PSI Tolak Poligami, Pengamat: Lawan Islamofobia Demi Izzul Islam wal Muslimin

MuslimahNews.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie kembali mengeluarkan pernyataan politik kontroversial, kali ini dia menggugat syariat poligami yang dianggapnya diskriminatif terhadap kaum perempuan. Dia juga menegaskan bahwa tak boleh ada kader PSI yang melakukan praktik poligami dan takkan pernah mendukung.

Hal itu ditanggapi oleh Pratma Julia Sunjandari, pengamat politik ini menyampaikan bahwa gugatan atas poligami ini memang bukan hal baru. “Melontarkan isu yang kontroversial bisa jadi menjadi cara mereka untuk menarik perhatian publik dan akan mendongkrak elektabilitas PSI, mengingat mereka menyasar swing voters dari generasi milenial yang apatis terhadap Islam. Mereka jumawa karena mendapat dukungan lembaga dan tokoh-tokoh pemuja HAM. Tapi jangan salah, alih-alih bakal mendulang suara, isu yang mereka lontarkan bakal menjadi boomerang,” ujarnya kepada MNews, Rabu (19/12/2018).

Pratma lalu mengatakan, tahun politik ini dimanfaatkan betul oleh para pembenci Islam untuk melancarkan diskriminasi atas Islam dan kaum Muslimin. Menurutnya, sejak peristiwa 9/11, islamofobia memang berkembang pesat.

“Di AS sendiri, pada tahun 2016 ada 101 organisasi yang menyebarkan informasi yang salah terhadap Islam. Tidak heran bila muncul PSI ataupun AMAN (Asian Muslim Action Network) yang menderaskan kebencian atas poligami. Mereka mewakili generasi yang dididik dengan standar Barat, mengukur semua hal dengan logika. Karakter Barat yang liberal menjadikan mereka percaya diri dan berani, kalau tidak bisa disebut lancang, menggugat syariat. Bagaimana tidak lancang, bila menyatakan poligami bukan ajaran Islam dan mengaitkan poligami dengan keterbelakangan Islam,” tegas Pratma Julia.

Baca juga:  Alhamdulillah, Umat Islam Sepakat Urgensitas Pelajaran Agama di Sekolah

Pratma lalu memperingatkan PSI, “Anda jangan lupa, Anda hidup di negeri mayoritas Muslim yang sedang mendapatkan momentum untuk menguatkan ghirah-nya akan ajaran Islam. Kali ini umat tidak akan diam terhadap kebencian dan penghinaan atas Islam.”

Terkait kader PSI yang mundur setelah pernyataan politik Grace Natalie, Pratma menjelaskan bahwa itulah sikap Muslim yang seharusnya. “Toh beberapa kader PSI dari Sulawesi Selatan lebih baik mundur dari kepengurusan dan caleg dari pada terus berada dalam barisan pembenci syariah Islam. Seharusnya, demikian Muslim bersikap. Lawan islamofobia demi izzul Islam wal Muslimin,” tutupnya.[]

Bagaimana menurut Anda?