Bangladesh Kirim Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Lebih dari 1.700 pengungsi Rohingya dikirim Pemerintah Bangladesh ke Bhasan Char, sebuah pulau terpencil di Teluk Benggala pada Sabtu (30/1). Risiko badai dan banjir yang kerap melanda lokasi tersebut tidak mengetuk nurani Pemerintah Bangladesh. Sebelumnya telah ada sekitar 3.500 pengungsi Rohingya yang telah dikirim Bangladesh ke pulau tersebut dari kamp-kamp di Cox’s Bazar.

Kaum muslimin Rohingya mengungsi ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kekejaman penguasa Myanmar. Setelah sekian lama tinggal di bawah tenda di kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, mereka dipaksa pindah ke pulau terpencil itu. Mereka tidak diizinkan keluar dari pulau Bhasan Char tanpa izin dari pemerintah Bangladesh.

“Pilihan apa yang kami punya? Berapa lama kami bisa hidup di kamp-kamp yang padat di bawah terpal?” tanya Mohammed Ibrahim (25) dalam perjalanan ke pulau itu, tempat beberapa kerabatnya telah dipindahkan.

“Ini tidak akan berhasil, cara komunitas internasional menangani krisis kami,” Ibrahim menambahkan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seolah menutup mata dengan menyatakan bahwa pihaknya diberikan “informasi yang terbatas” mengenai relokasi tersebut serta tidak diikutsertakan dalam persiapannya.

PBB telah memberikan “komentar-komentar” sambil menonton penderitaan kaum yang tertindas ini, PBB juga menyajikan laporan tentang kekejaman paling mengerikan dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kisah-kisah yang menghancurkan hati dari para korban genosida dan PBB ‘berdiri diam’, memilih untuk tidak melakukan apa pun untuk mengakhiri tragedi yang menimpa saudara-saudari Rohingya Muslim kita yang tercinta.

Baca juga:  [News] Keluarga Menuntut Dikembalikannya Korban Penghilangan Paksa di Bangladesh

Ketika Dewan Keamanan PBB bertemu pada bulan November 2018, mereka merespons kekejaman Rezim Militer Myanmar dengan mengeluarkan pernyataan kosong seperti biasa, meminta pemerintah Burma untuk, “memastikan tidak ada penggunaan kekuatan militer secara berlebihan di Negara Bagian Rakhine.”

Dunia telah menyaksikan penderitaan kaum muslim Rohingya yang tertindas di Myanmar selama beberapa tahun terakhir. Sementara para pemimpin kawasan itu menolak tanggung jawab untuk membantu mereka. Situasi mengerikan mereka kadang-kadang mendapat perhatian di media arus utama, tetapi lebih sering diabaikan.

Myanmar terus melakukan kejahatan terhadap kaum muslim karena diamnya para rezim di negeri-negeri Islam, terutama negeri Islam terdekat, Bangladesh, yang tidak mau mengerahkan tentaranya untuk menolong kaum muslim. Satu-satunya solusi tuntas untuk menyelamatkan Palestina dan Rohingya adalah dengan memobilisasi militer kaum muslim di bawah komando Khilafah. [MNews/Rgl]

Disarikan dari berbagai sumber.

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *