[Nafsiyah] Ujub Membinasakan Kehidupan Seorang Muslim

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Ujub ialah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dan membinasakan. Sifat ini menjangkiti hati seorang muslim yang merasa bangga terhadap dirinya sendiri. Bangga terhadap ilmunya, amal ibadahnya, popularitasnya, harta bendanya, kedudukannya, banyaknya pengikut, ketampanan atau kecantikannya atau dengan hal-hal selainnya.

Rasulullah Saw. bersabda, “Ada tiga perkara yang membinasakan seseorang, yaitu, kekikiran yang selalu ditaati, hawa nafsu yang selalu diikuti, dan seseorang merasa bangga terhadap dirinya sendiri.” (Al-Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syekh Al-Albani rahimahullah)

Para ulama generasi as-salafus shalih bahkan merasa takut jika penyakit ujub merajai diri mereka. Di antaranya, Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Kebinasaan itu ada pada dua perkara, yaitu merasa putus asa dari rahmat Allah dan merasa bangga diri terhadap dirinya sendiri.”

Dalam kitab Siyaru A’laami An-Nubala’ karya Imam Adz-Dzahabi IV/190, Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan memberikan kemenangan kepada orang yang menganggap suci dirinya sendiri atau bersikap ujub.”

Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata, “ Jika Anda takut ujub dalam aktivitas Anda, maka perhatikanlah rida siapa yang Anda cari? Pahala siapa yang Anda inginkan? Siksa siapa yang Anda takuti? Kesehatan mana yang Anda syukuri? Bala’ mana yang Anda ingat? Jika Anda mengingat masing-masing, maka amal Anda terasa kecil di mata Anda.” (al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, I/13)

Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa betapa seringnya riya’ dan ujub saling bergandengan. Riya’ berarti menyekutukan atau menyandingkan dengan makhluk. Sedangkan ujub berarti menyandingan dengan jiwa yang lemah. Ujub merupakan keadaan orang-orang yang sombong.

Orang yang merasa ujub pada diri sendiri tidak merealisasikan firman Allah SWT, “Hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah: 4).

Lalu bagaimana cara menghindari sifat ujub?

Maka, seringlah duduk di majelis ilmu, saat menengadah dan menatap wajah guru, rontoklah kebanggaan diri. Duduklah bersama fakir miskin, yatim piatu, orang-orang susah, ziarahilah kuburan, perkuat puasa sunah, tadaburkan Al-Qur’an, perhebat istigfar, dan selalu muhasabah diri selesai salat malam, “Siapa aku, dari mana, di mana dan mau ke mana akhirnya aku?”

Dampak dari sifat ujub bagi seorang muslim dapat membatalkan pahala. Pahalanya akan gugur dan amalannya menguap karena Allah tidak akan menerima amalan kebajikan sedikit pun, kecuali dengan ikhlas karena-Nya.

Kita memohon pada Allah SWT untuk menjadikan kita bagian dari orang yang diridai-Nya, diberikan sifat ikhlas dan dibersihkan hati kita dari riya’, sum’ah, ujub, dan semua penyakit hati. Aamiin. [MNews/Gz]

One thought on “[Nafsiyah] Ujub Membinasakan Kehidupan Seorang Muslim

  • 13 Januari 2021 pada 20:52
    Permalink

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا وَأَزِلْ عُيُوْبَنَا وَتَوَّلَنَا بِالْحُسْنَى وَزَيِنَّا بِالتَّقْوَى وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَ الآخِرَةِ وَالْأُوْلَى وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا

    ”Ya Allah, perbaikilah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketakwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami. (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, Dar el-Minhaj, halaman 185)

Tinggalkan Balasan