; Peneliti: Indonesia belum Lepas dari Cengkeraman Freeport – Muslimah News

Peneliti: Indonesia belum Lepas dari Cengkeraman Freeport

 

MuslimahNews.com — Sebanyak 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) kini resmi diambil alih oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) setelah mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar. PT Inalum menandai pembelian saham PTFI dengan menerbitkan obligasi global (global bond) senilai USD 4 miliar guna memeroleh separuh kepemilikan tambang emas Grasberg yang merupakan terbesar di dunia.

Proses divestasi saham Freeport sebesar 51 persen ini juga ditandai dengan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK), sehingga PTFI mengantongi izin perpanjangan masa operasi 2×10 tahun sampai 2041.

Peneliti Ekonomi Syariah, Nida Saadah kepada MNews menjelaskan, “Mau kontrak migas ataupun kontrak karya, persoalannya bukan di situ. Tapi di posisi status deposit emasnya. Emas itu diciptakan Allah SWT bukan untuk menjadi milik negara. Tapi menjadi menjadi umat, milik rakyat. Negara diberi tanggung jawab untuk mengelolanya secara mandiri. Lalu mengembalikan hasil pengelolaan dalam bentuk hasil penjualan untuk anggaran pendidikan, kesehatan, dll. Sehingga rakyat sejahtera,” tukasnya, Rabu (26/12/2018).

Berdasarkan perjanjian KK antara Pemerintah RI dengan Freeport McMoran generasi kedua yang diteken pada 1997, PTFI diberikan hak untuk mengeksplorasi Tambang Grasberg di Bumi Papua hingga 2021. Terkait hal itu, Nida mengungkapkan bahwa Indonesia mustahil melepaskan diri dari cengkeraman Freeport, “Memang susah membayangkan bisa melepaskan emas dari cengkeraman Freeport dalam bingkai Negara Demokrasi-Sekuler. Hanya bingkai Negara Khilafah yang bisa melakukannya.”

Menurutnya, hal itu karena seorang Khalifah tidak punya rasa takut kepada manusia. Rasa takutnya hanya kepada Allah SWT. “Itu akan membuatnya bisa berkata lantang di pentas internasional, stop perampasan sumber daya alam kami. Stop pengelolaan sumber daya alam dengan mekanisme kufur. Kami akan mengelolanya sendiri dengan menggunakan aturan pengelolaan emas yang berasal dari Rabb kami.”[] Gambar: Merdeka.com

Bagaimana menurut Anda?