Jejak Khilafah di Nusantara, Bukti Tak Terbantahkan! (Bagian 2/2)

Sambungan dari bagian pertama: https://www.muslimahnews.com/2020/09/24/jejak-khilafah-di-nusantara-bukti-tak-terbantahkan-bagian-1-2/

Film JKdN Menguak Kebenaran Sejarah

Oleh: Najmah Saiidah

MuslimahNews.com, FOKUS – Banyak sekali ibrah yang bisa didapat dari film dokumenter “Jejak Khilafah di Nusantara”. Kita bisa melihat bagaimana Islam diterapkan di masa itu, walaupun tidak secara utuh. Kita juga bisa melihat bagaimana karisma Islam menyebar hingga ke Nusantara.

Para utusan Khalifah, yaitu para ulama, dikirim untuk mengajarkan Islam ke Nusantara. Ditunjukkan di periode awal, masa Khilafah Bani Umayyah mengirimkan para ulama ke Sriwijaya. Juga di periode selanjutnya mengenai baiat dari Kesultanan Aceh kepada Sultan Selim II.

Ini bukti Aceh adalah bagian Khilafah Islam dan menerapkan syariat Islam sebagai patokan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain itu, Aceh banyak didatangi para ulama dari berbagai belahan Dunia Islam lainnya.

Syarif Makkah mengirimkan utusannya, seorang ulama bernama Syekh Abdullah Kan’an sebagai guru dan mubalig. Sekitar tahun 1582, datang dua orang ulama besar dari negeri Arab, yakni Syekh Abdul Khair dan Syekh Muhammad Yamani. Di samping itu, di Aceh sendiri lahir sejumlah ulama besar seperti Syamsuddin as-Sumatrani dan Abdur Rauf as-Singkeli.

Film ini juga semakin menguak fakta sejarah sekaligus membungkam mulut orang-orang atau pihak-pihak yang hendak mengaburkan bahkan mengubur sejarah keberadaan jejak Khilafah di Nusantara.

Baca juga:  Istiqamah Dakwah di Era Fitnah

Umat Islam dapat melihat kebenaran sejarah yang sekaligus menangkis pendapat atau ungkapan pihak yang menolak Khilafah, yang mengatakan perjuangan Khilafah di Nusantara ahistoris. Dengan hadirnya film ini, jelas bahwa beberapa wilayah di Nusantara berhubungan erat dengan Khilafah.

Hal ini tampak dari peninggalan sejarah, baik dalam bentuk dokumen-dokumen, tugu, makam-makam para sultan, bendera, bahkan meriam, prasasti, mata uang, dan sebagainya, yang ditulis berbahasa Arab dan di dalamnya terdapat lambang Khilafah Islamiyah di masanya.

Maka, menjadi jelas bahwa Khilafah ada sebagai sebuah ajaran dan secara historis pernah diterapkan, bahkan pengaruhnya sampai ke Nusantara.

Bantuan untuk Melawan Pasukan Portugis

Terungkap bahwa Pasai membaiat Khalifah Al-Muntashir Billaah, dengan ditemukannya tiga makam keluarga Sultan keturunan Khalifah Abbasiyah. Selanjutnya, Pasai mengirim utusannya Maulana Malik Ibrahim ke tanah Jawa, ke Gresik tepatnya.

Hingga berdiri Kesultanan Demak di sana setelah menaklukkan Majapahit, lalu Islam menyebar ke wilayah lainnya di Nusantara sampai ke wilayah Timur.

Dalam dokumen lainnya, selepas Pasai diporakporandakan Portugis, berdiri kesultanan di Aceh pimpinan Ali Mughayat Syah di masa Khalifah Sulaiman Al-Qonuni. Di masa berikutnya digantikan oleh Ali’uddin Ri’ayat Syah yang kemudian menaklukkan Batak dan sekitarnya.

Baca juga:  Dalil Thariqah Menegakkan Khilafah

Pada saat inilah Sultan Ali’uddin mengirim surat kepada Khalifah dalam bahasa Arab, di mana di baris 69-71 dinyatakan pembaiatannya kepada Khalifah Selim II.

Dalam surat itu, Sultan Aceh meminta bantuan kepada Khalifah agar mengirim pasukan dan amunisinya untuk melawan pasukan Portugis di Malaka. Serta-merta Khalifah Selim II mengirimkan pasukannya. Namun, sebelum sampai ke Aceh, mereka harus menyelesaikan misinya di Yaman terlebih dahulu.

Setelah selesai misinya di Yaman, dua kapal perang besar penuh berisi 400 jannisaries (tentara elite Utsmani) dikirim ke Aceh. Seluruhnya ahli dalam seni bela diri dan mempergunakan senjata, seperti senjata api, penembak jitu, dan mekanik.

Dengan bantuan tentara Turki, Kesultanan Aceh menyerang Portugis di Malaka yang dipimpin langsung oleh Sultan Alla’uddin. Walaupun belum mampu mengusir Portugis dari tanah Malaka, tapi Kesultanan Aceh memiliki posisi kuat dan ditakuti. Luar biasa!

Khatimah

Demikianlah bukti-bukti tak terbantahkan, adanya peninggalan sejarah, baik dalam bentuk dokumen-dokumen, tugu, makam-makam para sultan, bendera, bahkan meriam, prasasti, mata uang, dan sebagainya yang ditulis berbahasa Arab dan di dalamnya terdapat lambang Khilafah Islamiyah di masanya.

Semua ini menunjukkan, Khilafah ada sebagai sebuah ajaran dan secara historis pernah diterapkan, bahkan pengaruhnya sampai ke Nusantara.

Baca juga:  Tiga Esensi Mulia Khilafah Islamiyah

Salah satunya Aceh yang dianggap sebagai bagian dari wilayah Turki Utsmani. Persoalan yang menimpa umat Islam di Aceh dianggap sebagai persoalan umat Islam secara keseluruhan.

Khilafah Utsmani melindungi wilayah Aceh serta membantu Aceh melakukan futuhat dan dakwah. Wallahu a’lam bishshawwab. [MNews/Gz]

9 thoughts on “Jejak Khilafah di Nusantara, Bukti Tak Terbantahkan! (Bagian 2/2)

  • 26 September 2020 pada 14:38
    Permalink

    Khilafah pasti akan tegak in syaa Allah, karena itu janji Allah!! Allahuakbar!!

    Balas
  • 25 September 2020 pada 06:22
    Permalink

    Film JKDN adalah bukti sejarah yabg tak terbantahkan bahwa khilafah pernah menaungi nusantara indonesia..

    Balas
  • 24 September 2020 pada 17:36
    Permalink

    Masya Allah hal yg luar biasa pengaruh. Khilafah le nusantara hingga kini kita bisa merasakan nikmatnya islam sebagai ajran kasih sayang rahmatan lil a’lamin

    Balas
  • 24 September 2020 pada 15:47
    Permalink

    Para pembenci mau dibawa bukti apapun tetap aja ogah .

    Balas
  • 24 September 2020 pada 10:38
    Permalink

    Khilafah menjauhkn penjajahan. Semakin rindu khilafah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *