Warga Ghouta dalam Kendali Assad: Diperkosa Hingga Dipaksa Jadi Tentara

MuslimahNews.com — Warga kota Ghouta, yang berada di sebelah timur Damaskus, telah dievakuasi ketika terjalin perundingan tak adil antara Rusia dan oposisi. Namun, masih ada sebagian yang tinggal, dengan konsekuensi memberikan pelayanan kepada rezim Bashar Assad.

Mereka yang memutuskan untuk tinggal diberi batas waktu enam bulan untuk melakukan layanan wajib mereka. Departemen Conscription General telah mengirim 3.000 panggilan untuk pemuda untuk menjalani wajib militer.

Sebagian besar pemuda Suriah di pinggiran timur ibu kota telah menolak panggilan tersebut. Namun, kesepakatan rekonsiliasi menuntut mereka harus bergabung atau akan menghadapi penangkapan intelijen militer.

Bashar Assad mendesak semua warga Suriah, termasuk minoritas Druze, untuk mengirim anak buahnya ke tentara. Rezim ingin menarik lebih banyak pemuda yang berada di luar Suriah untuk kembali ke rumah; baik dengan paksaan atau imbaua. Setelah itu mereka akan dipaksa masuk wajib militer.

Pekan lalu, intelijen rezim meluncurkan kampanye penangkapan skala luas di pinggiran kota Ghouta. Intelijen Angkatan Udara telah menangkap mantan pejuang dari kelompok oposisi Jaisyul Islam dan Failaq Ar-Rahman.

Jatuhnya Ghouta Timur bulan April lalu dicapai dengan cara yang brutal dan telah mengubah jalannya perang. Lebih dari 1.700 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan delapan minggu.

Ghouta Timur adalah tempat protes besar pertama di ibukota melawan rezim Bashar Assad. Wilayah yang didominasi orang Alawit ini masih menjadi pemasok tenaga kerja utama bagi rezim Assad.[]Sumber

Apa komentar Anda?