Cara Khilafah Mengakhiri Kolonialisme di Tanah Muslim

Negara-negara Muslim adalah korban neokolonialisme yang berkuasa tanpa tanggung jawab, yang merupakan bentuk kolonialisme yang lebih buruk. Negara Khilafah akan memastikan bahwa tidak ada pemerintah asing, organisasi, lembaga atau pemain yang memiliki intervensi politik, ekonomi, militer, atau pendidikan apa pun atau campur tangan dalam urusan negara.


Oleh: Ikhlaq Jehan

MuslimahNews, ANALISIS — Saat ini ada lebih dari lima puluh negara Muslim, semuanya mengklaim menjadikan Islam sebagai agama dan sumber identitas dasar mereka. Semua negara ini terus-menerus dalam proses membangun dan membangun kembali dengan harapan mencapai tujuan pembangunan yang ditetapkan oleh Barat. Tujuan-tujuan ini sangat bertentangan dengan agama yang oleh pernyataan banyak Negara Muslim bahwa mereka telah mengadopsi Islam sebagai agama negara mereka.

⦁ Masalah fisik dan materi telah muncul dari putusnya hubungan ruhiyah (spiritual) ini, sehingga sekitar 1.8 miliar penganut Islam mengalami tekanan fisik, psikologis dan emosional dan tidak akan pernah bebas dari hal ini sampai penyebab sebenarnya dari masalah tersebut, yakni ketundukan kepada penguasa kolonial, ditolak sepenuhnya.

⦁ Negara-negara Muslim adalah korban neokolonialisme yang berkuasa tanpa tanggung jawab, yang merupakan bentuk kolonialisme yang lebih buruk. Negara Khilafah akan memastikan bahwa tidak ada pemerintah asing, organisasi, lembaga atau pemain yang memiliki intervensi politik, ekonomi, militer, atau pendidikan apa pun atau campur tangan dalam urusan negara. Langkah ini akan mengakhiri manipulasi atas ekonomi negara Muslim untuk melayani kepentingan pemerintah Barat dan perusahaan asing dengan menolak pinjaman dan kebijakan IMF yang merupakan alasan utama untuk mengurangi pengeluaran pemerintah dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan bentuk kesejahteraan lainnya, dan nilai mata uang negara-negara Muslim yang menurun dibandingkan dengan dolar AS.

Negara Khilafah akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang tidak hanya akan memberikan solusi bagi tanah Muslim untuk kemiskinan dan stagnasi ekonomi tetapi juga akan menjadi sumber ajakan atas sistem Islam ke negara-negara Dunia Ketiga saat ini yang sedang dicekik secara finansial oleh kapitalis sehingga lumpuh karena kebijakan dan pinjaman berbasis bunga. Mata uang Muslim akan didukung oleh emas dan perak sesuai perintah Allah SWT. Ini berarti bahwa konsep mata uang cadangan akan lenyap.

⦁ Politik adalah komponen yang sangat penting dalam pembentukan negara Islam. Kehadiran emosi Islam dalam politik kolonial dan kemudian negara-negara yang didekolonisasi mencegah sekularisme untuk mengambil alih sepenuhnya. Kehadiran kelompok-kelompok Islam adalah bukti bahwa jauh di lubuk hati kaum Muslim mengetahui bahwa solusi untuk masalah mereka hanya terletak pada Islam. Quran dan Sunnah menjadi satu-satunya sumber hukum dan partai politik manapun yang mempraktikkan atau menawarkan sesuatu yang berbeda dari Islam akan ditolak dan didakwa. Negara Khilafah akan bertanggung jawab untuk menunjukkan wajah buruk dari politik kapitalis egois yang telah mendorong dunia menuju kegilaan di mana nilai kehidupan dinilai oleh uang dan ras. Sistem politik brutal yang menggunakan orang-orang seperti kelinci percobaan untuk eksperimen medis, sosial, atau ekonomi akan dicabut dari akar rumput di semua wilayah Muslim dan ini akan menjadi model bagi negara-negara lain dan tentunya sebuah cara berdakwah menyebarkan Islam.

⦁ “Beberapa cara politik yang paling penting adalah mengungkap kejahatan negara-negara lain, menunjukkan bahaya politik yang keliru, mengungkap konspirasi berbahaya dan menghancurkan kepribadian yang menyesatkan.” (Pasal 185, Rancangan konstitusi Hizbut Tahrir untuk negara Khilafah)

⦁ Efek kolonialis lainnya adalah pola pikir budak dalam jiwa-jiwa rakyat. Dengan kecerdasan mereka yang ditantang, kemampuan mereka diejek, pengetahuan mereka dicap sebagai tidak berguna dan keberanian mereka dilabeli kebiadaban, mereka menyamarkan kebencian mereka secara submisif sebagai imitasi. Munculnya Khilafah itu sendiri akan menjadi tanda bahwa pola pikir seperti telah mulai berubah, dan sisanya akan dilakukan oleh atmosfer yang diciptakan oleh Negara. Alih-alih ditekan, umat Islam akan mengalami kondisi dimana mereka dihargai dan dapat memainkan peran yang bermanfaat tanpa mengorbankan keyakinan mereka.

