Rezim Gagal, Pengamat: Ini Kunci Sukses Para Khalifah dalam Pelayanan Kesehatan

MuslimahNews.com — “Kelalaian rezim berujung kegagalan, akibat kehadirannya  pelaksana sistem kehidupan sekuler. Karena sumber pembiayaan bagi pemenuhan pelayanan kesehatan publik begitu berlimpah. Misalnya, tambang emas Grasberg di Papua dengan deposit emas terbesar di dunia. Jadi tidak perlu BPJS Kesehatan. SDM kesehatan dan potensinya juga tidak kurang dan teknologi kedokteran begitu maju. Allah SWT mengingatkan“Dan tidak dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal,” tukas Rini Syafri mengutip Alquran surah Ali Imran ayat 7, Pemerhati Kebijakan Publik kepada MNews, Ahad (23/12/2018).

“Pemerintah adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan setiap individu publik. Tanggung jawab tersebut bersifat langsung dan sepenuhnya. Langsung, yaitu tidak saja bagi yang miskin tetapi juga yang kaya. Sepenuhnya, yaitu  tanggung jawab dari “A” sampai “Z” sehingga setiap individu publik mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan gratis berkualitas yang dibutuhkan,” ujarnya.

Penting dicatat, kata Rini, keseluruhan pembiayaan  berasal dari kekayaan negara dengan anggaran mutlak, yakni berapapun yang dibutuhkan wajib disediakan negara. Selain itu, rumah sakit sebagai unit teknis pelaksana fungsi negara wajib dikelola secara sosial, dan harus steril dari aspek komersial dan bisnis.

Baca juga:  Rezim Gagal Penuhi Kebutuhan Dasar, Indonesia Butuh Khilafah

“Pelayanan kesehatan dilingkupi dimensi sosial dan kemanusiaan yang sangat tinggi.  Tidak ada diskriminasi, gratis lagi berkualitas, hingga untuk yang berpura-pura sakit sekalipun. Sejarawan berkebangsaan Amerika W. Durant bertutur, “….Pengobatan diberikan secara gratis bagi pria dan wanita, kaya dan miskin, budak dan merdeka; dan sejumlah uang diberikan pada tiap pasien yang sudah bisa pulang,  agar tidak perlu segera bekerja…” Lanjut Rini mengutip Durant.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “Rumah sakit dengan segala kelengkapan medis non medis berikut dokter dan tenaga medis lainnya tersedia  memadai, secara kualitas dan kuantitas.  Seperti rumah sakit Al Mansyuri yang berkapasitas 8000 tempat tidur. Negarapun melaksanakan tanggung jawabnya kepada orang-orang yang tinggal di wilayah yang belum ada rumah sakit, para tahanan, orang cacat, dan para musafir. Berupa rumah sakit keliling yang dilengkapi dengan obat-obatan, peralatan kedokteran dan sejumlah dokter. Diangkut hingga 40 unta dan menelusuri pelosok negeri.”

“Para dokter dibebani tugas secara manusiawi, leluasa mendedikasikan ilmu dan keahlian, bahkan begitu terhormat. Dokter tidak saja disyaratkan lulus pendidikan kedokteran tetapi juga harus lulus tes. Rumah sakit berlokasi di tempat terbaik untuk kesehatan, seperti di atas bukit atau di pinggir sungai. Pembiayaan sepenuhnya bersumber dari baitul mal, seperti dilakukan Rasulullah SAW, demikian pula khalifah sesudahnya,” tambahnya.

Baca juga:  Faisal Basri: Janji 3 Kartu Jokowi Bukti Pembangunan Tak Efektif

Kunci Kesuksesan

Rini lalu mengungkap rahasia kesuksesan para Khalifah dalam pelayanan kesehatan publik, “Rahasianya ada di kehadirannya sebagai pelaksana hukum syariah, pelaksana sistem kehidupan Islam. Karenanya, kembalinya Khilafah Islam merupakan kunci solusi persoalan dan kebutuhan yang mendesak. Lebih dari pada itu, Khilafah adalah ajaran Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada kita semua. “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yangmemberi kehidupan kepadamu,” tutupnya mengutip Alquran surah Al Anfaal ayat 24.[]

 

Bagaimana menurut Anda?