Bekerjalah, Allah SWT yang akan Menggenapi Syarat Kemenangan

Kita fokus saja bekerja, berdakwah kepada umat tentang kewajiban menegakkan khilafah agar syariah diterapkan. Tak perlu risau, tak perlu banyak logika, tak perlu banyak tanya, bekerja saja dengan sabar dan ikhlas.


Oleh: Nasrudin Joha

Muslimah News, NAFSIYAH — Berdakwah, menolong agama Allah SWT, itu dasarnya akidah, keyakinan atas Allah SWT, bukan berdasarkan logika dan jumlah. Jangan melihat hukum kausalitas secara zahir, jika begitu Anda akan tertipu.

Jangan melihat kemenangan dari jumlah suara, jumlah kursi, jumlah kekuasaan yang diperoleh. Kemudian, Anda mengklaim dengan menguasai parlemen atau sejumlah kekuasan penting di eksekutif, Anda akan mampu menerapkan Islam. Itu keliru.

Jangan pula berputus asa, jika tidak melalui parlemen, jika tidak ikut pemilu demokrasi, perjuangan akan buntu. Itu keliru.

Yang diminta Allah SWT itu kita bekerja, kita berdakwah, sesuai tsiqoh dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara syarat kemenangan, Allah SWT yang akan menggenapi.

Dahulu, ketika Hajar dan putranya Ismail ditinggalkan sendirian oleh Ibrahim di padang gersang, Hajar hanya diminta bekerja. Mencari sumber mata air.

Hajar tak menggunakan logika, Hajar hanya meyakini janji Allah SWT, dan percaya perintah-Nya tak mungkin sia-sia. Hajar berlari dari bukit Safa dan Marwah, selama tujuh kali.

Ternyata, setelah bekerja dan bersusah payah, justru mata air itu muncul dari dekat tendangan kaki Ismail kecil. Allah SWT benar-benar menolong Hajar, bukan karena ikhtiarnya, tetapi karena ketaatannya.

Musa AS diminta Allah SWT bersama kaumnya berlari menghindari kejaran tentara Fir’aun, menuju pantai. Jika menggunakan logika, ujung pelarian Musa pasti berujung kematian, karena pasti tertangkap tentara Fir’aun.

Namun, Musa AS hanya bekerja, menaati perintah Allah SWT lari menuju pantai. Hingga saat yang ditetapkan, pertolongan itu tiba. Musa memukul pantai dengan tongkatnya, belahlah lautan, dari belahan itu Musa dan kaumnya melarikan diri.

Fir’aun dan bala tentaranya, juga ikut mengejar menyusuri laut terbelah. Padahal, logika mereka bisa mengingkari mukjizat Nabi Musa. Secara logika, mana mungkin laut terbelah? Tapi akhirnya mereka mempercayai, laut terbelah.

Namun, kepercayaan indrawi atas laut yang terbelah tidaklah menjadikan Fira’un dan bala tentaranya menghentikan pengejaran dan beriman pada risalah kenabian Musa. Karena kekufuran itu, bala tentara Fira’un ditenggelamkan.

Saat Musa dan umatnya telah mencapai bibir pantai, Musa memukulkan tongkatnya, laut kembali menutup dan menenggelamkan Fira’un dan bala tentaranya.

Dari sepenggal kisah di atas, kisah yang diabadikan Alquran, maka jelaslah kemenangan itu karena pertolongan Allah SWT. Bukan karena logika kekuatan dan jumlah, apalagi logika suara.

Karena itu, yang dibutuhkan dari umat ini hanyalah bekerja secara ikhlas, untuk dakwah ilallah, sementara syarat kemenangan Allah SWT yang akan menggenapi.

Sebagaimana Rasulullah SAW ketika berdakwah di Mekah, terus memahamkan umat, mencari pertolongan ahlun nushroh dan tidak tergoda tawaran rekonsiliasi dari kafir Quraisy untuk berbagi kekuasaan.

Bahkan, tegas Rasululah menyatakan jika saja konsesi itu tidak sebatas kekuasaan, bahkan hingga matahari dan bulan sebagai imbalan, Rasulullah tak mau kompromi. Rasulullah SAW memilih tetap berada di parit-parit perjuangan, hingga Allah SWT turunkan kemenangan atau beliau binasa karenanya.

Tak disangka, Allah SWT menggenapi syarat kemenangan, syarat berdirinya kekuasaan Islam. Tetiba datanglah kafilah haji dari Madinah, dari suku Aus dan Khazrat. Kemudian mereka memeluk Islam.

Diutuslah Mus’ab bin Umair untuk membina masyarakat Madinah. Lagi dan lagi, Allah SWT menggenapi syarat kemenangan. Jenderal Terkenal dan paling berpengaruh di Madinah, Sa’ad bin Muadz, memeluk Islam dan membela dakwah Nabi. Hingga terjadi peristiwa hijrah, peristiwa berdirinya Daulah Islam di Madinah.

Saat ini pun sama, kita fokus saja bekerja, berdakwah kepada umat tentang kewajiban menegakkan khilafah agar syariah diterapkan. Tak perlu risau, tak perlu banyak logika, tak perlu banyak tanya, bekerja saja dengan sabar dan ikhlas. Insya Allah, pada saatnya Allah SWT akan menggenapi syarat kemenangan.

Tiba-tiba nanti khilafah menjadi opini umum, semua umat rindu pada khilafah. Tiba-tiba ahlul quwwah di militer yang muak pada rezim zalim, mengumumkan diri membela khilafah dan para pengembannya.

Tiba-tiba, Amerika, Tiongkok, Barat dan sekutunya berkonflik hebat, sehingga tidak sempat fokus pada umat Islam, tidak fokus pada kemungkinan tegaknya daulah khilafah di salah satu titik negeri kaum muslimin.

Saat itu, mudah saja bagi Allah SWT untuk menggenapi syarat dibaiatnya seorang Khalifah, pada satu titik negeri yang keamanannya benar-benar mandiri di tangan kaum muslimin. Saat itu, daulah khilafah tegak dalam penjagaan kaum muslimin. Bagi Allah SWT, yang demikian itu mudah saja.

Karena itu sekali lagi, bekerjalah dengan ikhlas. Berdakwahlah penuh semangat. Kelak, Allah SWT pasti akan menggenapi syarat kemenangan. [MN]

Apa komentar Anda?