Wujudkan Perubahan Hakiki, Jangan Abaikan Seruan Allah

MuslimahNews.com — Ustazah Rezkiana R hadir dalam diskusi kritis yang dihadiri para Muslimah, Sabtu (5/1/2019) kemarin. Dalam sambutannya dikatakan, “Sungguh kita sudah merasakan derita berkepanjangan. Pergantian rezim demi rezim tak nyata menghasilkan perubahan hakiki.  Sangat mencolok mata dan menyesakkan dada, kezaliman yang telah ditimpakan rezim dengan kebijakan aturan sekuler liberalnya.”

Pastinya kita tidak akan rida melihat dan merasakan semua ini, sambung Ustazah Rezkiana, ulama pewaris Nabi yang mulia dimusuhi oleh rezim, umat Islam sering difitnah dan disakiti. Khilafah ajaran Islam dikriminalisasi, para pengemban dakwah difitnah penyebar teror dan pemecah belah umat.

“Generasi muda dirusak dengan pemikiran dan perilaku a-moral, digiring pada kemajuan semu dan menipu. Akhlak mereka jauh dari gambaran pemuda pembela Islam, hingga berani membakar panji suci Rasulullah dan umat Islam. Kisah tragis perempuan pekerja yang berujung di tiang gantung bukan sekali dua, pelecehan perempuan di tempat kerja tanpa pembelaan adil masih terdengar. Kapan semua kisah ini berakhir?” Tanya Ustazah Rezkiana kepada peserta.

Ustazah Rezkiana lalu melanjutkan, derita berakhir saat umat memahami upaya perubahan hakiki. “Perubahan hakiki dalam pandangan Islam adalah perubahan menuju penerapan syariah Islam secara kaaffah dalam institusi Khilafah. Artinya, perubahan hakiki menyangkut perubahan rezim dan sistem. Bukan perubahan pada rezim saja, karena kita sudah punya banyak pengalaman panjang yang mestinya diambil pelajaran. Bahwa pergantian rezim hanya menghasilkan wajah, tanpa perubahan pada kebijakan sedikitpun.”

Dulu, kata Ustazah Rezkiana, rezim Orde Baru mengangkat isu perubahan untuk menumbangkan rezim Orde Lama. Langkah ini juga diikuti rezim Orde Reformasi untuk mengakhiri rezim Orde Baru dengan isu utama mengganti rezim korup dan memperbaiki ekonomi yang sedang krisis. “Orde reformasi sejak awal hingga rezim terakhir ini, menjual resep mujarab perubahan, namun faktanya, korupsi jalan terus bahkan lebih massif, perekonomian masyarakat masih tetap terpuruk, dan kebijakan Pemerintah tetap mengabdi kepada para kapitalis sang pemilik modal. Rezim saat ini pun persis sama dengan rezim-rezim sebelumnya yang menjalankan kebijakan liberal, yakni lebih pro-pasar (kapitalis) ketimbang pro-rakyat.”

Beliau lalu mengungkapkan bahwa perubahan hakiki mesti mencakup dua hal, yaitu rezim dan sistem. “Upaya ini telah dan terus dilakukan. Karenanya kita sebagai bagian dari umat yang rindu perubahan hakiki wajib terlibat di dalamnya. Siapa saja yang tidak terlibat sedikitpun dalam perjuangan perubahan hakiki ini, maka ia berdosa di sisi Allah karena telah melalaikan titah-Nya. Dan kemana lagi kita hendak lari menyelamatkan diri dari azab-Nya?”

“Bukankah kita senantiasa berdo’a: Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzab an –naar.  Dan do’a itu akan muwujud tatkala kehidupan kita diatur dengan syari’ah Islam. Karena penerapan Syari’ah akan mewujudkan dua surga, surga dunia dan surga abadi di akhirat. Karenanya, seluruh elemen masyarakat, penuhilah panggilan Allah dan Rasul-Nya, tatkala Ia memanggil kalian untuk segala apa yang akan menghidupkan kalian.  Kemulian umat ada di pundak kita,” tutupnya.[]

Apa komentar Anda?
%d blogger menyukai ini: