[Tarikh Khilafah] Sikap Umar bin Khaththab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan

MuslimahNews.com, Tarikh Khilafah — Khalifah Umar bin Khaththab merupakan pribadi yang lemah lembut terhadap istri dan kaum perempuan. Sang Amirul Mukminin itu pernah berkata, “Pada masa jahiliah, perempuan itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa perempuan itu sederajat dengan laki-laki.”

Perempuan itu sangat penting dalam Islam. Islam memosisikan perempuan dengan begitu mulia, karena generasi gemilang akan lahir dari rahimnya. Sebagai penghormatan kepada perempuan, Umar bin Khaththab selalu mengingatkan, perempuan harus dilindungi dari berbagai hal yang tidak baik, termasuk fitnah akan dirinya.

Dalam kitab Fathul Qadir dikisahkan, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,

اسْتَعِيْنُوْا عَلَى النِّسَاءِ بِالْعُرَى إِنَّ إِحْدَاهُنَّ إِذَا كَثُرَتْ ثِيَابُهَا وَحَسُنَتْ زِيْنَتُهَا أَعْجَبُهَا الْخُرُوْجُ

“Bimbinglah para wanita dalam berpakaian. Sesungguhnya salah seorang dari mereka apabila telah memiliki banyak pakaian dan perhiasan yang bagus, maka akan membuat ia senang keluar rumah.”

Nasihat Umar bin Khaththab ini, karena ia sangat mengerti bagaimana fitnah perempuan merupakan perkara dahsyat yang menimpa kaum laki-laki, sebagaimana hal ini telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana penuturan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, di antara godaan (fitnah) besar perempuan yaitu dalam hal berpakaian, busana, dan tampilan diri yang memesona bagi laki-laki asing yang bukan mahramnya. Penampilan yang jauh dari kriteria busana syar’i , seperti memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, terbuka aurat yang seharusnya tertutup, memakai wewangian saat keluar rumah, dan sebagainya yang intinya membuat kaum pria tertarik padanya.

Kaum perempuan terkadang tak menyadari bahwa mereka bisa memfitnah laki-laki dengan keindahan busana yang dikenakan meskipun ia berbusana syar’i karena setan terlalu lihai dalam menggoda anak Adam.

Maka Islam memperbolehkan perempuan keluar rumah selagi ada kebutuhan dengan berpakaian syar’i dan bukan pakaian untuk mempercantik diri sehingga tidak menjadi godaan laki-laki.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ،فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka setan akan mengiringinya.” (HR. At-Tirmidzi)

Sebagai muslimah, hendaklah meniatkan hatinya untuk berpenampilan bersahaja ketika keluar rumah. Tidak berlebih-lebihan dalam mengenakan pakaian, apalagi perhiasan yang kadang membuat orang lain tertarik.

Tidak berbangga dengan pakaiannya serta sederhana sehingga terlihat tawaduk. Hindari wewangian saat keluar rumah. Karena perkara ini sangat mengundang petaka.

Dari riwayat Yahya bin Ja’dah, ia berkata,

“Di masa pemerintahan ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mencium bau harum dari perempuan tersebut, maka ‘Umar pun memukulnya dengan tongkat. Setelah itu beliau radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kalian para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah dari rumah dengan tidak memakai wewangian.” (HR Abdurrazaq dalam al-Mushannaf)

Demikianlah sikap Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu dalam menjaga kaum perempuan. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kaum perempuan dari fitnah tersebut. Wallahu A’lam [MNews/Rgl]

Sumber: Sindonews

2 thoughts on “[Tarikh Khilafah] Sikap Umar bin Khaththab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan

  • 13 Januari 2021 pada 08:48
    Permalink

    Islam sdh komplit dalam mengatur kehidupan ini. Jadi tidak perlulah mencari2 aturan selainnya. Tidak perlu menjadi aktifis perempuan. Cukup ambil saja islam,mk perempuan akan terlimdungi.

Tinggalkan Balasan