Rezim Gagal, Antek Asing, dan Represif Anti Islam hanya Muncul dalam Sistem Demokrasi

MuslimahNews.com – “Rezim sekuler hari ini bukanlah pertama kali, sudah sejak lama. Namun apakah rezim ini memberikan maslahat? Yang terjadi justru rezim gagal, ingkar janji, hanya menjadi antek asing maupun aseng, bahkan rezim sekuler sepanjang 2018 mempertontonkan jati dirinya sebagai rezim represif anti Islam,” tukas Ustazah Iffah membahas model kepemimpinan sekularisme, Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Ustazah Iffah lalu menjelaskan bagaimana karakteristik kepemimpinan sekuler itu, “Rezim sekuler adalah rezim yang menentang agama, yang menantang Allah dan Rasul-Nya. Rezim ini mengatakan agama Islam tak boleh ikut campur dalam urusan mengatur kehidupan,” Dia Menjelaskan hal itu terjadi karena sistem kepemimpinan kita adalah demokrasi yang landasannya adalah liberalisme atau kebebasan.

“Ekonominya berbasis kebebasan keberpemilikan, politiknya liberal, sosial budayanya juga mengagungkan kebebasan. Inilah sistem demokrasi. Omong kosong kalau dikatakan kalau ini ada kebaikannya.” Ustazah lalu mengutip perkataan Mahfud MD bahwa malaikat pun jika masuk ke dalam sistem demokrasi maka akan menjadi iblis.

Rezim yang menentang Allah akan gagal dalam menjalankan fungsi dan kewajibannya, kata Ustazah Iffah, “Terlalu banyak buktinya. Ada lebih dari 25 juta penduduknya di negeri ini yang masih miskin. BPJS konon menjadi alatnya negara untuk memberikan layanan kesehatan, tapi kini tampak BPJS itu hanya berhitung untung dan rugi. Sehingga layanan kesehatan publik bukan menjadi prioritas, karena yang dipentingkan adalah bagaimana agar kondisi keuangan mereka tak defisit, mencari keuntungan.”

Ustazah Iffah juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2018, sekira 525 orang terbunuh. Menurutnya, kasus-kasus pembunuhan itu begitu marak dan gampang sekali terjadi hari ini, nyawa tak lagi berarti, padahal perlindungan terhadap nyawa adalah kebutuhan yang paling mendasar. “Sekarang pembunuhan bisa terjadi hanya karena merasa tersinggung, kenapa? Karena itulah tabiat sistem selain Islam. Namun, apa saja yang landasannya salah, pasti tidak akan mampu bertahan lama.”

Wajar kalau gagal, menurutnya, rezim ini bahkan tak sanggup memenuhi apa yang dijanjikan. Padahal kontestasi antar calon hanya berpijak pada janji. Kita bisa lihat, apa janji rezim sekuler? Kebijakan impor mematikan pedagang kecil, lapangan kerja yang semakin sulit, kesejahteraan semakin jauh dari harapan.

“Setiap orang yang menipu, yang ingkar janji, maka mereka ini tidak akan mendapatkan ampunan dan rahmat Allah kelak di akhirat. Dan sebesar-besar pengkhianatan adalah kalau itu dilakukan oleh seorang pemimpin,” tukas Ustazah Iffah mengutip hadis Rasulullah Saw.

“Betapa besarnya murka Allah nanti di hari kiamat, kita tidak boleh membiarkan ini terjadi, maka kita harus melakukan perubahan. Rezim sekuler ini nyata menjadi antek asing, kalau terhadap rakyatnya sendiri pembelaannya diberikan dalam bentuk berbagai kartu yang tak menyelesaikan persoalan, tapi kepada asing dan aseng dia menyerahkan pengelolaan tol dan berbagai sektor strategis milik publik,” tambahnya.

Ustazah Iffah kemudian memaparkan, “Pun rezim ini adalah rezim represif anti Islam. Semena-mena. Sikap kebijakan dan seluruh atribut kepemimpinan yang dimiliki adalah untuk menentang Islam, memberikan kesulitan bagi umat Islam, juga untuk menentang dakwah Islam. Dimuhasabahi, dinasehati, dia enggan menerima nasehat. Rezim ini tak memberi kesempatan kepada umat Islam untuk membela agamanya, ini rezim anti Islam.”

“Pemimpin rezim ini hadir saat seorang perempuan nasrani berbicara kepada publik sambil menyatakan bahwa dia dan kelompoknya menentang Perda syariat. Dia hadir dan membiarkan. Yang anti Islam dibiarkan, yang bicara Islam harus diberangus sampai habis,” tukasnya.

“Tetapi rezim yang seperti ini modelnya hanya lahir dalam sistem sekuler, sistem politik demokrasi. Karena itu jangan sampai kita terpalingkan hanya untuk mengganti wajah, yang lebih cakap dalam bicara, yang fasih dalam retorika. Kita harus sadar bahwa wajah, retorika, gaya kepemimpinan, itu semua lahir dari rahim sistem yang rusak yaitu sistem sekuler. Karena itu kalau mau perubahan, maka harusnya perubahan itu bukan hanya ganti wajah, tapi ganti sistem, aturan mainnya, seluruh aspeknya dengan aturan Islam,” tutupnya.[]

%d blogger menyukai ini: