Ustazah Nida Sa’adah: Bu Menkeu Belum Banyak Baca Literatur Ekonomi Syariah Kaffah

MuslimahNews.com, NASIONAL — Program “Kemenkeu Mengajar” menghadirkan pertanyaan dari anak-anak SD terkait pengelolaan keuangan negara, terutama saat kekurangan uang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab, “Tentunya kita cari pembiayaan atau bahasa kerennya utang. Pembiayaan itu bahasa APBN,” jelasnya. (suarasumsel.com, 1/12/2020).

Menyoroti jawaban tersebut, MNews (5/12/2020) telah mewawancarai Pakar Ekonomi Islam, Ustazah Nida Sa’adah, S.E.Ak., M.E.I., untuk menilainya melalui kacamata Islam.

Berikut petikannya.

1) Bagaimana menurut Ustazah, jika pertanyaan anak SD tersebut terlontar kepada Ustazah?

Andai siswa SD itu bertanya ke saya, maka akan saya jawab, “Sebagai muslim kita harus bangga, Nak. Ekonomi syariah kaffah tidak akan pernah membuat manusia kebingungan membiayai pembangunan. Jangankan berutang, menarik pajak secara permanen pun tak diperlukan.”

2) Bagaimana pandangan Ustazah terhadap pernyataan Menkeu bahwa negara-negara kaya seperti Singapura, Malaysia, Jepang, ataupun Korea saja berutang?

Cukup menggelitik jawaban tersebut, karena seakan-akan sebuah negara tak mampu menjalankan roda pembangunan tanpa berutang kepada negara luar atau lembaga keuangan luar.

Mungkin karena Ibu Menteri belum banyak membaca literatur ekonomi syariah kaffah yang menyajikan banyak informasi bagaimana sistem keuangan negara menurut syariat Islam.

3) Dapat dijelaskan seperti apa sistem keuangan negara menurut Islam?

Sistem keuangan negara menurut Islam adalah melalui sistem keuangan negara Baitulmal. Dengan ini, sistem Islam berhasil membangun negara dan melejitkan perekonomiannya tanpa berutang ribawi dan memungut pajak permanen.

Baca juga:  Bagaimana Keluarga Muslim Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi?

Dalam buku yang ditulis Najeebabadi (2001) dikemukakan perhitungan surplus APBN Khalifah Harun Al Rasyid mencapai 900 juta dinar. Jumlah ini bahkan melampaui jumlah total APBN Indonesia.

4) Ini luar biasa. Rahasianya apa, Ustazah?

Rahasianya, ada tiga pos penerimaan utama dengan beragam pemasukan yang terdapat dalam sistem keuangan negara Baitulmal. Dari pengelolaan kepemilikan umum, kepemilikan negara, dan zakat mal. Tanpa utang, tanpa pajak permanen. Jadi, siapa bilang tidak bisa membangun negara tanpa berutang? [MNews/Ruh-G]

One thought on “Ustazah Nida Sa’adah: Bu Menkeu Belum Banyak Baca Literatur Ekonomi Syariah Kaffah

  • 6 Desember 2020 pada 18:55
    Permalink

    Masya Alloh,masih tidak aku menerapkan sistem yang begitu sempurna ini?kembalilah kepada sistem Islam dengan tegakkan KHILAFAH

Tinggalkan Balasan