; Rezim Gagal Penuhi Kebutuhan Dasar, Indonesia Butuh Khilafah – Muslimah News

Rezim Gagal Penuhi Kebutuhan Dasar, Indonesia Butuh Khilafah

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “..Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan dia bertanggungjawab terhadap rakyatnya” (HR Ahmad, Bukhari).  Artinya, di antara kepentingan kehadiran pemerintah dan negara adalah pengurus pemenuhan kebutuhan dasar setiap individu publik.  Baik pangan, air bersih, sandang, dan papan.  Sehingga setiap individu masyarakat terjamin pemenuhannya secara ma’ruf (menyejahterakan). 


MuslimahNews, FOKUS — Hari ini, tak sulit menemukan balita kekurangan gizi, bahkan berlangsung bertahun-tahun (akut). Sebagaimana ditunjukan oleh data lembaga pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization), bahwa satu dari tiga anak Indonesia adalah pengidap kekurangan gizi akut (stunting) dan sekitar 20 juta jiwa terkategori rawan pangan. Diperkuat oleh data GHI-Global Hunger Index Indonesia yang dilansir lembaga International Food Policy Research Institute (IFPRI), bahwa  kelaparan di Indonesia selama dua tahun terakhir naik ke level serius. Sementara penurunan proporsi balita penderita stunting dan gizi buruk bergerak sangat lambat.

Tragis, wabah kelaparan ini terjadi di negeri yang dianugerahi Allah SWT begitu berlimpah dengan sumber daya alam pertanian. Baik sumber daya genetik, cahaya mata hari, sumber daya air, dan lahan pertanian. Para petanipun tidak kurang, juga teknologi pertanian dan pakarnya.

Ini dari aspek pangan. Bagaimana dengan air bersih? Sangat memprihatinkan. Puluhan juta jiwa tidak memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik. Krisis air bersih dan darurat kekeringan benar-benar di depan mata. Kondisinya semakin parah setiap kali musim kemarau datang. Menimpa hampir seluruh wilayah Indonesia, dari ujung barat hingga  timur sebagaimana banyak diberitakan.

Miris, itu semua terjadi di tengah potensi sumber daya air berlimpah. Bagaimana tidak, sekitar 21% total sumber air di wilayah Asia-Pasifik berada di wilayah Indonesia disertai ratusan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan cekungan.

Penderitaan masyarakat belum berakhir, jutaan keluarga tinggal di rumah tak layak huni. Sementara sumber daya alam bangunan rumah begitu berlimpah.  Semisal semen, kayu, batu, dan pasir. Demikian juga teknologi dan para ahli bangunan.

Penting dicatat, kelaparan, krisis air bersih dan perumahan berakibat fatal terhadap kesehatan masyarakat dan mengancam nyawa puluhan juta jiwa. Akibat kekurangan gizi berupa loss generation sudah terlalu sering dibahas. Bahaya krisis air bersih terhadap kehidupan masyarakat juga begitu sering disoal. Pun demikian dampak serius krisis perumahan dan pemukiman.

Inilah fakta, rezim hari ini gagal menyejahterakan setiap individu masyarakat. Khususnya dalam pemenuhan hajat dasar pangan, air bersih dan perumahan. Konsekuensi logis kehadiran rezim sebagai pelaksana hukum kufur, sistem kehidupan sekuler. Sungguh Allah SWT telah mengingatkan dalam Alquran, surat Al-Maidah, ayat 50, yang artinya, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehenaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meykini (agamanya)?

Kesuksesan Khilafah

Bila kita memasuki mesin waktu menuju masa yang Rasulullah Saw sebagai kepala negara. Terlihat pengurusan berbagai persoalan kehidupan masyarakat begitu menyejahterakan.

Perbuatan Rasulullah Saw yang begitu insaniah dilanjutkan oleh para Khulafaur Raasyidiin, sehingga kesejahteraan hidup benar-benar dirasakan setiap individu masyarakat. Satu orang saja yang mengalami kelaparan segara diatasi.  Seperti tindakan Khalifah Umar bin Khathab yang bersegera memenuhi kebutuhan pangan keluarga miskin dengan stok pangan baitul mal secara memadai.

Puncak kesejahteraan masyarakat dapat disaksikan sepanjang dunia dalam naungan peradaban Islam.  Berlangsung selama 13 abad dan meliputi hampir dua per tiga dunia. Produksi pangan berlimpah dan memenuhi kebutuhan semua populasi.  Hal ini digambarkan oleh sejarawan Barat Cowell, dalam catatanya, bahwa keterampilan Muslim Spanyol dalam irigasi dan terasering, menghasilkan produktivitas pertanian jauh di luar kecerdasan. Tidak hanya itu, kebutuhan air bersih, rumah dan penerangan terpenuhi dengan begitu mengagumkan.

Masyarakat hidup  dalam rumah dan lingkungan yang sehat lagi asri. Tidak ada sebuah kota di antara kota-kota Islam, baik di Timur maupun di Barat yang kosong dari taman-taman, demikian juga rumah-rumahnya. Seperti di Andalusia, Turki,Syam, Persi, Mesir, Samarkand, Maghribi, Tunis,Yaman, Oman, dan India.

Kunci Kesuksesan Khilafah

Apa kunci kesuksesan para Khalifah tersebut? tidak lain dan tidak bukan karena para Khalifah hadir sebagai pelaksana hukum syariah, pelaksana sistem kehidupan Islam yang berasal dari Al Khaaliq pencipta manusia dan alam semesta.  Karenanya, kembalinya kehidupan Islam, khilafah Islam  merupakan kunci solusi persoalan dan kebutuhan yang mendesak.  Lebih dari pada itu, Khilafah adalah ajaran Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada kita semua. “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yangmemberi kehidupan kepadamu,..” (TQS Al Anfaal: 24). Allahu A’lam.[].RnSy

Bagaimana menurut Anda?