Eks Tahanan Wanita Ungkap Kerasnya Penyiksaan di Penjara Rezim Assad

MuslimahNews.com — Seorang mantan tahanan penjara rezim Suriah menceritakan penyiksaan dan penganiayaan yang dihadapi selama dia ditahan.

Berbicara secara eksklusif kepada Agensi Anadolu, Lula Halilaga (nama samaran), mengungkapkan penyiksaan dan kekerasan seksual yang harus dialaminya selama tiga tahun penahanan.

Haliliga ditangkap oleh tentara rezim Assad pada 2013 di rumahnya saat sedang menyusui bayinya. Ibu tiga anak itu dipaksa untuk berpisah dari anak-anaknya.

Dia dibebaskan tak lama setelah itu, sementara suaminya masih berada dalam tahanan.

Halilaga kembali ditangkap di Aleppo, lalu dia dipindahkan ke penjara Adra di Damaskus setelah dipindahkan dari sejumlah pusat penahanan.

Selama tiga tahun di balik jeruji besi, Halilaga mengatakan tentara rezim menyiksanya setiap hari dengan menggunakan berbagai metode, baik fisik maupun psikologis.

“Kami disiksa selama berjam-jam di penjara (Adra) setiap hari. Mereka menggantung kami di gantungan dan akan memukuli kami dengan tongkat basah,” katanya.

“Mereka akan memukuli kami sampai kami pingsan dan akan menyiksa kami dengan kejutan listrik. Kemudian mereka akan membawa kami ke sel kami dan menunggu sampai kami sadar kembali. Ini berlanjut setiap hari.”

Laporan PBB pada 2016 mengatakan bahwa rezim Bashar Assad di Suriah melakukan kejahatan sistematis dengan membunuh ribuan tahanan. Laporan berdasarkan 621 kesaksian, bahwa rezim telah memukuli tahanan sampai meninggal dan lainnya meninggal akibat kondisi kehidupan yang tidak manusiawi.[] Anadolu/Kiblat.net

%d blogger menyukai ini: