampu bertahan menghadapi era Revolusi Industri (RI) 4.0, dengan segala peluang dan tantangan akibat RI 4.0 yang masif.

“Namun, hari ini di tangan rezim neolib kemuliaan itu kandas dan berganti kemuliaan palsu. Pun demikian dengan fungsi pendidikan tinggi dan kemajuan teknologi. Melalui agenda Revolusi Industri  4.0 (RI 4.0) rezim neolib hadir tidak saja memfasilitasi negara kafir penjajah mengeksploitasi sumber daya alam, bahkan juga potensi yang begitu berharga bagi setiap insan terdidik.  Yakni, potensi intelektual,” dia melanjutkan.

Baca juga:  Dua Pertiga Kekayaan Dunia akan Dikuasai oleh 1% dari Populasi pada Tahun 2030

Bukan saja mahal, tambah Rini, pendidikan sekuler  hanyalah bertujuan untuk penghasil buruh terdidik, pekerja penggerak mesin industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi. Sistem pendidikanpun sejak dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi dirancang penuh untuk melayani hasrat hegemoni negara kafir penjajah. Pun demikian dengan riset, bahkan riset yang bernilai adalah yang diminati dan dikomersialisasikan industri (korporasi).

“Hasilnya, sungguh mengerikan. Satu aspek saja dari arus teknologi RI 4.0, yakni  mesin cerdas sudah cukup menimbulkan persoalan serius. Gelombang  pengangguran melanda seluruh penjuru dunia. Tidak hanya di AS, Jerman dan Jepang, prediksi suram pengangguran massal juga menimpa negara-negara di Asia termasuk Indonesia, bahkan perbudakan modern, demikian kesimpulan studi lembaga konsultan Verisk Maplecroft. Di samping ancaman jurang kemiskinan yang semakin. Walhasil, krisis kemanusiaan semakin parah benar-benar di depan mata,” paparnya.

Di saat yang sama, Rini menjelaskan, dunia juga Indonesia melalui keharusan pencapaian standar Global Competitiveness Index/ Indeks Persaingan Global dituntut (baca: dipaksa) menjalankan program segala internet (Internet of Thing).  Yang pada fungsi negara sistem politik demokrasi (e-government) semakin mempermudah kapitalisasi hajat hidup publik dan penguasaan asing terhadap potensi sumber daya alam serta eksploitasi potensi intelektual kaum terdidik.

Baca juga:  Bergantung kepada Asing, Pengamat Ungkap Pemerintah tak Siap Tanggulangi Bencana

“Di sisi lain, penyediaan infrastruktur teknologi digital ketika politik industri tidak berbasis industri berat bukanlah hal yang mudah dan murah bahkan sepenuhnya bergantung asing. Pada akhirnya, cukup mudah diindera bahwa agenda RI 4.0 hanyalah penjajahan gaya baru (neo imperialisme) berkedok kemajuan teknologi dan menambah kesengsaraan dunia termasuk Indonesia,” sambung Rini.

Dia lalu menjelaskan bahwa, lebih dari pada itu penjajahan apapun bentuknya di haramkan Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Quran surah Annisa ayat 141, ”….dan Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir (untuk mengalahkan) orang-orang beriman.”

Khilafah sebagai Solusi

“Fakta sejarah peradaban manusia membuktikan, kemuliaan kaum terdidik, fungsi normal pendidikan tinggi-riset dan kemajuan teknologi  benar-benar realitas yang dapat dirasakan setiap insan bahkan seluruh alam ketika rezim hadir sebagai pelaksana syariat Allah SWT secara kaafah dalam bingkai Khilafah. Khilafah memiliki fungsi sentral yang tidak tergantikan. Peran penting ini tidak pernah dilupakan meski hanya sehari,” ujar Rini.

Rini lalu menyebut, “Hasilnya, sungguh mengagumkan. Kemuliaan kaun terdidik terlihat pada segala aspek. Mulai dari pendidikan gratis berkualitas, hingga tujuan pendidikan untuk pencetak ilmuwan dan pakar dengan identitas keislaman yang kuat. Keahliannya didedikasikan untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Sementara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar menjadi nafas segar bagi kehidupan setiap insan bahkan seluruh alam.”

Baca juga:  Kehidupan Fiktif Youtuber, Produk Peradaban Palsu Kapitalisme

Menurutnya, kemuliaan kaum terdidik juga terlihat dari penghargaan negara terhadap ilmu dan kepakaran.  Tidak sekedar penghargaan materi dan gelar atau sertifikat, lebih dari pada itu negara bertanggungjawab penuh terhadap rancangan riset dan pemanfaatan kemajuan sain dan teknologi agar semua orang menjadi lebih mudah melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Di samping itu agar kesejahteraan segara dirasakan oleh seluruh alam.

“Semua itu diukir oleh tinta emas sejarah peradaban Islam, yang berlangsung selama 13 abad.  dalam naungan Khilafah kaum terdidik benar-benar memperoleh kemuliaan sejati, demikian juga fungsi pendidikan tinggi, riset dan teknologi.  Bahkan,  tanpa kemajuan riset dan teknologi yang diraih peradaban Islam tidak akan pernah ada kemajuan sain dan teknologi hari ini,” tukasnya.

Karenanya, kata Rini, kembalinya kehidupan Islam, Khilafah Islam  merupakan kunci solusi kandasnya kemuliaan kaum terdidik, juga fungsi pendidikan tinggi dan kemajuan teknologi.  Bahkan kebutuhan yang mendesak. Lebih dari pada itu, Khilafah adalah ajaran Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada kita semua,” lalu dia mengutip Alquran surah Al Anfaal ayat 24, “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yangmemberi kehidupan kepadamu..”[]

Bagaimana menurut Anda?