; Pengamat Ungkap ‘Perselingkuhan’ Rezim dengan Asing dan Aseng – Muslimah News

Pengamat Ungkap ‘Perselingkuhan’ Rezim dengan Asing dan Aseng

MuslimahNews.com — “Antek asing! Itulah personifikasi rezim saat ini. Tak ada keberpihakan atas nasib rakyat. Freeport yg disinyalir masih mengandung deposit emas 33.9 juta troy ounce (troz) dan 153.1 juta troz perak belum pernah sepenuhnya dinikmati rakyat,” tukas pengamat politik Muslimah, Pratma Julia Sunjandari menanggapi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) setelah mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar, Rabu (26/12/2018).

“Bahkan untuk dana otsus, rakyat Papua hanya mendapat 21 T. Itupun ‘berebut’ dengan Papua Barat, DIY dan Aceh. Yang lebih konyol, rezim ini merasa berprestasi, setelah 51 tahun, bisa membeli 51.2 persen saham FCX sebesar 56 T. Bagaimana bisa disebut prestasi jika ‘milik sendiri’ yang sudah dijarah, dibeli untuk mendapatkan kembali? Dan makin kelihatan antek asing ketika belinya pakai Global Bond, utang yang dilelang untuk asing. Bisa saja yang beli McMoran lagi,” lanjutnya kepada MNews.

Pratma turut mengungkap investasi asing yang bercokol di Indonesia, “Aseng juga berkuasa di Indonesia. Rezim ini memang sungguh konyol. Menutupi defisit perdagangan dengan Cina, malahan ngundang investor untuk menutupi defisit itu. Akhirnya tahun 2016 saja sudah ada 520 proyek. Dan karena Cina paling agresif menawarkan investasi demi proyek BRI (Belt and Road Initiative), rezim ini menawarkan proyek-proyek strategis.”

Dia lalu menyebutkan, “Titik-titik sumber mineral dan EBT (energi baru terbarukan) di Kaltara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Ini sama dengan menjual negara karena Cina pakai mekanisme Turnkey Project. Bisa-bisa kasus Angola dan Srilanka juga terjadi di sini.

Negeri ini, kata Pratma, jadi antek asing karena memang tak punya kedaulatan. “Tidak percaya diri bahwa kekayaan alam, tenaga ahli, generasi produktif, dan posisi geostrategis mampu menjadi kekuatan besar. Namun karena mental sebagai inlander, negara terjajah yang bertahun-tahun ditanamkan asing, maka sikap politiknya pasrah dikendalikan asing.”

“Agar tidak menjadi antek asing yang terjajah, hanya ada satu cara, tegakkan Khilafah. Karena hanya Khilafah yang dengan gagah berani mengusir penjajahan asing dan aseng dari bumi Allah yang amat kaya ini,” tutupnya.[]

Bagaimana menurut Anda?