Aliansi Ormas Muslim Indonesia: Macron Bukti Peradaban Munafik Barat, Peringatan bagi Penguasa

MuslimahNews.com, NASIONAL – Advokat muslim LBH Pelita Umat, Ahmad Khozinudin, dalam aksi damai Bela Nabi Aliansi Ormas Muslim Indonesia (AOMI) pada 4/11/2020, menegaskan umat tidak akan berhenti berjuang membela Rasulullah.

“Karena sesungguhnya penghinaan kepada Rasulullah bukan hanya dilakukan Prancis, Inggris, Australia, dan Denmark, tetapi penghinaan dilakukan seluruh negeri yang ada karena syariat yang dibawa Rasulullah ditelantarkan hingga hari ini,” tegasnya.

Ahmad secara lantang menyerukan akan tetap berjuang hingga syariat Rasulullah tegak di muka bumi dan tidak ada kedaulatan yang tertinggi kecuali kedaulatan Allah.

“Tidak akan berhenti membela nabi hingga seluruh negeri kaum muslimin disatukan dalam Daulah Khilafah,” cetusnya.

Ahmad menegaskan, apa yang dilakukan Macron, Prancis, Eropa saat ini menunjukkan peradaban munafik. Barat menghalalkan kebebasan termasuk bebas mencederai muruah Rasulullah, padahal Islam tidak mengizinkan penghinaan, baik kepada Rasulullah maupun simbol-simbol agama yang lain.

“Barat begitu sombong menyatakan akan berdiri membela penghinaan terhadap Rasulullah sebagai satu jaminan kebebasan Barat. Pada saat yang sama Barat menghinakan kebebasan Islam yakni akidah Islam yang memberikan pemuliaan kepada Rasulullah,” ujarnya geram.

Menurutnya ini terjadi karena, pertama, Barat tidak bisa melihat secara rinci Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Islam bukanlah agama sebagaimana dipersepsikan Barat hingga timbul islamofobia. Islam juga bukanlah agama teror atau radikal.

Baca juga:  Genderang Kecaman Umat kepada Prancis, Efektifkah?

“Harus dijelaskan keluhuran dan kemuliaan Islam yang akan membebaskan seluruh peradaban dari penghambaan kepada selain Allah, menjadi penghambaan kepada Allah semata,” jelasnya.

Kedua, penjelasan tentang Islam rahmatan lil ‘alamin dan hukuman mati kepada penista agama ini tidak cukup hanya dengan kata-kata, karena kata-kata tidak akan membekas. Yang akan membekas adalah tindakan nyata bukan kata-kata, sebagaimana dilakukan Khalifah terdahulu.

Ketiga, tetapi tindakan ini (hukuman mati bagi penista, red.) tidak mungkin dilakukan individu atau ormas yang mengambil tanggung jawab untuk menghukum siapa pun yang menghina Nabi.

“Dalam Islam, kewenangan itu ada pada negara. Negara itu bukan kerajaan, republik, monarki konstitusional, atau kekaisaran. Tetapi Khilafah,” tegas Ahmad.

Oleh sebab itu, ia menyerukan kaum muslimin untuk tidak sekadar mencela penghina Nabi, tetapi juga mencela para penelantar syariat Islam dan mereka yang tidak mau berjuang menegakkan sistem Islam yaitu Khilafah.

“LBH Pelita Umat akan mengambil setiap tindakan yang memungkinkan terhadap Macron dan Prancis untuk mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum di muka hukum internasional. Kita hidup untuk Allah dan Rasul-Nya, dan tidak akan takut atau mundur meskipun sejengkal untuk memperjuangkan tegaknya Daulah Khilafah,” pungkas advokat muslim ini.

Baca juga:  Pernyataan Macron Soal “Islam Sedang Krisis” Adalah Wujud Islamofobia

Saatnya Umat Bersatu

Korlap Aksi, Kiai Irwan Syaifullah sepakat jika kaum muslim boleh marah dan demo, tetapi tidak boleh bertindak anarkis.

“Yang paling penting penghina itu dibunuh. Jumhur ulama tidak ada perbedaan pendapat. Oleh sebab itu pemenggal guru yang menunjukkan karikatur sesungguhnya adalah ‘pahlawan’,” ujarnya.

Kiai Irwan mengutip firman Allah dalam QS Al Ahzab ayat 57 bahwa sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan melaknatnya dan memurkainya di dunia dan akhirat.

Kiai Irwan pun mengingatkan sikap penguasa saat ini. Penista agama yang jelas keberadaannya dan berkali-kali dilaporkan, tetap aman. Di sisi lain, para pejuang Islam yang memperjuangkan kebenaran justru dipenjara.

“Rezim ini bisa dijatuhkan oleh Allah. Negeri ini sudah banyak ditimpa bencana, korupsi ugal-ugalan, cengkeraman asing dan aseng, maka suatu saat Allah akan menjatuhkan pula penguasa yang mengabaikan syariat-Nya,” tegasnya.

Terakhir Kiai Irwan menegaskan sudah saatnya kaum muslimin bersatu di bawah kepemimpinan Khalifah melibas seluruh kemungkaran dan kezaliman, termasuk kepada penista Rasulullah dan Islam. [MNews/Ruh-Gz]

Tinggalkan Balasan