Negara Khilafah akan merancang sistem pendidikan yang akan menyembuhkan pikiran yang gelisah dan membangun generasi Muslim sejati. Negara akan mencabut intervensi kolonial Barat dan manipulasi kurikulum pendidikan di negeri-negeri Muslim yang bertujuan menanamkan konsep-konsep dan kesetiaan Barat ke dalam pikiran pemuda-pemudi Muslim dan mensekulerkan dan meliberalisasi selera dan emosi mereka. Sebagai gantinya, Khilafah akan menerapkan sistem pendidikan yang dibangun murni berdasarkan Islam yang bertujuan untuk menciptakan tokoh-tokoh Islam yang terpuji dan kreatif serta memimpin pikiran di semua bidang kehidupan dan pengetahuan.

Ini akan menumbuhkan generasi yang sekali lagi akan memberi dunia pikiran cemerlang seperti Abd-al-Rahman al Sufi (menemukan sistem perbintangan di luar Bima Sakti), Ibnu Firnas (lelaki pertama yang terbang), Fatima al Fihri (wanita pertama yang mendirikan sebuah universitas), Al Zahrawi (ahli bedah). Ini hanya beberapa nama dari sejarah yang penuh dengan orang-orang Muslim berprestasi, dan alasan keberhasilan mereka adalah pola pikir yang dikembangkan oleh pendidikan Islam.

⦁ “Tujuan kebijakan pendidikan adalah untuk membentuk kepribadian Islam dalam pemikiran dan perilaku. Karena itu, semua mata pelajaran dalam kurikulum harus dipilih berdasarkan kebijakan ini.” (Pasal 171, Rancangan konstitusi Hizbut Tahrir untuk negara Khilafah)

⦁ Kebijakan Luar Negeri Negara Khilafah adalah Dakwah dan Jihad yang dengannya akan melindungi kaum Muslim dan mampu menyebarkan Islam. Kolonialisme di tanah Muslim yang dimulai oleh Raj Inggris dan negara-negara Eropa lainnya memasuki tanah Muslim dan menjarah sumber daya dan membunuh kaum Muslim hingga terus membunuh dan menjarah.

Khilafah akan menghapus semua pangkalan militer, pasukan, dan intelijen asing dari negara dan tidak akan pernah menerima satu pun dari tentaranya untuk digunakan sebagai pion untuk berperang demi kepentingan pemerintah asing. Negara Khilafah juga akan menghentikan penganiayaan terhadap Muslim di negara-negara non-Muslim.

Alih-alih memohon belas kasihan kepada PBB, Khilafah akan mengerahkan pasukannya untuk membebaskan rakyat Rohingya, Kashmir, Palestina, Turkistan Timur, dan Suriah. Para pemimpin Muslim zalim seperti Presiden Sisi Mesir dan Muhammad Bin Salman dari Arab Saudi harus memenuhi pertanggungjawaban karena keliru menumpahkan darah kaum Muslim. Diaspora negara-bangsa Muslim akan membentuk satu kesatuan tunggal di bawah satu negara yang bersatu yang memiliki kekuatan dan pengaruh internasional yang besar.

Persatuan dan kekuasaan dengan kekuatan sejati akan membuat Khilafah menjadi raksasa, yang secara politis, ekonomis, dan militer akan ditakuti oleh semua orang kafir. Di bawah naungan Khilafah, umat Islam tidak hanya akan mengalami perlindungan dan keselamatan tetapi juga akan belajar arti sebenarnya dari jihad. Pasukan terlatih dengan pemahaman penuh pada budaya Islam akan menjadi tulang punggung bagi negara.

Sangat penting untuk memberikan pendidikan militer setinggi mungkin kepada tentara dan untuk meningkatkan tingkat intelektualnya sejauh mungkin, dan untuk memberikan setiap anggota tentara pembelajaran mengenai budaya Islam yang memungkinkannya memiliki kesadaran umum tentang Islam.” (Pasal 67, Rancangan Konstitusi Hizbut Tahrir untuk negara Khilafah)

Saudara dan saudariku, kita semua bosan dengan sisa-sisa kolonialisme yang busuk. Waktunya sudah matang untuk menyingkirkannya dan orang-orang yang menjunjung tinggi ideologi busuk ini. Hal ini telah menyesakkan dunia dengan rasa sakit dan luka yang cukup dan penyembuhannya terletak pada kesadaran atas kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kaum Muslim – menerapkan Sistem Allah SWT di bumi ini.

﴿وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا﴾
Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” [TQS. Al-Isra’: 17]

%d blogger menyukai ini: