Menyoal Pendidikan Politik oleh Elite

MuslimahNews.com — Menanggapi fenomena yang muncul setelah munculnya istilah politik baru yang dikemukakan Jokowi yaitu Sontoloyo dan Genderuwo, MNews coba mengutip komentar Ustazah Ratu Erma Rahmayanti, Jumat (16/11/2018).

Menurut Muslimah yang kerap disapa Ustazah Erma itu, hal tersebut menunjukkan persaingan dua kubu dengan hal-hal yang tidak elegan dan berbobot. “Perilaku tidak baik dari elit politik dalam sistem sekuler, lahir dari pemikiran liberal. Tidak terbentuk perilaku saleh karena dibentuk dengan aturan sekehendak akal dan nafsunya. Mereka memandang kekuasaan sebagai sarana mewujudkan kepentingan kelompok dan pendukungnya yang mengangkatnya menjadi penguasa. Ini tidak berbeda di antara elit eksekutif, legislatif dan yudikatif.”

Meski beda tugas, sambung Ustazah Erma, namun satu kepentingan, karena elit eksekutif mesti memilih penegak hukum yang bisa dikendalikan untuk menutupi kesewenangannya. Begitu pula dengan legislatif yang didominasi parpol pendukung penguasa, setali tiga uang, Undang-undang yang diterbitkannya condong untuk memenangkan kehendak penguasa.

“Itulah yang terjadi akhir-akhir ini di negeri ini. Pemimpin dan rakyat yang tidak teredukasi politik Islam, bergelut dalam persoalan tak berujung. Umat menjadi sedih melihat kelakuan para pemimpinnya, dan mereka tidak mengerti bagaimana mendapatkan pemimpin amanah, jujur, adil dan suri teladan kebaikan dan ketakwaan,” ujarnya.

Baca juga:  Islam Politik yang Menakutkan Barat

Keagungan Politik Islam VS Politik Murahan Demokrasi

“Dalam praktik politik Islam, tidak akan ada tindakan pemimpin yang sembarangan dan ucapan yang tak pantas. Juga tidak akan ada tindakan zalim merampas hak rakyat dan hujatan rakyat kepadanya. Tidak ada tindakan yang menyakiti hati rakyat, dan tentu saja tidak ada tindakan mengkriminalkan syariah Islam,” tukas Ustazah Erma.

Ustazah Erma lalu mengutip hadis Rasulullah, “Sebaik-baik pemimpin kamu, adalah orang yang kamu cintai, mereka pun mencintai kamu. Kamu mendo’akan mereka, mereka pun mendo’akan kamu. Dan seburuk-buruk pemimpin kamu, adalah orang yang kamu benci dan mereka pun membenci kamu. Kamu melaknat mereka, dan mereka pun melaknat kamu.”

Inilah gambaran sifat pemimpin politik yang menjalankan kepemimpinan politiknya dengan benar, kata Ustazah Erma, sehingga melahirkan kecintaan rakyat. Saat pemimpin menjalankan fungsi politik yang diembannya dengan baik, maka ia dicintai rakyat, karana ia mencintai mereka. Ia didoakan rakyat, karena ia mendoakan mereka.

“Dalam politik Islam, pemimpin akan memberi edukasi politik pada rakyat yang sesuai dengan ketentuan Islam. Ia menjadi teladan umat, rakyat mencintai, mendoakan dan menaatinya sebagaimana sabda Rasulullah SAW diatas. Berbeda dengan pemimpin dan elit politik dalam sistem sekuler, jauh dari panduan agama dan mencampakkan tatanan syariah. Maka perilaku mereka bukan contoh yang baik, wajar bila rakyat membencinya, menghujatnya, mengutuk dengan doa yang buruk dan sebagainya. Karena sesungguhnya sikap rakyat adalah cerminan dari perilaku pemimpinnya,” tutupnya.[]

Bagaimana menurut Anda?