Dari Kegelapan menuju Cahaya

Islam datang untuk mendefinisikan tatanan dunia di seluruh bidang kehidupan, bukan untuk dimarjinalkan dan dipandang tidak relevan di dalam politik dan urusan negara. Islam datang untuk menyusun agenda-agenda bangsa dan kemanusiaan, bukan untuk diubah atau dibuang oleh realitas kekinian dengan agenda-agenda lain.


Oleh: Dr Nazreen Nawaz

MuslimahNews, FEATURE — Ramadan menandai awal diwahyukannya Alquran yang mulia, yang diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam SWT untuk membawa umat manusia dari jurang kegelapan dan penindasan akibat keyakinan, tradisi, dan hukum-hukum buatan manusia, menuju keadilan dan Cahaya Sistem Allah SWT, Yang Maha Mengetahui, Mahakuasa, Mahatinggi. Allah SWT berfirman,

﴿الٓر ڪِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ﴾
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” [QS. Ibrahim: 1]

Di tengah kegelapan yang meliputi dunia dan masyarakat Jahiliyah Quraisy Makkah, yang penuh dengan kebobrokan dan penyimpangan, penipuan dan ketidakadilan, kemiskinan dan peperangan antarsuku, kemudian datanglah wahyu dari Dien agung yang membawa cara berpikir dan jalan hidup baru yang khas untuk umat manusia, yang juga merevolusi seluruh tatanan politik, ekonomi, moral, dan sosial dunia ini: ISLAM.

Risalah ISLAM yang komprehensif secara revolusioner mendefinisikan ulang keyakinan, nilai-nilai, dan hukum-hukum yang ada di segala bangsa dalam semua bidang kehidupan, menghancurkan penindasan, ketidakadilan, dan amoralitas di negeri-negeri dimana sistem Islam dihidupkan, sistem ini membangun keharmonisan dan kemajuan bagi rakyat. Di bawah pemerintahannya, Islam membangun sebuah peradaban yang menjulang tinggi mengungguli seluruh negara dan bangsa lain, serta dikenal luas akan keadilan, kedermawanan, kemakmuran, keunggulan akademis, kemajuan ilmiah, dan keamanannya, yang dinikmati oleh semua orang dari semua agama yang hidup di dalam masyarakatnya dan makmur dalam kedamaian. Islam juga telah melahirkan suatu entitas umat yang mengemban peran mereka sebagai pelopor Kebenaran dan Pengemban cahaya Islam untuk kemanusiaan..

Namun hari ini, negeri-negeri Muslim dan seluruh dunia, sekali lagi, tenggelam dalam kegelapan yang hina, diliputi oleh penindasan politik, pembantaian mereka yang tidak berdosa, korupsi, eksploitasi ekonomi, epidemi kejahatan, pendudukan brutal atas negeri-negeri Muslim, peperangan yang tidak beradab, kemiskinan massal, ketidakamanan dan kesewenang-wenangan, kekerasan terhadap perempuan, rasisme, penganiayaan atas kaum minoritas etnis dan agama, disintegrasi unit keluarga, alkoholisme dan penyalahgunaan obat, serta segala bentuk amoralitas dan perilaku tidak senonoh.

Semua ini adalah konsekuensi tragis karena kita sebagai Umat Muslim meninggalkan Sistem Islam, Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah, yang merupakan metode untuk membangun dan menyebarkan cahaya Din ini ke seluruh dunia. Situasi ini terjadi juga akibat peminggiran Islam menjadi sekadar ibadah-ibadah dan praktik ritual, bukannya mengimplementasikannya sebagai suatu Din yang utuh untuk mengatur urusan-urusan kita di dalam seluruh aspek kehidupan – spiritual, moral, politik, agama, peradilan, sosial, dan sebagainya. Situasi ini terjadi juga akibat dari membatasi Alquran dan Assunnah hanya dalam rumah-rumah dan mesjid-mesjid, bukan menjadikan keduanya sebagai dasar untuk membentuk nilai-nilai, hukum-hukum, kebijakan, dan sistem di negeri-negeri kita. Dan ini adalah konsekuensi bagi kita sebagai Umat Muslim ketika mengabaikan tujuan sejati Islam dan melalaikan kewajiban vital yang Allah SWT telah pilih kita untuk mengembannya – yakni untuk membawa umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya melalui mengemban Din-Nya kepada kemanusiaan.

Sungguh, Islam datang untuk mendefinisikan tatanan dunia di seluruh bidang kehidupan, bukan untuk dimarjinalkan dan dipandang tidak relevan di dalam politik dan urusan negara. Islam datang untuk menyusun agenda-agenda bangsa dan kemanusiaan, bukan untuk diubah atau dibuang oleh realitas kekinian dengan agenda-agenda lain.

Hari ini, seluruh dunia benar-benar membutuhkan Cahaya Islam. Umat manusia menjerit meminta bimbingan agar mampu keluar dari kegelapan yang meliputinya. Dan kitalah, Umat Muslim, yang telah dibebankan dengan kewajiban untuk memenuhi tujuan diwahyukannya Alquran.

Tetapi BAGAIMANA kita MENCAPAI ini? BAGAIMANA Islam dapat MENGATASI begitu banyaknya MASALAH yang menimpa umat manusia saat ini? KUALITAS seperti apa yang harus kita wujudkan sebagai ‘UMMATAN WASATHAN‘ (Umat yang Adil dan Pilihan) dan SAKSI atas seluruh umat manusia? UJIAN-UJIAN apa yang akan menghadang kita? Dan BAGAIMANA kita mengatasi segala RINTANGAN dalam memenuhi tanggung jawab vital ini? Inilah perkara-perkara yang akan kami eksplorasi pada bulan Ramadan ini oleh Divisi Muslimah Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir dalam tema kami…“Dari KEGELAPAN Menuju CAHAYA”

﴿وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا﴾
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” [QS. Al-Baqarah: 143]

#من_الظّلمات_إلى_النّور
#DarknessToLight
#KegelapanMenujuCahaya

Ikuti tema ini di:
Situs web Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir:
Bahasa Inggris: http://www.hizb-ut-tahrir.info/en/
Bahasa Arab: http://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/

Halaman Facebook Divisi Muslimah Kantor Media Pusat Hizb ut Tahrir
Bahasa Inggris: WomenandShariah
Bahasa Arab: WomenandShariaAR

%d blogger menyukai ini: