Islam Sah-kan, Negara Sekuler Membatalkan!

MuslimahNews.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, mengonfirmasi pembatalan perkawinan anak yang terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

“Pernikahannya sudah dibatalkan, dianggap tidak sah,” jelas Yohana usai temu media di kantor Kementerian PPPA Jakarta Pusat pada Senin (16/7/2018).

Hal ini dianggap tak wajar oleh Ustazah Ratu Erma, kepada MNews, Rabu (25/7/2018), dia katakan, “Tindakan yang kelewat batas mengkriminalkan pernikahan yang sah dalam pandangan Islam karena faktor teknis usia. Siapa sebenarnya yang berhak menentukan standar sah-tidaknya pernikahan? Sangat tidak layak akal manusia menjadi sumber penetapan hukum, di saat Islam membolehkan pernikahan di awal usia baligh.”

Pembatalan nikah karena persoalan debatable definisi anak dan usianya, menurut Ustazah, patut dipersoalkan karena pernikahan itu sah, diinginkan oleh kedua pasangan, kedua orangtuanya dan keluarga masing-masing dengan penuh kesadaran. “Tidak ada hukum agama yang dilanggar, sehingga tidak ada alasan yang dibenarkan jika pihak lain membatalkannya, ini kesewenangan, apalagi hingga berujung di meja hukum,” tukasnya.

Ustazah lalu menjelaskan definisi dewasa (baligh) sudah amat familiar di tengah masyarakat, usia 15 tahun bagi laki-laki dan perempuan, atau anak laki-laki yang sudah bermimpi (ihtilam), meski belum 15 tahun, dan perempuan yang sudah mendapat haid. “Mereka itu sudah terkena berbagai kewajiban tanpa bisa mengelak, sama halnya dengan orangtua. Andai mereka bersepakat untuk melakukan pernikahan, maka hukumnya sah, karena mereka sudah baligh (dewasa) dan sempurna akalnya.”

“Jika dianggap tidak sah karena mereka masih kanak-kanak menurut standar HAM, gender, konvensi anak, dan sebagainya, yang menetapkan bahwa usia seseorang disebut dewasa adalah 21 tahun untuk laki-laki dan 19 atau 18 tahun untuk perempuan, ini pandangan naif. Tindakan mempertentangkan agama dengan akal manusia yang terbatas,” tegas Ustazah.[]MNews

%d blogger menyukai ini: