[News] Strategi Pemulihan Ekonomi Bukan dengan Investasi, Tapi dengan APBN Syariah

MuslimahNews.com, NASIONAL — Jokowi menyebut peningkatan investasi merupakan strategi pemulihan ekonomi nasional pada 2021. Alasannya, investasi adalah solusi paling ideal karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja tidak mampu memulihkan ekonomi Indonesia. (tirto.id, 6/1/2021).

Ia meminta agar semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang cepat dan baik kepada investasi, hingga betul-betul bisa direalisasikan di lapangan. (idntimes.com, 6/1/2021).

Menanggapi hal ini, intelektual muslimah, Dr. Hastin Umi Anisah, S.E., M.M., CMA, CHCM, mengaku tidak kaget dengan pernyataan pemerintah yang akan membuka kemudahan investasi untuk menutup defisit APBN. Ada beberapa alasan:

Pertama, sejak rezim ini memimpin negeri, angka utang luar negeri terus membesar, bertambah, dan nyaris tidak akan mungkin terlunasi meski rezim ini diberi kesempatan memimpin selama satu periode lagi. “Bahkan kalaupun diberi kesempatan memimpin sampai mati,” ujarnya.

Kedua, khususnya sejak pandemi Covid-19, pengguna anggaran diberi kewenangan luar biasa besar, di mana ia tidak bisa diperkarakan di muka hukum atas kebijakan yang dilakukannya.

Ketiga, secara umum pemerintah keliru dalam membuat kebijakan APBN yang defisit. Akibatnya, negara akan selalu kekurangan dana, dan cara paling mudah (menutupinya -red.) adalah berutang.

“Baik benar-benar utang maupun berkedok investasi, yang ujungnya juga harus membayar.  Sama saja dengan utang,” cetusnya.

Keempat, bisa jadi telah terjadi kongkalikong antara rezim, para cukong, dan investor untuk mendapat keuntungan (seputar –red.) mereka saja. Karena tidak ada makan siang gratis. Setiap kebijakan di dalam kapitalisme ujung-ujungnya adalah duit.

“Atas nama rakyat, mereka menginjak rakyat dengan menggenjot pajak sebagai sumber utama APBN, yang dibayar rakyat. Mereka yang utang, mereka yang menikmati rente, dengan mengorbankan rakyat,” kritiknya.

Dr. Hastin menyatakan, selama politik anggaran dan politik keuangan negara seperti ini, ditambah rezim yang ugal-ugalan, jangan berharap perekonomian negara akan membaik dan kesejahteraan rakyat akan terwujud. Sehingga, perlu solusi mendasar yang harus dilakukan.

Ada tiga solusi yang dijelaskan Dr. Hastin. Pertama, perubahan kebijakan APBN yang selalu defisit, menuju APBN berdasarkan syariah. Menurutnya, anggaran dan belanja harus berlandaskan hukum yang baik dari syariat.

Kedua, dalam APBN harus dihapus sumber-sumber pendapatan dari pajak dan sumber lain yang tidak sesuai syariat. Sumber pendapatan mesti dimaksimalkan dari sumber daya alam yang kini dikuasai swasta dan asing.

“Aset tersebut harus dikelola negara dan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat. Sementara pos-pos pengeluaran yang tidak sesuai syariah, tidak prioritas, dan boros, harus dipangkas,” tegasnya.

Solusi yang ketiga adalah perlu didukung negara yang cocok yaitu negara yang menjalankan syariat dengan kaffah. “Tidak bisa oleh yang lain,” pungkasnya. [MNews/SNA-Gz]

One thought on “[News] Strategi Pemulihan Ekonomi Bukan dengan Investasi, Tapi dengan APBN Syariah

Tinggalkan Balasan